jump to navigation

Kembali kepada kita-nya..! 28 April 2017

Posted by agfi68 in DUIT, mindset.
Tags: , , , ,
add a comment

Banyak di luar sana berbagai macam buku, pelatihan, seminar, talk-show dan lain sebagainya yang terkait dengan topik PEMBERDAYAAN DIRI, dengan berbagai macam nama, teknik maupun metode… Dengan berbagai macam iklan yang begitu menggoda, begitu sugestif, bahkan ada yang berani memberikan jaminan uang kembali, garansi total, bahkan tak jarang dengan memberikan bonus-bonus yang nilainya bisa mencapai sekian kali lipat dari biaya pelatihan-nya sendiri…

Bukan hal yang baru dan, menurut saya, cenderung bikin kita malah tambah bingung dst…

Mengapa?

Ya coba bayangkan saja, berapa banyak yang berhasil? Berapa banyak kemudian berubah perilakunya? Berapa banyak yang mengalami pencerahan? Berapa banyak yang kemudian kembali lagi ke perilaku lama, yang tidak memberdayakan? Berapa banyak yang kemudian hidupnya stagnan, tanpa perkembangan sama sekali, gitu-gitu saja? Berapa banyak yang semangat-nya kembali kendor? Berapa banyak yang sekedar mendapatkan “having fun” ikut pelatihan? dan masih banyak lagi pertanyaan yang bisa diajukan…

Intinya apa?

Karena jelas intinya PEMBERDAYAAN DIRI, dan tentu saja sumber aslinya ada di dalam diri kita masing-masing. Ini seperti yang pernah saya alami sekian puluh tahun yang lalu, beli buku-buku motivasi, ikut pelatihan2 motivasi dan pemberdayaan diri dan masih banyak lagi… Lantas apa yang saya peroleh…? Hampir nothing! Dan semoga ini tidak terjadi pada kehidupan Anda… semoga Anda selalu berlimpah kesehatan dan rejeki… aamiin…

(lebih…)

Iklan

Seminar dan Private 4 Langkah Dahsyat! Transformasi Diri 6 Juni 2014

Posted by agfi68 in bisnis, DUIT, ikhlas, mindset, pendidikan.
Tags: , , , , ,
add a comment

Sahabat-sahabatku yang luar biasa…

Dalam perjalanan kehidupan ini, mungkin kita pernah bertanya-tanya, atau mengalaminya…

  • Mengapa ada yang sudah berusaha keras, mati2an namun kesuksesan tak diraih?
  • Mengapa ada yang biasa-biasa saja, bahkan cenderung kelihatan malas, namun sukses selalu mudah diraih?
  • Mengapa mudah kehilangan motivasi? Susah mendapatkan semangat?
  • Mengapa kesulitan mendapatkan solusi berbagai masalah kehidupan?
  • Mengapa lebih mudah kehilangan harapan?
  • Mengapa merasa kurang atau bahkan tidak beruntung selama ini?
  • Mengapa?

Kita sangat berkepentingan mengetahui mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi, entah mengalaminya sendiri, atau dalam kapasitas sebagai pengamat perilaku manusia… Kita tentu juga ingin berubah untuk menjadi lebih baik, namun kesulitas bagaimana memulainya… nah dalam inhouse seminar ini, Insya Allah, kita akan belajar tentang…

  • Bagaimana meningkatkan motivasi, produktivitas dan kemampuan diri…
  • Bagaimana meningkatkan gairah dan optimisme dalam menjalani karir dan kehidupan…
  • Bagaimana meningkatkan kualitas sikap dan perilaku terhadap diri sendiri dan orang lain…
  • Bagaimana meningkatkan kemampuan dalam mengelola / mengendalikan pikiran dan emosi…
  • Mengapa kebanyakan orang mengalami demotivasi dan mengetahui secara tepat penyebabnya…
  • Bagaimana mendapatkan solusi segala permasalahan kehidupan…
  • Memahami kekuatan pikiran bawah sadar yang luar biasa dan bagaimana memanfaatkannya…
  • Memahami 4 Langkah dahsyat (Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakal disingkat DUIT) dalam mentransformasi diri menjadi pribadi luar biasa secara internal maupun eksternal, sukses secara holistik…
    • Bagaimana memahami dan menggunakan kekuatan The Prayer (DOA);
    • Bagaimana memahami dan melakukan Tindakan Terilhami (USAHA TERINSPIRASI);
    • Bagaimana memahami dan menjadi orang yang bersikap IKHLAS dan ber-SYUKUR;
    • Memahami dengan cara ber-TAWAKAL atau ber-SERAH DIRI dapat memudahkan jalan mewujudkan impian dan cita-cita;
  • Meningkatkan pemahaman ilmiah tentang prinsip alam semesta dan bagaimana hubungannya dengan sikap ikhlas, pasrah, mau memberi, melayani sepenuh hati, membantu orang lain dan mentalitas berkelimpahan…
  • Dan masih banyak lagi lainnya…

Catatan dan ketentuan penyelenggara (EO, pihak pengundang)

  • Seminar berlangsung selama 2-3 jam untuk UMUM dan sekitar 8 jam untuk PRIVATE (4 sesi, @ 2 jam, maks 6 orang);
  • EO menyediakan ruangan yang representatif sesuai dengan jumlah peserta;
  • EO menyediakan sistem suara / audio system yang memadai baik untuk penyampaian materi, video dan musik;
  • EO menyediakan LCD viewer untuk membantu tayangan selama seminar;
  • EO menyediakan konsumsi, khususnya yang PRIVATE (termasuk makan siang dan lain-lain)
  • Untuk biaya/honor pembicara undangan UMUM maupun PRIVATE silahkan hub IBU ANJAR dengan email ke anjar_agfi@yahoo.com;

agfianto 2014

Biodata pembicara seminar

Dr. Agfianto Eko Putra, Cert. of Neo NLP Pract., CTC adalah seorang Dosen sekaligus Ketua Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (atau yang terkenal dengan sebutan ELINS) periode 2011-2015. Beliau juga seorang penulis lebih dari 8 buah buku (ebook) yang salah satunya adalah sebuah buku motivasi dan sisanya merupakan buku-buku best seller dalam bidang Mikrokontroler, PLC dan Robotika serta masih terus berkarya hingga sekarang. Dilahirkan pada tahun 1968 dari seorang ayah fotografer (juga suka elektronika) dan sang ibu yang jago masak (saat ini memiliki usaha catering di Yogyakarta). Beliau telah berkecimpung dalam dunia elektronika, instrumentasi dan pengolahan sinyal serta motivasi pengembangan diri lebih dari 15 tahun. Salah satu buku motivasi beliau yang best seller adalah “Pasti Ada Hikmahnya…” terbitan Gava Media Yogyakarta (langsung pesan klik disini, terima kasih)

Beliau bisa dihubungi melalui agfi68@gmail.com.

5 Syarat untuk Berbuat MAKSIAT! Sebuah Nasehat 10 November 2010

Posted by agfi68 in DUIT, mindset.
Tags: , , , , ,
add a comment

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG…

Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham (Aba Ishak).Dia berkata: “Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat.” Setelah mendengar perkataan tersebut Aba Ishak berkata: “Jika kamu mahu menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh kamu melakukan maksiat.” Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya, “Apakah syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?”

Ibrahim bin Adham berkata:

  1. SYARAT PERTAMA: “Jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezeki-Nya.” Mendengar itu dia mengenyitkan kening seraya berkata: “Dari mana aku mahu makan? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah?” “Ya! “tegas Ibrahim bin Adham. “Kalau kamu sudah memahaminya, masih mahukah memakan rezeki-Nya, sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?” “Apakah syarat keduanya?” soal lelaki tersebut. Lantas Aba Ishak menjawab:
  2. SYARAT KEDUA: “Kalau kamu bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya. “Syarat ini membuat lelaki itu terkejut separuh mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya: “Wahai hamba Allah, fikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan kamu melanggar segala larangan-Nya.?” “Ya! Anda benar” kata lelaki itu. Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab:
  3. SYARAT KETIGA: Kalau kamu masih mahu bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya. Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata: “Wahai Ibrahim, ini nasihat macam mana? mana mungkin Allah tidak melihat kita?” “Ya, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan melakukan maksiat?” kata Ibrahim. Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat.
    Ibrahim melanjutkan:
  4. SYARAT KEEMPAT: “Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kepadanya, “Tunda kematianku dulu. Aku masih mau bertaubat dan melakukan amal soleh”. Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan tersedar dan berkata: “Wahai Ibrahim,mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku?” “Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahawa kamu tidak boleh menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?” “Baiklah, apa syarat yang kelima?”
    Ibrahim pun menjawab:
  5. SYARAT KELIMA: “Kalau malaikat Zabaniyah datang hendak mengiringmu ke api neraka di Hari Kiamat nanti, jangan engkau ikut bersamanya.” Perkataan tersebut membuatkan lelaki itu insaf. Dia berkata: “Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya.” Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran . “Mulai saat ini aku ingin bertaubat kepada Allah” katanya sambil teresak-esak…

semoga bermanfaat dan menyadarkan kita untuk segera meninggalkan segala macam perbuatan yang dilarang Allah SWT serta bersegera melaksanakan syariat-Nya di muka bumi ini, termasuk menjalankan perintah-perintah-Nya…

Kalimat-kalimat Motivasi dari Berbagai Tokoh Dunia! 22 September 2010

Posted by agfi68 in DUIT, mindset.
Tags: , , , , , , ,
2 comments

Berikut ini saya kumpulkan beberapa kalimat-kalimat positif dari berbagai tokoh dunia, hal yang perlu diperhatikan adalah kita harus selalu ingat bahwa al Qur’an dan as Sunnah mengandung kalimat-kalimat yang jauh luar biasa. Selamat membaca dan semoga Anda bisa merasakan manfaatnya, amin.

Follow your bliss and the Universe will open doors for you where there were only walls. ~ Joseph Campbell ~

Lakukan sesuatu yang kau sukai, sesuatu yang sesuai dengan minatmu. Maka Tuhan akan membukakan jalan untukmu, dimana sebelumnya hanya ditemui jalan buntu.

What happens is that the happier you are, the more everything is added unto you, because you are finding the kingdom of heaven right within you. ~ Hale Dwoskin ~

Semakin Anda merasa bahagia, maka semakin banyaklah hal yang akan ditambahkan atau dikaruniakan kepada Anda, karena dengan berbahagia serasa Anda telah menemukan “surga” Anda. Dan di surga Anda bisa mendapatkan segalanya, kan? Dengan kata lain, rasa syukur yang Anda miliki saat ini akan apapun yang telah dikaruniakan-Nya kepada Anda, membuat Tuhan menambahkan lebih banyak lagi. Dengan merasa bersyukur, ibaratnya, Anda menarik ke dalam hidup Anda lebih banyak hal menyenangkan lagi untuk bisa Anda syukuri.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim (14) ayat 7).

Whatever we think about and thank about we bring about. ~ John Demartini ~

Apapun yang kita pikirkan dan kita syukuri, itu yang kita dapatkan.

Life will give you what you attract with your thoughts. Think and act and talk with enthusiasm and you will attract positive results. ~ Michael Lebeuf ~

Dalam kehidupan ini, Anda akan menarik segala sesuatu dalam hidupmu melalui pikiranmu. Jadi berpikirlah, bertindaklah, serta berbicaralah dengan antusiasme yang tinggi, maka Anda-pun akan mendapatkan hasil yang positif.

If you do not like the reality you have been living in, choose one that you would prefer and live in that as if it is already so. ~ Alan Cohen ~

Jika Anda tidak menyukai kenyataan hidup yang sekarang sedang Anda jalani, maka pilih dan jalani model kehidupan lain yang lebih Anda suka, dan kemudian hiduplah seakan-akan kehidupan alternatif yang lebih menyenangkan ini benar-benar sedang Anda jalani.

To change your thoughts and, thus, to change your life, you must constantly input new great, energizing, action-oriented thoughts. ~ Mike Brescia ~

Kehidupan kita akan berubah bila pola pikir kita juga berubah. Untuk merubah cara berpikir kita, maka kita harus terus-menerus memasukkan pikiran-pikiran baru yang lebih positif, membangkitkan semangat, memberikan energi kepada jiwa serta berorientasi pada tindakan.

(Inspired) Action is the foundational key to all success. ~ Originally the saying of Pablo Picasso ~

Untuk meraih sukses, tidak cukup kita hanya mengandalkan impian dan keinginan. Kita juga harus mau mengambil tindakan yang telah terilhami berdasar visi dan impian kita tadi. Tindakan nyata adalah fondasi dari segala macam bentuk kesuksesan.

Faith is to believe what you do not see; the reward of this faith is to see what you believe. ~ St. Augustine ~

Iman adalah meyakini apa yang tidak bisa kita lihat, sehingga sebagai imbalannya, kita benar-benar akan melihat apa yang kita yakini tersebut. Ini merupakan konsep tentang metode visualisasi penuh dengan keyakinan untuk mewujudkan apapun yang kita inginkan.

I will see it when I believe it. ~ Wayne Dyer ~

Saya baru akan bisa melihatnya ketika saya mempercayainya.

The reality gives birth to the dream — but the dream is where you are wanting to put your attention. ~ Abraham-Hicks ~

Dalam kehidupan, seringkali kenyataan hidup yang pahitlah yang membuat orang punya impian yang indah. Tetapi sesudahnya, kita harus memfokuskan pikiran, perhatian dan energi kita pada impian indah tersebut, bukan pada kenyataan hidup yang keras, agar impian itu segera menjadi kenyataan.

Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. ~ Albert Einstein ~

Peran imajinasi dalam kehidupan ini sungguh luar biasa penting. Karena dengan imajinasilah kita bisa melihat hal-hal menarik yang belum lagi terjadi, hal-hal luar biasa yang masih ada dalam pikiran kita. Dengan kata lain, semua hal yang terjadi pada kita bermula dari apa yang kita bayangkan dalam imajinasi kita. Sehingga penting bagi kita untuk memiliki imajinasi yang tinggi sehingga tingkat kehidupan yang kita rasakan juga tinggi. Semua pencapaian manusia diawali dengan imajinasi para penemunya. Pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, komputer, dan semua isi peradaban manusia ini dimulai dengan imajinasi.

Our true wealth is the good we do in this world. None of us has faith unless we desire for our neighbors what we desire for ourselves. ~ Prophet Muhammad PBUH (Peace be Upon Him) ~

Kekayaan hakiki kita adalah kebaikan yang kita berikan kepada dunia. Kita tidak dianggap beriman sampai kita menginginkan untuk tetangga kita semua hal baik yang sama dengan yang kita inginkan sendiri. Dengan kata lain, semua pikiran dan perbuatan positif kita kepada sesama akan kembali kepada kita. Orang juga akan berbuat yang sama positifnya kepada kita. Kebaikan menarik lebih banyak lagi kebaikan. Apa yang kita tabur itulah yang kita tuai…

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS Al A’raaf (7) ayat 199)

Menjadi seorang pemaaf lebih mulia, apalagi dengan memberikan saran untuk melakukan perbuatan ma’ruf, perbuatan penuh dengan kebaikan. Dan penting untuk menghindari orang-orang bodoh, jahil, agar terhindari dari kebodohan-kebodohan mereka.

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa. (QS Al A’raaf (7) ayat 164)

Hati-hatilah terhadap orang yang teraniaya, karena doanya akan terangkat sampai ke langit. ~ HR. Imam Ja’far ~

Semoga bermanfaat, amin…

Sebuah Cinta yang Istimewa untuk Seseorang yang Luar Biasa! (kisah Bai Fang Li) 19 September 2010

Posted by agfi68 in DUIT, ikhlas, mindset.
Tags: , , , , , , ,
7 comments

baiNamanya BAI FANG LI. Pekerjaannya adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.

Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya, dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam. Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.

Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.

bai1

Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana ia biasa merebahkan tubuhnya beristirahat, di ruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, di ruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng yang mungkin diambilnya dari tempat sampah dimana biasa ia makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Di pojok ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang biasa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubuk tua itu bila malam telah menjelang.

bai2

Bai Fang Li tinggal sendirian digubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apakah ia mempunyai sanak saudara sedarah. Tapi nampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya, karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong. Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan.

(lebih…)

Sesudah KESULITAN pasti ada KEMUDAHAN! 25 Agustus 2010

Posted by agfi68 in DUIT, ikhlas, mindset.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Saya sangat bersyukur ke hadirat Allah SWT dikarenakan hari ini saya belajar terhadap salah satu firman-Nya di dalam surat Alam Nasyrah (surat ke 94) ayat 5 dan 6.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. 94:5-6)

Kronologisnya adalah saat saya mengurus surat Askes untuk perawatan istri saya yang sedang sakit, sudah saya cari ke seluruh penjuru rumah tetap saja tidak ketemu alias hilang. Dengan demikian, untuk mendapatkan asuransi, mau tidak mau saya harus meminta lagi kartu tersebut.

Di pagi hari langsung saja meluncur ke kantor Askes di Yogyakarta, ternyata harus ada surat keterangan hilang dari kepolisian, langsung saja meluncur ke Polsek Banguntapan, Masya Allah listrik mati! Disarankan langsung menuju Polsek Kotagede, langsung meluncur ke sana malah bingung gak ketemu… Ya Allah, bukankah aku sudah berdoa tadi agar segala urusanku hari ini dimudahkan-Nya, mengapa kejadiannya seperti ini ya Allah, begitu protesku saat meluncur menuju polsek dekat jembatan layang Yogyakarta…

Masya Allah sesampainya di polsek jembatan layang, listriknya juga mati, ya Allah hikmah apalagi yang akan Kau berikan padaku hari ini, sungguh ‘capek’ rasanya, apalagi dalam kondisi berpuasa seperti di bulan Romadlon ini… begitu protesku yang memang seharusnya tidak layak kutujukan pada-Mu ya Allah, pastilah Kau akan berikan sesuatu hari ini entah apa itu…

langsung kemudian meluncur ke (salah tempat) pos polisi di simpang empat UGM, ternyata salah kalo cari surat keterangan hilang disitu (pos polisi lalu-lintas), dipersilahkan menuju ke polsek belakang peternakan…. astaghfirullah ya Allah sungguh bodohnya diriku…

Singkat cerita langsung saja meluncur ke polsek belakang peternakan dan alhamdulilah surat kehilangan itu akhirnya aku dapat. Apakah cerita-nya berhenti disini? Tentu saja belum!

Karena harus memberikan kuliah, sebelum mengurus kembali kartu Askes-ku, aku masuk kuliah dulu, sewaktu di ruang dosen, saya cerita-cerita tentang kartu Askes-ku yang hilang, ada salah seorang karyawan yang memberitahuku bahwa seluruh pegawai di kantor sebenarnya sudah dibuatkan oleh bagian kepegawaian untuk kartu dengan nomor baru! Dia tanya apakah aku sudah mengambil kartu tersebut? Subhanallah! Inilah jawaban atas doa-ku agar dimudahkan-Nya urusanku, alhamdulillah langsung saja aku ambil kartu Askes-ku yang baru dan lengkap (untuk seluruh anggota keluarga) dan bereslah urusanku yang satu ini!

Memang tidak diragukan lagi ayat 5 dan 6 dari surat Alam Nasyrah tersebut!

Saudara-saudaraku yang baik hatinya, yang Insya Allah dimuliakan Allah, semoga cerita yang singkat dan penuh hikmah ini bisa menjadi bermanfaat bagi kita semua, bahwasanya Allah pasti menolong kita, jika kita memang sudah berusaha seoptimal mungkin…

Insya Allah…

Bagaimana Meminta Maaf secara Efektif? 26 Juli 2010

Posted by agfi68 in ikhlas, mindset, ucapan.
Tags: , , , ,
6 comments

Meminta maaf dan mengakui kesalahan bukanlah perkara yang mudah, perkara yang sulit tapi bisa kita lakukan, dan harus dilakukan. Tentu saja menghindari marah atau berbuat kesalahan adalah hal yang terbaik untuk dilakukan, ibarat berbuat kesalahan fatal atau memarahi seseorang atau sekelompok orang, apalagi ternyata mereka tidak bersalah sama sekali (yang salah aja kalo bisa jangan dimarahi apalagi tidak bersalah) adalah ibarat menancapkan paku pada sebuah kayu, ketika paku tersebut kita cabut (meminta maaf), apakah serta merta lubang bekas paku hilang (luka atau sakit hati korban kemarahan)?

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (al Baqarah (2): 263).

So berhati-hatilah dengan ucapan dan tingkah laku kita, apalagi yang berhubungan dengan orang lain.

Dengan demikian perlu kiranya kita belajar meminta maaf secara efektif. Pernyatan seperti “Maaf ya…” atau “Saya minta maaf…” tidak serta merta berlaku secara efektif (dan bahkan belum dapat diterima). Ada beberapa situasi yang sedemikian hingga membuat kita harus memohon maaf dengan cara-cara tertentu…

Tip #1: Meminta Maaf-lah dengan tulus dan ikhlas

Meminta maaf dengan terpaksa (nggrundel dalam bahasa jawanya) tidak ada gunanya. Justru akan berakibat semakin buruk. Terima-lah kenyataan bahwa kita memang melakukan kesalahan, akuilah kesalahan tersebut, sengaja maupun tidak sengaja kita lakukan. Minta maaf secara tulus dan ikhlas, hindari keterpaksaan.

Tip #2: Hindari Meminta Maaf Terus-terusan (berulang-ulang)

Tidak ada gunanya kita meminta maaf terus-menerus, berulang-ulang, apalagi terhadap atasan Anda. Seperti sebelumnya, bisa memperburuk akibatnya. Kok bisa? Ya kita seperti mengingatkan terhadap kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, apakah ini yang kita harapkan? Tentu tidak bukan?

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. (asy Syuura (42): 37).

Tip #3: Hindari Memberikan Penjelasan Panjang Lebar

Hindari memberikan penjelasan panjang lebar, jika Anda ingin meminta maaf secara efektif. Tidak ada gunanya Anda menghabiskan lebih dari separo waktu Anda untuk menjelaskan mengapa Anda melakukan kesalahan, bagaimana kronologis Anda melakukan kesalahan. Penjelasan singkat terasa cukup untuk kebanyakan situasi dan terkadang orang yang dimintai maaf tidak ingin Anda berpanjang lebar menjelaskan situasinya.

Tip #4: Bersegeralah Meminta Maaf

Jangan menunda-nunda dalam meminta maaf! Lakukan segera setelah Anda tahu bahwa Anda melakukan kesalahan (entah tahu dengan sendirinya atau diberitahu teman Anda). Dengan penundaan, orang yang menjadi korban Anda, akan menganggap Anda pengecut dan tidak layak dihormati. Jika Anda tidak bisa langsung bertemu fisik dengan dia, bisa kirim pesan terlebih dahulu (sms, email dan lain sebagainya) atau lakukan lewat telepon terlebih dahulu. Dan pastikan Anda meminta maaf saat bertemu langsung dengan korban Anda.

Tip #5: Jangan Mengharap Apapun

Jangan berharap akan mendapatkan maaf segera mungkin, bersiaplah untuk situasi terburuk sekalipun. Permintaan maaf bukanlah percakapan atau komunikasi yang nyaman, namun harus dilakukan agar akhirnya bisa nyaman, walaupun semuanya butuh proses, apalagi kalau luka itu sudah terlanjur dalam. Tetap lakukan permintaan maaf.

Oya, jika Anda sebagai orang tua melakukan kesalahan terhadap anak-anak Anda, tip-tip ini juga berlaku sama. Dengan demikian anak-anak kita juga akan belajar meminta maaf secara efektif, dengan kata lain, kita bisa memberikan pelajaran buat anak-anak kita langsung dengan contoh atau teladan yang baik dari orang tuanya…

Semoga bermanfaat…

(Diambil dari berbagai macam sumber dan pengalaman)

Nimat Tuhan-mu Manakah yang Kamu Dustakan? 25 Juli 2010

Posted by agfi68 in DUIT, ikhlas.
Tags: , , , ,
1 comment so far

Nikmat Allah, jika dihitung tidak akan pernah terhitung. Namun bukan berarti kita tidak bisa menyebutkan sebagian dari nikmat Allah tersebut. Kita masih bisa menyebutkan sebagian nikmat-nikmat tersebut alih-alih kita malah melupakan nikmat-nikmat yang sangat banyak tersebut. Sering
kali kita malah melupakan nikmat Allah yang telah kita berikan kepada kita. Salah satunya ialah dengan mengeluh.

“Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).” (QS An Naml:73)

Melupakan nikmat sering terjadi karena kita selalu memikirkan apa yang belum atau tidak kita punya ketimbang memikirkan apa yang sudah kita miliki dan nikmati. Melupakan nikmat bisa juga terjadi karena kita terlalu arogan (sombong), seolah-olah apa yang kita dapatkan adalah hasil upaya kita semata tanpa pernah terbesit dalam pikiran akan pertolongan Allah. Penyebab lain bisa jadi karena kita kurang atau bahkan tidak bisa mengingat Allah sehingga kita juga lupa bahwa apa yang kita miliki adalah atas kehendak Allah.

Melupakan nikmat akan merusak mental kita. Hal yang paling mudah kita rasakan adalah perasaan kita yang tidak enak jika kita mengeluh, atau setidaknya kita tidak memiliki perasaan bahagia. Sebaliknya jika kita bersyukur perasaan kita akan enak dan bahagia karena begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Perasaan yang enak (feel good) dan perasaan bahagia akan membentuk mental kemenangan bagi kita, kita akan lebih semangat menjalani hidup ini. Bersyukur akan membentuk pola pikir terbuka, sehingga akan terbuka untuk nikmat-nikmat berikutnya.

Bersyukur bukan berarti hanya mengingat nikmat yang telah diberikan kepada kita dan melupakan yang kita inginkan. Bukan, justru bersyukur sebagai sarana untuk menambah nikmat-nikmat selanjutnya, sehingga wajar saat kita bersyukur kita juga berusaha dan berdoa untuk nikmat
selanjutnya, bukankah Allah sendiri yang akan menambah nikmat jika kita bersyukur?

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim:7)

Semoga bermanfaat.

Belajar dari Sakit Gigi! 17 Juni 2010

Posted by agfi68 in ikhlas, mindset.
Tags: , , , ,
2 comments

sakitgigiSubhanallah! Bagaimana rasanya Anda sakit gigi? Sungguh sangat tidak nyaman, sampe pusing segala macem, gak bisa mikir, dan seterusnya…

Lantas kalo Anda diberi pilihan antara Sakit hati dengan Sakit gigi pilih yang mana? Ya gak semuanya donk… gimana sich…!

Yang terpikir pertama kali tentunya adalah mencoba dan berusaha untuk mengurangi bahkan menghliangkan rasa sakit tersebut, entah apapun penyebabnya (gigi berlubang, tumbuh gigi baru dan lain sebagainya). Anda segera mencari solusi tersebut, entah pergi ke dokter gigi atau langsung ke apotek untuk mencari obat pereda rasa sakit dan lain sebagainya…

Namun, pernahkah Anda menyadai bahwasanya sakit gigi tersebut merupakan peringatan untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan sekaligus berguna untuk menghapus dosa-dosa kita selama ini! Sekaligus Anda bisa menyadari begitu nikmatnya menjadi orang sehat (sama sekali tidak sakit gigi), telah begitu banyak nikmat yang diberikan kepada-Nya. Sehingga sudah sewajarnya jika kita bersyukur kepada-Nya, bukankah Alloh sudah berfirman…

Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. (az Zumar (39):66)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim (14):7)

Lho gimana tho? Sakit gigi kok disuruh bersyukur? Ya itu dia, paradigma atau cara berpikir kita yang membatasi cara pandang yang lebih luas daripada cara pandang sempit sekedar sakit gigi. Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, kita harus menyadari bahwa sakit gigi ini merupakan peringatan sekaligus balasan atau azab atas dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini. That’s it!

Sudah seharusnya kita bersyukur bahwa Alloh masih sayang dengan kita, Dia mengelus-elus kita dengan kasih sayang yang berupa pemberian sakit gigi, sehingga kita bisa menjadi lebih berkembang dalam kehidupan karena kita bisa belajar dari segala macam kejadian kehidupan (baik diri sendiri maupun orang lain). Memang tidak mudah untuk merubah paradigma yang telah mengakar kuat seperti ini, tapi Anda bisa melatih dan melakukannya.

Ingat juga, Anda harus langsung beristighfar karena setumpuk-tumpuk dosa-dosa kita. Ingat juga untuk tetap ikhlas.

Sehingga sudah seharusnya (juga) jika yang teringat pertama kali adalah Alloh, berdoa mohon kesembuhan diiringi dengan memohon ampun atas dosa-dosa baik sengaja maupun tidak disengaja. Barulah kita menjemput solusi-solusi yang diberikan-Nya, termasuk pergi ke dokter gigi, beli obat pereda sakit gigi dan lain sebagainya. Ada DOA, ada USAHA!

Begitu mudah dan sederhananya kita menjalani kehidupan dan setiap hari diharapkan kita bisa berkembang berkehidupan secara holistik, menuju sukses dunia dan akhirat. Amin!

Semoga bermanfaat…

Catatan:

  • Tulisan ini saya tulis dalam kondisi sedang sakit gigi, rasanya luar biasa!
  • Apakah setelah menulis kemudian berkurang? ya nggak juga, karena saya juga belum menjemput solusinya…
  • Bagaimana dengan Anda?
  • Pereda sakit gigi bisa menggunakan PONSTAN atau sejenisnya.

Pandangan tentang MASALAH! 11 Juni 2010

Posted by agfi68 in ikhlas, mindset.
Tags: , , , , , , , , ,
3 comments

Jika pada artikel sebelumnya saya telah memberikan penjelasan tentang mengatasi dan menyelesaikan masalah, maka kali ini (dari websitenya Kang Zen) saya mendapatkan penjelasan lebih akurat tentang pandangan atau paradigma yang berkaitan dengan MASALAH atau UJIAN yang sedang kita hadapi…

Masalah yang dihadirkan Allah kepada kita bisa menjadi UJIAN tapi bisa juga menjadi AZAB. Tergantung kita menempatkannya dan tergantung dosa-dosa kita. Mulai saat ini, dengan keyakinan penuh dari hati, marilah kita selalu berpikir positif terhadap masalah yang datang silih berganti. Karena masalah adalah ibarat kesulitan yang menghadirkan suatu keistimewaan.

Mari kita perhatikan lebih seksama beberapa tanda semesta berikut ini…

Layang-layang bisa terbang tinggi justru ketika gerakan angin berani ia hadapi, melawan arah angin bukan searah mengikuti. Pohon bisa tumbuh subur tinggi justru ketika diberi pupuk yang bau bukannya diberi minyak wangi. Makan terasa nikmat, justru ketika sudah lapar berat. Minum terasa menyegarkan justru ketika haus kian tak tertahankan. Bahkan sang bintang pun bisa terlihat terang, justru ketika sang bintang berani muncul di antara kegelapan malam.

Ya, ketika hadir sebuah masalah maka segeralah mengingat Allah lebih dalam dan lakukanlah INSTROSPEKSI dan berpikirlah, “Apa yang sudah saya lakukan, sehingga hadir masalah ini?”

Berpikir ke depan dan visioner itu sangatlah baik, tetapi melihat ke belakang sekilas saja, insya Allah akan membuat Anda menginjak gas mobil kehidupan Anda dengan lebih yakin.

Ibarat Anda sedang mengendarai mobil, tentunya membutuhkan kaca spion sebelum melakukan aksi terobosan yang memukau. Namun demikian, Anda dilarang untuk selalu melihat kaca spion, sebab bagaimanapun juga finish pasti ada di depan, tidak mungkin ia ada di belakang Anda. Ya, tak baik terlalu lama melihat masa lalu, maafkanlah ia, dan fokuslah pada kenikmatan Allah yang dihadirkan hari ini, seraya bergeraklah ke depan menuju kenikmatan-kenikmatan berikutnya.

Artinya, “kaca spion” yang saya maksud adalah kemampuan Anda untuk melakukan aksi MUHASABAH atau INTROSPEKSI dengan cepat ketika masalah itu hadir menimpa Anda. Tanyakanlah ke dalam diri Anda, ke dalam hati yang terdalam di dalam diri Anda, di mana di sana ada ALLAH yang menggenggam hati Anda.

Tanyakanlah kepada hati Anda, artinya tanyakanlah kepada Allah. “Ya Allah, apa maksud semua ini, apa yang harus aku lakukan, aku berserah penuh pada keteraturan yang Engkau buat ya Allah”. Ketika AZAB/PERINGATAN yang menjemput Anda maka segeralah bertaubat dengan beristighfar, sedangkan tatkala yang hadir itu sebuah UJIAN maka sesungguhnya UJIAN itu hadir sebagai Anugerah, sebab berbagai ujian itulah yang melahirkan potensi dan kualitas Anda yang sejati di kemudian hari.

Ya, kadang kita masih bingung apakah Kesulitan yang hadir ini berupa AZAB/PERINGATAN ataukah UJIAN/ANUGERAH. Namun, Jika Anda sudah terbiasa membersihkan diri, maka hati kecil Anda akan menginformasikan kepada Anda apakah masalah/kesulitan tersebut sebuah AZAB/PERINGATAN ataukah justru sebuah UJIAN/ANUGERAH.

(lebih…)