jump to navigation

Doa yang Saling Terhubungkan… 17 November 2020

Posted by agfi68 in ikhlas, mindset.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Masih teringat betul saat saya harus menjalani perawatan di rumah sakit pada bulan Agustus tahun 2019, bukan masalah sakit nya apa, walau akhirnya saya harus mondok 5 (lima) hari di rumah sakit tersebut, dan tentu memang bukan berapa lama-nya, tetapi pada esensi kejadian tersebut yang akhirnya menyadarkan saya..

Seperti biasanya, kita yakin bahwa sakit kita itu salah satu cara Tuhan mengampuni dosa-dosa kita, tapi menurut saya bisa lebih dari sekedar menghapus dosa dan kesalahan, karena itulah cara Tuhan memberikan kesadaran baru bagi kita, sama seperti saya bercerita tentang kejadian Waktu yang Tepat, dimana setiap kejadian yang kita alami, terutama kejadian-kejadian yang teristimewa, semua sudah dipersiapkan jalan menuju kesana sebelum waktu nya tiba, percayalah..

Termasuk kejadian saat ibunda saya harus mengalami koma kurang lebih dua minggu sebelum akhirnya Tuhan memanggil beliau pada saat kondisi pandemi Covid-19 dan berbagai peristiwa lainnya yang akhirnya menyadarkan saya bahwa mekanisme terkabulnya suatu atau sebuah doa memang sangat unik! Bahkan ketika nanti Anda selesai membaca tulisan saya ini, barangkali akan berkomentar “ah mosok sih”, “iya po?”, “saya gk percaya..” dan lain lain..

Oke, saya mulai cerita ini dari kejadian saya harus mondok di rumah sakit. Bisa jadi itu adalah doa saya sendiri yang selalu ingin sehat, sehingga Tuhan memberikan saya peringatan dengan keras agar saya benar-benar harus menjaga pola hidup sehat, bisa jadi itu juga doa orang-orang yang tidak suka dengan saya agar saya mendapatkan balasan yang setimpal atau bisa jadi itu dari doa mahasiswa-mahasiswa saya yang tidak lagi ingin diberikan tugas-tugas kuliah, skripsi, thesis, disertasi dst. Dan saya benar-benar kaget dan tersadar ketika ingat bahwa pada bulan September 2019 saya seharusnya menunaikan ibadah umroh, namun hati kecil saya selalu menolak karena memang belum siap dan boom! akhirnya saya harus mondok di rumah sakit dan harus menjalani pemulihan hingga beberapa bulan kedepan dan otomatis ibadah umrah yang harus saya laksanakan menjadi mundur, walau saya belum pulih sepenuhnya (akhirnya, alhamdulillahirobbil ‘alamiin tertunaikan di Januari 2020). Saya sempat bersimpuh menangis di masjid nabawi dan masjidil haram, karena adanya kesadaran ini, sungguh sebuah hikmah yang sangat luar biasa untuk saya..

Begitu juga dengan doa kebaikan untuk orang-orang yang kita kasih, kita sayangi, kita perhatikan, bisa jadi yang bersangkutan harus mengalami perjalanan yang penuh dengan kepahitan, keburukan dan yg lain semacam itu sebelum akhirnya hadir kebaikan, tidak hanya satu kebaikan bahkan bisa berlimpah kebaikan..

Jika suatu kejadian membuat kita menjadi sakit hati, jengkel, menyebalkan, muak dan seterusnya, bisa jadi ya karena doa kita minta dikuatkan hati kita atau bisa jadi doa orang lain yang telah tersakiti oleh kita, benar-benar tersakiti karena memang kita menyakiti hatinya bukan karena katanya katanya atau sepertinya sepertinya..

Begitu juga dengan pemberian kita ke orang lain, entah hadiah, entah ilmu dan seterusnya, pada dasarnya bertemu dengan orang yang tepat diberikan hadiah, ilmu dst nya itu juga bagian dari harmonisasi doa. Segalanya terkoneksi dalam matriks Ilahi, begitu kata Gregg Braden dalam bukunya the Divine Matrix.

Jadi jika kita bertanya2 dalam diri, mengapa doa2 kita belum dikabulkan itu bisa jadi kita belum memahami esensi doa kita, arti sebenarnya doa kita. Misalkan, sebuah doa yang buruk untuk menjatuhkan orang lain, itu intinya kita sakit hati, merasa tersakiti. Lantas kenapa kita tak berdoa agar dilapangkan hati kita saja, hmm jengkel n sebel soalnya, plus dendam.. Nah apalagi diikuti rasa2 yang negatif seperti itu, tentu lebih tepat jika berdoa agar dilapangkan hati kita, ditenangkan hati kita, biarkan karma Tuhan yang berjalan semestinya..

Juga memahami betul esensi doa kita itu sekarang itu menjadi penting, bukan apa yang akan kita dapat, lebih dari itu, menjadi siapakah kita nantinya. Manusia yang berdaya atau lemah daya.. Silahkan saja..

Jadi esensi nya bahwa semua doa dikabulkan itu beserta syarat dan kondisi yang harus dipenuhi..

Itu pendapat saya, CMIIW dan semoga bermanfaat, paling tidak memberikan kita kesadaran baru..

Aamiin YRA..

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: