jump to navigation

Terima kasih (mas) Dwi Hartanto! 10 Oktober 2017

Posted by agfi68 in mindset.
Tags: , ,
3 comments

Yogyakarta, 10 Oktober 2017

Heboh saat ini media massa menyoroti sosok Dwi Hartanto dengan segala tipu daya-nya (baca “Kronologi terbongkarnya kebohongan Dwi Hartanto ‘ahli dirgantara’“). Saya mengenal yang bersangkutan (DH) sekitar tahun 2009 dalam acara INSPIRE Workshop, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan lainnya terkait dunia satelit, khususnya di Indonesia. Begitu bangga-nya saya saat itu punya kolega yang masih berusia muda namun prestasinya sungguh memukau. Bahkan dalam banyak kesempatan saya dan DH banyak berdiskusi hal-hal terkait teknologi dan kemandirian Satelit Indonesia, sungguh itu salah satu yang membuat saya (khususnya) bersemangat dalam mengerjakan proyek dan penelitian satelit di Indonesia, mewakili UGM tentunya.

Sempat juga kami (saya dan senior saya bapak Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc.) menawari DH untuk menjadi dosen di Program Studi S1 Elektronika dan Instrumentasi (ELINS), namun saat itu (sekitar awal 2016), DH masih pikir-pikir dulu karena, ngakunya, ditawari 2 perusahaan besar (Boeing dan satu lagi saya lupa) di Jerman sementara DH sendiri, ngakunya, beberapa bulan kedepan akan ujian disertasi. Bahkan kami tawarkan alternatif agar DH masuk dulu sebagai dosen ELINS dengan Ph.D-nya kemudian melakukan postdoc dan kerjasama dengan TU-Delft atau salah satu perusahaan yang dia sebutkan itu… namun lagi-lagi… “saya pikir2 dulu ya pak Agfi, pak Tri…”… Oke-lah kalo berubah pikiran atau sudah ada keputusan silahkan hubungi kami segera. Ahirnya beberapa bulan hingga akhir 2016 tiada kabar dan tiba-tiba saja sudah banyak media massa mengabarkan kehebatan, luar biasanya, dahsyat-nya DH dengan berbagai prestasi-nya… saya pun (terus terang) ikut senang, bangga dan berbinar-binar saat itu…

Sampai beberapa saat yang lalu, sebelum heboh di media sosial dan media massa, tiba-tiba saja ada masuk pesan WA dari kolega saya yang intinya ada CV dari DH yang perlu diklarifikasi oleh saya atas permintaan temen2 PPI TUDelft saat itu… Cukup kaget saya membaca CV tersebut, karena sudah terlihat kebohongan2 DH… namun saat itu saya tidak berpikir yang macem-macem terkait kebohongan DH, hanya sebatas CV tersebut, saya kecewa… apalagi kemudian selanjutnya saya mendapatkan WA terkait artikel “Surat Terbuka Tentang Ilmuwan Indonesia“… hmmm makin kecewa-lah saya…

Hingga kemudian BOOM! Terjadilah heboh pemberitaan terkait dengan kebohongan2 yang dilakukan DH… Wow! Baru kali ini saya kena tipu tingkat internasional? Hmm apakah saya menyesal mengenal DH? Oooo tentu saja tidak…

(lebih…)

Iklan

Kisah Mahasiswa (yang) Terlambat Ngumpulin Proposal 21 Oktober 2015

Posted by agfi68 in mindset, pendidikan.
Tags: , ,
add a comment

mhsw: “maaf pak saya terlambat mengumpulkan proposal, apakah bisa diterima?”

admin: “TIDAK BISA! silahkan mengulang semester depan…”

mhsw: “waduch please dech pak… bukan-nya saya sengaja terlambat tapi kemarin siang tiba-tiba saja printer saya error…”

admin: “lha emang apa urusannya dengan terlambat?”

mhsw: “yach kan saya harus perbaiki dulu printernya pak, barusan selesai tadi malam…”

admin: “oke, kenapa kamu tidak mencoba mencetak di tempat lain? kalo inget kemarin itu hari terakhir? kan printer rusak bisa dipikir nanti setelah kumpul proposal?”

mhsw: … diam …

admin: “kenapa juga baru kemarin mencetak proposal jika tahu bahwa kemarin adalah hari terakhir??”

mhsw: … masih diam …

admin: “… tapi saya hargai usaha kamu hari ini mengumpulkan proposal padahal sudah terlambat, dan kamu satu2nya yang terlambat… tapi bukan begitu caranya… proposal ditolak dikumpulkan bukan juga akhir segalanya… tapi akan menjadi suatu pelajaran berharga bagi kamu dalam kehidupan ini…”

alternatif ending 1

mhsw: …. “iya pak, maaf… saya jadi belajar dari kejadian ini dan tidak akan mengulangi lagi hal yang serupa, terima kasih pak…”

alternatif ending 2

mhsw: (dalam hati, sambil ngeloyor pergi) “as*! malah saya dikata2in begini… baji***n tengik, cuman seonggok proposal begini malah disuruh ngulang semester depan… bener-bener as*…! dosen pembimbing dan penguji juga as**…. terlalu banyak yang harus direvisi….. ooo nasib nasib… gara-gara printer bobrok…!!”

[sudah begitu saja silahkan disimpulkan sendiri ya…]

(lebih…)

Belajar Kehidupan dari Mahapatih Gadjahmada yang Muslim (?) 3 Januari 2011

Posted by agfi68 in mindset.
Tags: , , , , , ,
6 comments

Pernah kubertanya, mengapa kampusku diberi nama Universitas Gadjah Mada, sementara itu (sampai artikel ini kutulis) belum ketemukan minimal filosofi kehidupan Gadjahmada (biografik klik disini, novel-nya disini), baik di website UGM, maupun di leaflet-leaflet-nya.

patung gajah madaAkhirnya kutemukan filosofi kehidupan Mahapatih Gadjamada di dalam buku yang ditulis oleh sahabatku sendiri mas Herman Sinung Janutama dalam bukunya “Kesultanan Majapahit: Fakta Sejarah yang Tersembunyi” yang ditebitkan oleh LHK PDM Yogyakarta. Tulisan ini tidak sekedar mencuplik apa yang ditulis beliau, namun saya coba untuk mennguraikan sebatas kemampuan yang saya miliki, dengan tujuan agar kita bisa belajar dan mengambil hikmah positif dari pelajaran-pelajaran di masa lalu.

Ok, jika kita mendengar Gadjahmada, maka apa yang ada dalam pikiran kita adalah Sumpah Amukti Palapa:

“Saya tidak akan merasakan Palapa sebelum Nuswantara seperti Seram, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Sunda, Bali, Palembang, Tumasik (Singapura) masuk dalam wilayah Majapahit” (Janutama, 2010)

Adapun filosofi dari Gadjahmada ada 3 (tiga) yang utama, jarang sekali kita ketahui. Apa saja? Sapta Dharma Gadjahmada, Catur Dharmaning Nerpati dan Dharmaning Pandawa Lima.

Sapta Dharma Gadjahmada

Seorang kestariya suci hendaknya memiliki 6 (enam) sifat, yaitu:

  1. Abhikamika, seorang kstaria suci pengemban praja hendaknya zahid, berkepribadian gung, luhur, berakhlak mulia, rendah hati dan membela kepentingan kawulo alit.
  2. Prajna, seorang kstaria suci pengemban praja hendaknya bijaksana sehinga menjadi suri teladan yang baik bagi kawulo alit.
  3. Usaha, seorang kstaria suci pengemban praja harus tulus ikhlas, lillahi ta’ala dalam berupaya.
  4. Atma Sampat, seorang kstaria suci pengemban praja harus seorang insan kamil.
  5. Sakya Samanta, seorang kstaria suci pengemban praja harus memiliki pandangan yang bersih dan suci, mampu menyelami hakekat hidup dan kehidupan.
  6. Aksudra Parisakta, seorang kstaria suci pengemban praja harus bertingkah laku seprti orang biasa, sederhana, apa adanya, lugu, tidak sombong, tidak neko-neko, tidak tinggi hati, tidak merasa sebagai orang hebat atau megalomania.

(lebih…)

5 Syarat untuk Berbuat MAKSIAT! Sebuah Nasehat 10 November 2010

Posted by agfi68 in DUIT, mindset.
Tags: , , , , ,
add a comment

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG…

Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham (Aba Ishak).Dia berkata: “Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat.” Setelah mendengar perkataan tersebut Aba Ishak berkata: “Jika kamu mahu menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh kamu melakukan maksiat.” Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya, “Apakah syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?”

Ibrahim bin Adham berkata:

  1. SYARAT PERTAMA: “Jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezeki-Nya.” Mendengar itu dia mengenyitkan kening seraya berkata: “Dari mana aku mahu makan? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah?” “Ya! “tegas Ibrahim bin Adham. “Kalau kamu sudah memahaminya, masih mahukah memakan rezeki-Nya, sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?” “Apakah syarat keduanya?” soal lelaki tersebut. Lantas Aba Ishak menjawab:
  2. SYARAT KEDUA: “Kalau kamu bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya. “Syarat ini membuat lelaki itu terkejut separuh mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya: “Wahai hamba Allah, fikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan kamu melanggar segala larangan-Nya.?” “Ya! Anda benar” kata lelaki itu. Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab:
  3. SYARAT KETIGA: Kalau kamu masih mahu bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya. Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata: “Wahai Ibrahim, ini nasihat macam mana? mana mungkin Allah tidak melihat kita?” “Ya, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan melakukan maksiat?” kata Ibrahim. Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat.
    Ibrahim melanjutkan:
  4. SYARAT KEEMPAT: “Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kepadanya, “Tunda kematianku dulu. Aku masih mau bertaubat dan melakukan amal soleh”. Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan tersedar dan berkata: “Wahai Ibrahim,mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku?” “Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahawa kamu tidak boleh menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?” “Baiklah, apa syarat yang kelima?”
    Ibrahim pun menjawab:
  5. SYARAT KELIMA: “Kalau malaikat Zabaniyah datang hendak mengiringmu ke api neraka di Hari Kiamat nanti, jangan engkau ikut bersamanya.” Perkataan tersebut membuatkan lelaki itu insaf. Dia berkata: “Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya.” Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran . “Mulai saat ini aku ingin bertaubat kepada Allah” katanya sambil teresak-esak…

semoga bermanfaat dan menyadarkan kita untuk segera meninggalkan segala macam perbuatan yang dilarang Allah SWT serta bersegera melaksanakan syariat-Nya di muka bumi ini, termasuk menjalankan perintah-perintah-Nya…

Keberuntungan bukanlah Kebetulan (Luck is No Accident)… 21 Oktober 2010

Posted by agfi68 in DUIT, mindset.
Tags: , , ,
1 comment so far

Pernahkah kita memerhatikan bahwa peristiwa tak terduga (hadirnya kesempatan) lebih sering menentukan hidup dan karier kita ketimbang semua perencanaan kita? Pertemuan tak terduga, janji yang tidak ditepati, perjalanan wisata yang spontan dilakukan, pekerjaan pengisi waktu, hobi yang
baru saja ditemukan (semacam pengalaman kebetulan) yang mengarah pada hidup dan pilihan karier yang tak terduga.

Dalam bukunya ini John D Krumboltz & Al S. Levin (Luck is no accident: making the most of happenstance in your life and career) memaparkan tentang kisah-kisah nyata yang menggambarkan keberuntungan bukanlah kebetulan, nasihat tertentu berdasarkan kisah-kisah tersebut yang memungkinkan kita untuk menerapkan dalam hidup kita sendiri, latihan-latihan yang membangkitkan pikiran dan berorientasi pada aksi, yang dapat kita gunakan saat ini juga. Buku ini tidak sedang menentang perencanaan, tetapi akan memberikan gambaran bahwa kita tidak harus terus terikat pada rencana yang tidak lagi berjalan dengan baik bagi kita.

Pada artikel ini hanya akan diberikan poin-poin atau inti dari pembahasan (bab-bab) buku ini yaitu:

  1. Memanfaatkan kejadian tak terduga dengan sebaik-baiknya.
    • Ambil manfaat dari kekecewaan tak terduga.
    • Terbukalah terhadap perubahan lokasi dan pekerjaan.
    • Bagikan ketertarikan dan pengalaman kita dengan orang yang kita temui.
    • Ubah frustasi menjadi peluang.
    • Sadari bahwa kejadian tak terencana menghasilkan lebih banyak kejadian tak terencana.
    • Sesuaikan pekerjaan dengan kita (menempatkan diri dalam tugas).
    • Memanfaatkan kebetulan dengan sebaik-baiknya.
  2. Selalu biarkan pilihan kita terbuka.
    • Hindari kebutaan pandangan.
    • Merespon tekanan dengan tetap berpikiran terbuka.
    • Kita tidak harus berkomitmen pada tujuan masa depan.
    • Buatlah keputusan ketika tiba waktunya.
    • Bebaskan diri kita dari harapan yang tidak realistis.
    • Berikan respon Positif terhadap pertanyaan yang menantang.
    • Menolak melayani kesengsaraan hidup karena pilihan salah dalam pemilihan karier terdahulu.
  3. Bangunlah, sebelum Impian kita menjadi kenyataan.
    • Ketika impian gagal, gantilah dengan yang lain.
    • Cobalah ambil beberapa langkah pendek sebelum melompat ke kesimpulan.
    • Jangan bertahan pada pilihan buruk.
    • Dengarkan nasihat, putuskan sendiri.
    • Kurangi stess dengan menyadari bahwa kita tidak dapat merencanakan seluruh hidup kita selanjutnya.
    • Menyusun kembali prioritas saat situasi berubah.
    • Jangan “nikahi” pekerjaan impian.
    • Membangkitkan gairah dengan mengambil tindakan.
    • Bukalah diri dengan alternatif lain.
  4. Cobalah, meskipun tidak tahu hasilnya.
    • Mengambil resiko yang tampaknya potensial.
    • Bersiaplah akan kesempatan yang tak terduga.
    • Temukan sesuatu yang tidak kita ketahui sebelumnya.
    • Ambil resiko yang mungkin gagal.
    • Ambil resiko dengan hasil yang tidak diketahui.
    • Gunakan media untuk menganjurkan peluang karier yang tak mungkin.
    • Tetaplah berhubungan dengan teman dan kolega (membangun dan menjaga hubungan).
    • Carilah dorongan dari orang lain.
    • Asumsikan bahwa ketertarikan kita akan berubah.
  5. Majulah dan buat kesalahan.
    • Sadari bahwa kegagalan dan kesalahan adalah hal yang biasa, normal, dan mengandung pelajaran. (mencoba untuk menjadi sempurna adalah resep menuju ketidak-bahagiaan).
    • Manfaatkan kesalahan kita, kesalahan dapat mengajari dan terkadang dapat mengarahkan pada hasil yang bahkan lebih baik dari yang kita harapkan.
    • Dapatkan inspirasi dari kesalahan orang lain.
    • Sadari bahwa kebetulan memainkan peran dalam setiap keputusan.
    • Bereaksi terhadap kesalahan secara konstruktif.
    • Lanjutkan hidup kita.
  6. Bertindaklah untuk menciptakan keberuntungan kita sendiri.
    • Mulailah dengan langkah (tindakan) pertama dan mengevaluasinya sebelum ke langkah selanjutnya.
    • Sadari bahwa masa depan dimulai saat ini.
    • Manfaatkan kesempatan yang hadir tepat pada waktunya.
    • Selalu upayakan yang terbaik.
    • Mintalah apa yang kita inginkan.
    • Saat putus asa, ingatlah mereka yang telah kita bantu, jangan malu untuk meminta bantuan.
    • Jangan biarkan keraguan mencegah kita untuk mencoba.
    • Jangan putus asa karena penolakan, bangunlah dan mulai lagi.
    • Bicaralah dengan semua tipe orang.
    • Teruslah belajar.
    • Cobalah aktivitas baru.
    • Libatkan diri kita dalam proyek.
  7. Dapatkan pekerjaan itu, kemudian pelajari keterampilannya.
    • Jangan pernah ”menamatkan” pendidikan kita.
    • Jadikan setiap pekerjaan sebagai pengalaman belajar.
    • Gunakan keterampilan yang dipelajari dalam satu pekerjaan untuk memenuhi syarat bagi pekerjaan selanjutnya.
    • Jangan remehkan keterampilan kita.
    • Pelajari apa yang kita nikmati dari pengalaman kita sendiri.
    • Berikan promosi bagi diri kita sendiri.
    • Perlakukan rintangan belajar sebagai tantangan
  8. Nikmati diri kita, hidup yang lebih baik adalah hidup yang seimbang.
    • Tugaskan diri kita untuk menciptakan kehidupan yang memuaskan, bahkan jika kita tidak bekerja sekalipun.
    • Belajar dengan menjalani hobi.
    • Semua pekerjaan adalah tentang membantu orang lain.
    • Ambil pekerjaan sementara yang tidak menggangu waktu pekerjaan utama kita.
    • Masuklah ke dunia politik.
    • Sediakan diri untuk melakukan sesuatu yang kita nikmati.
    • Pergi ke sekolah.
  9. Mengatasi sabotase diri.
    • Mengambil pekerjaan pertama yang ditawarkan, yang membuka kita pada kesempatan belajar terbaik, dan mengambil manfaat dari setiap kesempatan yang kita dapatkan untuk mempelajari keterampilan baru dan mengembangkan ketertarikan baru.
    • Mengatasi hambatan (internal & eksternal) menuju tindakan.
    • Kembangkan keyakinan yang membantu.
  10. Ingatlah, keberuntungan bukanlah kebetulan.
    • Selalu belajar, selalu mencoba, selalu berpikir.

Sharing dari forum Kaskus, semoga bermanfaat…

22 Tanda Iman Kita Sedang Lemah…! 19 Oktober 2010

Posted by agfi68 in DUIT, mindset.
Tags: , , , ,
4 comments

Oleh: Mochamad Bugi

Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah:

  1. Ketika Kita sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan.
    Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Kita. Akibatnya, Kita akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.
    Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan,sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseorang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadimalam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nyatelah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486).
    Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang di saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor86)
  2. Ketika hati Kita terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Kita. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Kita masuk ke dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)
  3. Ketika Kita tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur’an. Melamun dalam doa. Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja.Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (Tirmidzi, hadits nomor 3479)
  4. Ketika Kita terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada. Menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yangpaling belakang. Waspadalah jika Kita berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda,”Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.“(Abu Daud, hadits nomor 679). Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang munafik. “Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.” Jadi, hati-hatilah jika Kita merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.
  5. Ketika hati Kita tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Kita. Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, “Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati.“(As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554).
  6. Ketika Kita tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Kita merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca Al-Qur’an. Jangan sampai Kita membuka mushhaf, tapi di saat yang samamelalaikan isinya. Ketahuilah, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya),dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal:2).
  7. Ketika Kita melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Sehingga Kita merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Kitamenangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah menjadi karakter Kita. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, “Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali.” (An-Nisa:142).
  8. Ketika Kita tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Kita padam. Anggota tubuh Kita tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar. Bahkan, raut muka Kita pun tidak berubah sama sekali.Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang beliaumengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang yang menyaksikannya.” (Abu Daud, hadits nomor 4345). Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup,maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” (Bukhari,hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70).
  9. Ketika Kita gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang. Narsis banget! Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman:18).
    Nabi SAW. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, “Sungguh engkau telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya.” (Bukhari, haditsnomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321) Hati-hatilah.
    Ingat pesan Rasulullah ini, “Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir.” (Bukhari, nomor 6729) “Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela, keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hari kiamat, kecuali orang yang adil.” (Shahihul Jami, 1420).
    (lebih…)

Susahnya Menangisi DOSA! 17 September 2010

Posted by agfi68 in DUIT, mindset.
Tags: , , , ,
add a comment

Ahh….entah karena sombong, entah karena merasa cukup, entah karena diri ini tak peduli atau terlalu banyak hal yang aku lakukan tak bernilai ibadah oleh-Nya.

Terasa ada yang hilang ketika melakukan amal yang diwajibkan atas perintah-Nya, keyakinan atas diterimanya amal membuat hati ini merasa cukup tanpa harus menyesali bahwa ternyata setiap hari yang dijalani selama 24 jam yang diberikan Allah padaku saat ini lebih banyak lalai dan melakukan banyak dosa sehingga ketika bercermin pada hati tersadar akan kekotoran terjebak dalam dosa yang disadari atau tidak disadari.

Cerminan wajah yang terpancar dari wajah pilu menyisakan banyak tanya bagi orang lain. Wajah murung, wajah tanpa senyum, wajah penuh kebencian terpancar kesombongan dalam hati seolah paling kuat, paling beriman, paling bertaqwa.

Ketika semua kejadian terasa menghimpit dan tersadar, hati ini bertanya kenapa sulit bagiku untuk menangisi dosaku??

Allah ampuni aku…

Jangan Kau biarkan aku dalam kesombongan merasa mulia dihadapan manusia namun Engkau tak menganggap aku sebagai hamba-Mu…

Ya Rahman sadarkan aku…

Sedetik berlalu banyak sekali kelalaian yang kuperbuat tanpa bimbingan dari-Mu…

Ya Rahiim maafkan aku…

Kesempatan yang Kau beri kusia-siakan dengan lamunan akan ampunan dan jaminan surga darimu…

Ya Robb paksalah aku untuk tunduk pada-Mu karena begitu sulit untukku menangisi perbuatan dosaku, aku lemah…

Ya Robb..aku sombong..aku takut Kau biarkan aku kelak di Akhirat.. aku takut ketika Rasulmu memanggil umatnya, aku dilupakan karena dosa dan lalai atas perintah dan larangan-Mu…

Ya Robb nasehat dari hamba-hamba-Mu seringkali tak kupedulikan karena kesombonganku… Ampuni aku …

Ya Robbku ingin sekali aku bisa menangis karena dosa-dosaku pada-Mu…

Ya Robb tolonglah aku…

Sumber:

  • Renungan dan Kisah Inspiratif (Facebook).

Sesudah KESULITAN pasti ada KEMUDAHAN! 25 Agustus 2010

Posted by agfi68 in DUIT, ikhlas, mindset.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Saya sangat bersyukur ke hadirat Allah SWT dikarenakan hari ini saya belajar terhadap salah satu firman-Nya di dalam surat Alam Nasyrah (surat ke 94) ayat 5 dan 6.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. 94:5-6)

Kronologisnya adalah saat saya mengurus surat Askes untuk perawatan istri saya yang sedang sakit, sudah saya cari ke seluruh penjuru rumah tetap saja tidak ketemu alias hilang. Dengan demikian, untuk mendapatkan asuransi, mau tidak mau saya harus meminta lagi kartu tersebut.

Di pagi hari langsung saja meluncur ke kantor Askes di Yogyakarta, ternyata harus ada surat keterangan hilang dari kepolisian, langsung saja meluncur ke Polsek Banguntapan, Masya Allah listrik mati! Disarankan langsung menuju Polsek Kotagede, langsung meluncur ke sana malah bingung gak ketemu… Ya Allah, bukankah aku sudah berdoa tadi agar segala urusanku hari ini dimudahkan-Nya, mengapa kejadiannya seperti ini ya Allah, begitu protesku saat meluncur menuju polsek dekat jembatan layang Yogyakarta…

Masya Allah sesampainya di polsek jembatan layang, listriknya juga mati, ya Allah hikmah apalagi yang akan Kau berikan padaku hari ini, sungguh ‘capek’ rasanya, apalagi dalam kondisi berpuasa seperti di bulan Romadlon ini… begitu protesku yang memang seharusnya tidak layak kutujukan pada-Mu ya Allah, pastilah Kau akan berikan sesuatu hari ini entah apa itu…

langsung kemudian meluncur ke (salah tempat) pos polisi di simpang empat UGM, ternyata salah kalo cari surat keterangan hilang disitu (pos polisi lalu-lintas), dipersilahkan menuju ke polsek belakang peternakan…. astaghfirullah ya Allah sungguh bodohnya diriku…

Singkat cerita langsung saja meluncur ke polsek belakang peternakan dan alhamdulilah surat kehilangan itu akhirnya aku dapat. Apakah cerita-nya berhenti disini? Tentu saja belum!

Karena harus memberikan kuliah, sebelum mengurus kembali kartu Askes-ku, aku masuk kuliah dulu, sewaktu di ruang dosen, saya cerita-cerita tentang kartu Askes-ku yang hilang, ada salah seorang karyawan yang memberitahuku bahwa seluruh pegawai di kantor sebenarnya sudah dibuatkan oleh bagian kepegawaian untuk kartu dengan nomor baru! Dia tanya apakah aku sudah mengambil kartu tersebut? Subhanallah! Inilah jawaban atas doa-ku agar dimudahkan-Nya urusanku, alhamdulillah langsung saja aku ambil kartu Askes-ku yang baru dan lengkap (untuk seluruh anggota keluarga) dan bereslah urusanku yang satu ini!

Memang tidak diragukan lagi ayat 5 dan 6 dari surat Alam Nasyrah tersebut!

Saudara-saudaraku yang baik hatinya, yang Insya Allah dimuliakan Allah, semoga cerita yang singkat dan penuh hikmah ini bisa menjadi bermanfaat bagi kita semua, bahwasanya Allah pasti menolong kita, jika kita memang sudah berusaha seoptimal mungkin…

Insya Allah…

Bagaimana Meminta Maaf secara Efektif? 26 Juli 2010

Posted by agfi68 in ikhlas, mindset, ucapan.
Tags: , , , ,
6 comments

Meminta maaf dan mengakui kesalahan bukanlah perkara yang mudah, perkara yang sulit tapi bisa kita lakukan, dan harus dilakukan. Tentu saja menghindari marah atau berbuat kesalahan adalah hal yang terbaik untuk dilakukan, ibarat berbuat kesalahan fatal atau memarahi seseorang atau sekelompok orang, apalagi ternyata mereka tidak bersalah sama sekali (yang salah aja kalo bisa jangan dimarahi apalagi tidak bersalah) adalah ibarat menancapkan paku pada sebuah kayu, ketika paku tersebut kita cabut (meminta maaf), apakah serta merta lubang bekas paku hilang (luka atau sakit hati korban kemarahan)?

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (al Baqarah (2): 263).

So berhati-hatilah dengan ucapan dan tingkah laku kita, apalagi yang berhubungan dengan orang lain.

Dengan demikian perlu kiranya kita belajar meminta maaf secara efektif. Pernyatan seperti “Maaf ya…” atau “Saya minta maaf…” tidak serta merta berlaku secara efektif (dan bahkan belum dapat diterima). Ada beberapa situasi yang sedemikian hingga membuat kita harus memohon maaf dengan cara-cara tertentu…

Tip #1: Meminta Maaf-lah dengan tulus dan ikhlas

Meminta maaf dengan terpaksa (nggrundel dalam bahasa jawanya) tidak ada gunanya. Justru akan berakibat semakin buruk. Terima-lah kenyataan bahwa kita memang melakukan kesalahan, akuilah kesalahan tersebut, sengaja maupun tidak sengaja kita lakukan. Minta maaf secara tulus dan ikhlas, hindari keterpaksaan.

Tip #2: Hindari Meminta Maaf Terus-terusan (berulang-ulang)

Tidak ada gunanya kita meminta maaf terus-menerus, berulang-ulang, apalagi terhadap atasan Anda. Seperti sebelumnya, bisa memperburuk akibatnya. Kok bisa? Ya kita seperti mengingatkan terhadap kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, apakah ini yang kita harapkan? Tentu tidak bukan?

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. (asy Syuura (42): 37).

Tip #3: Hindari Memberikan Penjelasan Panjang Lebar

Hindari memberikan penjelasan panjang lebar, jika Anda ingin meminta maaf secara efektif. Tidak ada gunanya Anda menghabiskan lebih dari separo waktu Anda untuk menjelaskan mengapa Anda melakukan kesalahan, bagaimana kronologis Anda melakukan kesalahan. Penjelasan singkat terasa cukup untuk kebanyakan situasi dan terkadang orang yang dimintai maaf tidak ingin Anda berpanjang lebar menjelaskan situasinya.

Tip #4: Bersegeralah Meminta Maaf

Jangan menunda-nunda dalam meminta maaf! Lakukan segera setelah Anda tahu bahwa Anda melakukan kesalahan (entah tahu dengan sendirinya atau diberitahu teman Anda). Dengan penundaan, orang yang menjadi korban Anda, akan menganggap Anda pengecut dan tidak layak dihormati. Jika Anda tidak bisa langsung bertemu fisik dengan dia, bisa kirim pesan terlebih dahulu (sms, email dan lain sebagainya) atau lakukan lewat telepon terlebih dahulu. Dan pastikan Anda meminta maaf saat bertemu langsung dengan korban Anda.

Tip #5: Jangan Mengharap Apapun

Jangan berharap akan mendapatkan maaf segera mungkin, bersiaplah untuk situasi terburuk sekalipun. Permintaan maaf bukanlah percakapan atau komunikasi yang nyaman, namun harus dilakukan agar akhirnya bisa nyaman, walaupun semuanya butuh proses, apalagi kalau luka itu sudah terlanjur dalam. Tetap lakukan permintaan maaf.

Oya, jika Anda sebagai orang tua melakukan kesalahan terhadap anak-anak Anda, tip-tip ini juga berlaku sama. Dengan demikian anak-anak kita juga akan belajar meminta maaf secara efektif, dengan kata lain, kita bisa memberikan pelajaran buat anak-anak kita langsung dengan contoh atau teladan yang baik dari orang tuanya…

Semoga bermanfaat…

(Diambil dari berbagai macam sumber dan pengalaman)

Memberi ARTI dalam setiap Kejadian! 3 Juli 2010

Posted by agfi68 in DUIT, mindset.
Tags: , , ,
1 comment so far

Percaya atau tidak, kejadian yang kita hadapi sehari-hari, baik, buruk, menyenangkan, menyedihkan, kejutan dan seterusnya awalnya tidak ada artinya sama sekali. Kitalah yang memberikan arti pada setiap kejadian-kejadian tersebut sesuai dengan belief system, keyakinan atau paradigma yang sudah menyatu dengan diri kita. Hal inilah yang menyebabkan untuk setiap kejadian yang sama, respon antara satu orang dengan orang lainnya bisa berbeda.

Pernah suatu ketika, anak saya memberikan pernyataan pada saya, waktu itu seperti biasa saya (sebagai seorang ayah) sedang guyon-guyon, ternyata tanggapan anak saya “Jangan gitu yah… aku lagi sensi loch…”. Wow! kenapa bisa emosi mengendalikan kita? Sungguh kasihan… Kejadian ini tentu saja tidak membuat saya marah, karena disisi lain memberikan kesempatan kepada saya untuk memberikan pengarahan kepada anak saya agar kitalah yang mengendalikan emosi, bukan sebaliknya… Jika hal ini kita biarkan saja, tentu akan menggerogoti energi positif kita yang (kemungkinan) juga sudah hampir habis, he he he… bisa jadi minus loch!

Berhati-hatilah dan sekali lagi, Kitalah yang mengendalikan emosi, bukan sebaliknya.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Mekanisme perilaku kita disebabkan karena otak selalu menanyakan 3 hal terhadap suatu kejadian:

  1. Saya mau perhatian gak terhadap hal tersebut?
    Tentunya tergantung dengan kejadian itu sendiri apakah berarti buat Anda, misalnya saat saya kehilangan kucing kesayangan saya, tentu sedih dibuatnya, namun tetangga saya biasa-biasa aja tuch, bahkan istri dan anak-anak saya juga gak ambil peduli. Saya-pun juga tidak berlarut-larut dalam kesedihan, karena nanti suatu ketika Tuhan pasti mengganti dengan kucing yang lebih baik (dan ternyata memang dalam waktu gak lama dapet kucing yang lebih keren). Ini hanya contoh saja dan juga hanya masalah kucing, bagaimana dengan kejadian yang mungkin lebih heboh daripada kucing? Ya sama saja! Misalnya, beberapa saat yang lalu salah satu sahabat saya kehilangan laptop dan sekaligus HP-nya, padahal HP juga belum lunas baru nyicil berapa bulan, tas-nya juga sekalian sama laptop dan paspor (karena sebentar lagi ada dinas ke luar negeri). Ya saya sich biasa-biasa saja, namun dia sempat kelabakan. Tentu saya juga bisa merasakan bagaimana laptop dan HP-nya hilang, ya saya memberikan dukungan dan doa semoga laptop dan HP-nya digantikan dengan produk lain yang lebih luar biasa. Bagaimana dengan Anda?
  2. Apa artinya hal tersebut bagi diri saya?
    Lantas kejadian tersebut jika memang menyita perhatian saya, apa artinya? Misalnya, O memang sudah saatnya saya ganti kucing yang baru dan lebih keren entah kapan. Atau barangkali, O mungkin karena kurang sedekah, so laptop dan HP jadi pindah tangan. O barangkali inilah cara Tuhan ingin membuat saya lebih sukses dan bahagia, atau barangkali Anda akan merespon dengan respon yang negatif atau sangat negatif? O memang sedang sial, memang nasibku begini, memang tidak mudah dan tidak setiap apa yang kita impikan terwujud. Mengapa aku dilahirkan seperti ini? Mengapa? Dan seterusnya… Ini semua tergantung dari PARADIGMA KEHIDUPAN Anda sendiri dan setiap orang masing-masing punya paradigma-nya sendiri-sendiri dan percaya atau tidak, kebanyakan kita lebih banyak memiliki PARADIGMA NEGATIF dibanding POSITIF…
  3. Lalu saya mo ngapain?
    Kalo sudah perhatian, kemudian artinya begini atau begitu, apa yang harus saya lakukan? Tentu bisa bermacam-macam mulai dari mengambil tindakan yaitu diam (tidak melakukan apa-apa juga merupakan tindakan), sampai harus melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. O memang sudah nasib, ya sudah saya hentikan usaha ini. O memang gak mudah, gak usah aja dech, lainnya aja. Atau barangkali, o ini menunjukkan strategi yang saya gunakan ada yang gak beres, saya harus ganti strategi, ganti cara, keep learning – tetap belajar dan seterusnya. O barangkali saya tidak pernah sedekah, oke dech besok pagi saya akan nyumbang 1juta buat pondok pesantren deket rumah. Demikian seterusnya…

Intinya, apapun kejadiannya, apalagi di luar kontrol kita, kita tidak bisa merubah, namun kita bisa merubah respon terhadap kejadian tersebut, karena kita punya kontrol terhadap diri kita dan itu pasti!

Lain kali jika Anda menghadapi sebuah kejadian, terutama yang muncul pertama adalah hal-hal yang negatif, Anda bisa melakukan pengubahan haluan pikiran menjadi lebih positif dan berenergi, dengan memberikan 3 pertanyaan seperti di atas.

Saya bisa dan Andapun juga PASTI BISA! Yess!