jump to navigation

Memutuskan Reaksi Berantai! 8 Desember 2015

Posted by agfi68 in mindset, pendidikan.
1 comment so far

Jika mendengar istilah “reaksi berantai” atau dalam bahasa asingnya “chain reaction”, maka tidak salah jika kemudian pikiran kita melayang pada pelajaran kimia, nuklir dan seterusnya. Namun saya tidak akan membahas masalah reaksi berantai yang terkait dengan hal-hal tersebut…

Perhatikan ilustrasi berikut ini….

Seorang mahasiswa sedang mengerjakan tugas akhir (TA) dengan semangat yang luar biasa…. hari berganti hari, minggu berganti minggu… hingga suatu saat ada masalah yang termasuk sulit untuk dicari solusinya… hasil diskusi dengan dosennya saat itu sebenarnya sudah mendapatkan sedikit pencerahan untuk mengatasi masalah tersebut, hingga beberapa hari kemudian mentok (lagi)… mahasiswa tersebut tetap berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri, rasanya JAIM (jaga image) jika harus diskusi lagi dengan dosennya… begitu seterusnya hingga berhari-hari… sama sekali tidak ada jalan keluar… mentok (lagi)…!

SMS dari dosen-nya pun masuk menanyakan kabar progress bagaimana?? Tapi dia ragu menjawab… alih-alih berusaha menemui dosen-nya… dia larut dalam kesuntukan cari solusi… akhirnya dia putuskan untuk cari hiburan dulu… kebetulan ada tetangga minta dibuatkan toko online, dan kebetulan lagi dia termasuk ‘ahli’ soal begituan… jadi dech dapet proyek yang sebenarnya tidak seberapa, namun daripada suntuk, dia putuskan untuk kerjakan proyek itu dulu… baru nanti dia coba lagi cari solusi untuk TA-nya…

Demikian hal tersebut berlanjut… puasnya tetangga akan hasil toko online mengakibatkan mahasiswa tersebut akhirnya mendapat pesanan yang lain… kemudian yang lainnya lagi… kemudian tambah lagi yang lain… dan hitungan income-nya sudah bisa dipake beli motor cash! Demikian seterusnya sehingga mahasiswa tersebut “lupa” dengan TA-nya, mau mengerjakan kembali… teringat masalah yang belum selesai… eh malah ada proyek dengan bayaran yang menggiurkan… demikian seterusnya…

Semester sudah berganti, sementara TA-nya tidak bergerak sama sekali, tidak ada kemajuan, mandeg… masalah yang harusnya dicari solusi-nya sudah terlupakan… dosen pembimbing-nya bahkan sudah ‘menyerah’ karena tidak merasa mampu memberikan motivasi… sementara itu mahasiswa yang bersangkutan sampe lupa harus mengurus registrasi semester, dan menghadapi aturan kedisiplinan dari fakultas… sementara di prodi ada ketentuan TA yang dikerjakan lebih dari satu semester untuk perpanjangan harus disertai progress report yang ditanda-tangani dosen pembimbing… mahasiswa tersebut sudah malu… takut untuk bertemu dengan dosen-nya… ingin minta tanda tangan selalu ditunda-tunda… begitu seterusnya…

(lebih…)

Iklan

Tidak BISA atau Tidak MAU? 31 Oktober 2015

Posted by agfi68 in mindset, pendidikan.
add a comment

3094949_20121221024957Di suatu ketika, pagi hari yang cerah di kampus… seorang mahasiswa sedang berdiskusi dengan dosen-nya…

MHSW: “maaf pak, saya mau ganti mikrokontroler-nya, yang sekarang ini saya BANYAK mengalami kesulitan di bagian komunikasi serial dan ADC-nya… sehingga saya TIDAK BISA melanjutkan lagi…”

DOSEN: “apakah sudah kamu cari kesana kemari bagaimana mengatasi kesulitan yang kamu katakan BANYAK itu tadi…?”

MHSW: “hmmm sudah pak… di website perusahaan-nya langsung malahan… kalo yang lain-lain belum sich… gimana ya pak, apakah ada solusi? Sepertinya saya mau ganti mikrokontroler lain saja pak yang lebih mudah…”

DOSEN: “oke begini…. cari solusi cuman di website perusahaan-nya saja, belum kamu cari via google atau forum-forum lain, juga belum kamu diskusikan panjang lebar dengan saya solusinya dan lain sebagainya… eh tiba2 saja mau ganti mikrokontroler laen, apakah itu akan menjadi solusi??”

MHSW: “semoga pak, soalnya mikrokontroler penggantinya sudah banyak contoh2-nya di internet…”

DOSEN: “ya itu artinya kamu itu TIDAK MAU berusaha lebih lanjut untuk mencari solusi terkait… baru satu macam usaha mencari info di website perusahaan sudah menyerah, dan itu bukan karena TIDAK BISA… bagaimana?”

MHSW: “hmmm bener juga ya pak…. oke lah pak saya akan coba lagi mencari solusi2-nya dengan BERUSAHA lebih GIAT lagi…”

DOSEN: “nah gitu donk…! tetap semangat ya…”

Bagaimana menurut Anda??

(lebih…)

Kisah Mahasiswa (yang) Terlambat Ngumpulin Proposal 21 Oktober 2015

Posted by agfi68 in mindset, pendidikan.
Tags: , ,
add a comment

mhsw: “maaf pak saya terlambat mengumpulkan proposal, apakah bisa diterima?”

admin: “TIDAK BISA! silahkan mengulang semester depan…”

mhsw: “waduch please dech pak… bukan-nya saya sengaja terlambat tapi kemarin siang tiba-tiba saja printer saya error…”

admin: “lha emang apa urusannya dengan terlambat?”

mhsw: “yach kan saya harus perbaiki dulu printernya pak, barusan selesai tadi malam…”

admin: “oke, kenapa kamu tidak mencoba mencetak di tempat lain? kalo inget kemarin itu hari terakhir? kan printer rusak bisa dipikir nanti setelah kumpul proposal?”

mhsw: … diam …

admin: “kenapa juga baru kemarin mencetak proposal jika tahu bahwa kemarin adalah hari terakhir??”

mhsw: … masih diam …

admin: “… tapi saya hargai usaha kamu hari ini mengumpulkan proposal padahal sudah terlambat, dan kamu satu2nya yang terlambat… tapi bukan begitu caranya… proposal ditolak dikumpulkan bukan juga akhir segalanya… tapi akan menjadi suatu pelajaran berharga bagi kamu dalam kehidupan ini…”

alternatif ending 1

mhsw: …. “iya pak, maaf… saya jadi belajar dari kejadian ini dan tidak akan mengulangi lagi hal yang serupa, terima kasih pak…”

alternatif ending 2

mhsw: (dalam hati, sambil ngeloyor pergi) “as*! malah saya dikata2in begini… baji***n tengik, cuman seonggok proposal begini malah disuruh ngulang semester depan… bener-bener as*…! dosen pembimbing dan penguji juga as**…. terlalu banyak yang harus direvisi….. ooo nasib nasib… gara-gara printer bobrok…!!”

[sudah begitu saja silahkan disimpulkan sendiri ya…]

(lebih…)

Seminar dan Private 4 Langkah Dahsyat! Transformasi Diri 6 Juni 2014

Posted by agfi68 in bisnis, DUIT, ikhlas, mindset, pendidikan.
Tags: , , , , ,
add a comment

Sahabat-sahabatku yang luar biasa…

Dalam perjalanan kehidupan ini, mungkin kita pernah bertanya-tanya, atau mengalaminya…

  • Mengapa ada yang sudah berusaha keras, mati2an namun kesuksesan tak diraih?
  • Mengapa ada yang biasa-biasa saja, bahkan cenderung kelihatan malas, namun sukses selalu mudah diraih?
  • Mengapa mudah kehilangan motivasi? Susah mendapatkan semangat?
  • Mengapa kesulitan mendapatkan solusi berbagai masalah kehidupan?
  • Mengapa lebih mudah kehilangan harapan?
  • Mengapa merasa kurang atau bahkan tidak beruntung selama ini?
  • Mengapa?

Kita sangat berkepentingan mengetahui mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi, entah mengalaminya sendiri, atau dalam kapasitas sebagai pengamat perilaku manusia… Kita tentu juga ingin berubah untuk menjadi lebih baik, namun kesulitas bagaimana memulainya… nah dalam inhouse seminar ini, Insya Allah, kita akan belajar tentang…

  • Bagaimana meningkatkan motivasi, produktivitas dan kemampuan diri…
  • Bagaimana meningkatkan gairah dan optimisme dalam menjalani karir dan kehidupan…
  • Bagaimana meningkatkan kualitas sikap dan perilaku terhadap diri sendiri dan orang lain…
  • Bagaimana meningkatkan kemampuan dalam mengelola / mengendalikan pikiran dan emosi…
  • Mengapa kebanyakan orang mengalami demotivasi dan mengetahui secara tepat penyebabnya…
  • Bagaimana mendapatkan solusi segala permasalahan kehidupan…
  • Memahami kekuatan pikiran bawah sadar yang luar biasa dan bagaimana memanfaatkannya…
  • Memahami 4 Langkah dahsyat (Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakal disingkat DUIT) dalam mentransformasi diri menjadi pribadi luar biasa secara internal maupun eksternal, sukses secara holistik…
    • Bagaimana memahami dan menggunakan kekuatan The Prayer (DOA);
    • Bagaimana memahami dan melakukan Tindakan Terilhami (USAHA TERINSPIRASI);
    • Bagaimana memahami dan menjadi orang yang bersikap IKHLAS dan ber-SYUKUR;
    • Memahami dengan cara ber-TAWAKAL atau ber-SERAH DIRI dapat memudahkan jalan mewujudkan impian dan cita-cita;
  • Meningkatkan pemahaman ilmiah tentang prinsip alam semesta dan bagaimana hubungannya dengan sikap ikhlas, pasrah, mau memberi, melayani sepenuh hati, membantu orang lain dan mentalitas berkelimpahan…
  • Dan masih banyak lagi lainnya…

Catatan dan ketentuan penyelenggara (EO, pihak pengundang)

  • Seminar berlangsung selama 2-3 jam untuk UMUM dan sekitar 8 jam untuk PRIVATE (4 sesi, @ 2 jam, maks 6 orang);
  • EO menyediakan ruangan yang representatif sesuai dengan jumlah peserta;
  • EO menyediakan sistem suara / audio system yang memadai baik untuk penyampaian materi, video dan musik;
  • EO menyediakan LCD viewer untuk membantu tayangan selama seminar;
  • EO menyediakan konsumsi, khususnya yang PRIVATE (termasuk makan siang dan lain-lain)
  • Untuk biaya/honor pembicara undangan UMUM maupun PRIVATE silahkan hub IBU ANJAR dengan email ke anjar_agfi@yahoo.com;

agfianto 2014

Biodata pembicara seminar

Dr. Agfianto Eko Putra, Cert. of Neo NLP Pract., CTC adalah seorang Dosen sekaligus Ketua Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (atau yang terkenal dengan sebutan ELINS) periode 2011-2015. Beliau juga seorang penulis lebih dari 8 buah buku (ebook) yang salah satunya adalah sebuah buku motivasi dan sisanya merupakan buku-buku best seller dalam bidang Mikrokontroler, PLC dan Robotika serta masih terus berkarya hingga sekarang. Dilahirkan pada tahun 1968 dari seorang ayah fotografer (juga suka elektronika) dan sang ibu yang jago masak (saat ini memiliki usaha catering di Yogyakarta). Beliau telah berkecimpung dalam dunia elektronika, instrumentasi dan pengolahan sinyal serta motivasi pengembangan diri lebih dari 15 tahun. Salah satu buku motivasi beliau yang best seller adalah “Pasti Ada Hikmahnya…” terbitan Gava Media Yogyakarta (langsung pesan klik disini, terima kasih)

Beliau bisa dihubungi melalui agfi68@gmail.com.

Belajar kehidupan dari pohon pir dari masa ke masa… 15 Februari 2012

Posted by agfi68 in ikhlas, mindset, pendidikan.
Tags: , ,
add a comment

Suatu hari seorang ayah menyuruh anak2nya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yg berbeda. Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN, anak ke 2 pada musim SEMI, anak ke 3 pada musim PANAS dan yg ke 4 pada musim GUGUR.

Anak pertama mendapati pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok. Anak kedua mendapati pohon itu dipenuhi kuncup2 hijau yg menjanjikan. Anak ketiga mendapati pohon itu dipenuhi dgn bunga2 yg menebarkan bau yg harum. Anak keempat ia tdk setuju dgn saudaranya, ia berkata bhw pohon itu penuh dgn buah yg matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata bhw kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yg berbeda. Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yg sulit.” Ketika kamu sedang mengalami masa2 sulit, segalanya terlihat tdk menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bhw kamu tdk mampu, bodoh dan bernasib sial…

Ingatlah, kamu berharga di mata ALLAH, tdk ada istilah “nasib sial” bagi orang percaya! Kerjakan yg menjadi bagianmu dan percayalah ALLAH SWT akan mengerjakan bagian-Nya…

Jika kamu tdk bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yg menjanjikan harapan, dan kamu tdk akan menuai hasil di musim gugur. “Kegelapan malam tdk seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yg mengusir kegelapan.”.

Selalu ada pengharapan yang baru.

Bagaimana Saya bisa ke Jepang? Gratis lagi…! 1 Desember 2011

Posted by agfi68 in DUIT, mindset, pendidikan.
Tags: , , ,
35 comments

Jepang atau Negeri Sakura merupakan salah satu negara impian tujuan saya setelah saya pernah melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa, baik dalam rangka tugas belajar maupun mengikuti pelatihan 9-10 tahun yang lalu… Yeaah… sangat lama berselang…

Memang saat saya mengimpikan bisa ke Jepang saya sedang terlibat sebuah bisnis yang sebenarnya sangat menjanjikan dan melihat para senior dalam bisnis tersebut bisa meraih impian jalan-jalan ke luar negeri (termasuk Jepang) membuat saya memiliki impian untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri (lagi), salah satunya ke Jepang. Usaha dan upaya pun dilakukan, kerja keras pun dimulai, namun setelah beberapa tahun tidak banyak memberikan hasil yang diharapkan, saya memutuskan bahwa bisnis tersebut mungkin memang tidak cocok dengan saya. Allah Yang Maha Kuasa menunjukkan bahwa saya tidak pas dengan bisnis tersebut. Inilah salah satu bentuk kasih sayang-Nya kepada saya… Alhamdulillah…

Setelah berjalan beberapa tahun, saya tidak terlalu memusingkan maupun memikirkan impian saya ke Jepang, walaupun beberapa teman sahabat sempat jalan-jalan ke Jepang dan memberikan saran agar saya juga bisa kesana. Akhirnya, saya disibukkan untuk menyelesaikan S3, melakukan riset, menulis buku dan lain sebagainya. Pemaksaan untuk selesai S3 juga merupakan tanda atau Life Sign dari Yang Maha Memiliki Jagat ini. Sebelum menyelesaikan S3, awal tahun 2008, saya diajak sahabat saya seangkatan sewaktu kuliah untuk mengerjakan riset bahkan sampai membuat satelit. Dalam batin saya tertawa, ha ha apa bisa? Yang bener? Tapi karena yang mengajak adalah sahabat saya sendiri, why not? Kita buat saja proposal dengan melibatkan rekan-rekan lain dari perguruan tinggi yang berbeda. Dengan penuh semangat kita buat proposal penelitian tersebut dan kita ajukan agar bisa didanai…

(lebih…)

Gemar Membaca, Perkembangan Teknologi dan Kemandirian Bangsa 15 Maret 2010

Posted by agfi68 in Buku, pendidikan.
Tags: , , , ,
add a comment

cover ahoySeiring dengan persaingan dalam era globalisasi dan perdagangan bebas, setiap bangsa dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Penguasaan sumber daya manusia akan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang menjadi salah satu modal untuk menghadapi era tersebut, juga mampu membantu dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang sudah seharusnya mempersiapkan sumber daya manusianya agar dapat bersaing dalam era tersebut. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan penguasaan ilmu dan teknologi dan hal ini bisa dimulai dari jenjang-jenjang pendidikan, sejak Sekolah Dasar, SMP, SMU hingga Perguruan Tinggi.

Tentu saja tidak bisa dipungkiri, dalam masa-masa pendidikan tersebut kegiatan membaca buku, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi hal yang penting dan perlu mendapatkan perhatian. Mengapa? Ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh dari bangku sekolah maupun perguruan tinggi, di luar sana, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat, sementara kurikulum dam silabus pendidikan belum mampu mengimbangi kecepatan perkembangan tersebut. Ibaratnya, buku adalah jendela dunia, siapa yang banyak membaca berarti ilmu pengetahuan yang dimiliki juga akan semakin luas. Begitu juga, siapa yang malas membaca, maka pengetahuan yang dimiliki akan sempit. Faktanya, saat ini minat baca masyarakat Indonesia sebagai negara berkembang masih tergolong rendah dibandingkan minat baca masyarakat negara-negara maju. Dengan membaca diharapkan pola pikir masyarakat dapat tumbuh dan berkembang yang akhirnya akan berimbas pada terwujudnya sumber daya manusia yang handal dan dapat bersaing di dunia internasional.

(lebih…)

Yang ujian anaknya, yang stress orang tuanya…! 12 Maret 2010

Posted by agfi68 in DUIT, pendidikan.
Tags: , , , , , , ,
11 comments

Sudah beberapa kali saya mengalami kejadian, yang ujian anak saya, yang stress malah saya, mengapa hal ini terjadi?

Hidup ini adalah pilihan, begitu kata seorang ustadz kepada saya, jadi mo stress mo kagak tergantung saya sebagai orang tuanya. Coba gimana gak stress, kalo menjelang UASBN, anak saya masih tenang-tenang saja sementara nilai-nilai tiga mata pelajaran tidak terlalu bagus. Bagaimana kalo nanti tidak diterima di sekolah negeri yang notabene NEM-NEM pendaftar-nya tahun lalu cukup mengerikan (maksudnya lumayan tinggi-tinggi…), bagaimana kalo nanti gak dapet sekolah, bagaimana nanti kalo diterima di sekolah swasta yang biaya pendidikannya mengalahkan biaya saya waktu kuliah…. aduh biyung… pusiiiing…!

Okey, kalo gini terus caranya, apa yang saya fokus itulah yang akan terjadi! So, saya fokus saja pada kemungkinan terbaik buat anak saya, persis seperti anak saya yang pertama, bukankah pengalaman adalah guru terbaik? Kemungkinan yang bisa saya lakukan adalah fokus untuk terus memberikan bimbingan dan tutorial, khususnya, terhadap tiga mata pelajaran yang menjadi NEM saat ini, terus melakukan latihan-latihan terhadap mata pelajaran tersebut dan akhirnya…

(lebih…)