jump to navigation

Resonance Vibratorium dari Virus 25 Maret 2020

Posted by agfi68 in hikmah, mindset.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Disclaimer:
Copas dari grup WA (FB juga ada), untuk memperluas wawasan, Anda setuju atau tidak atau ragu-ragu, terserah Anda…

Virus berkembang hanya di lingkungan yang bergetar dalam frekuensi yang sama dengannya. Frekuensi virus telah diukur selama kurang lebih 30 tahun oleh insinyur André Simoneton, dan menunjukkan bahwa semua virus bergetar pada frekuensi rendah, di bawah 5.000 Angstrom.

Sungguh mengherankan melihat bahwa rasa ketakutan bergetar dalam frekuensi rendah yang sama dan inilah titik masuk terbaik untuk Virus, yang mengenalinya sebagai “rumah”.

Anda sekarang mengerti mengapa sangat penting bagi kaum Cabal untuk mempertahankan rasa takut pada skala Global, karena dalam lingkungan ketakutan dan psikosis, virus dapat tumbuh dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ketakutan secara drastis dapat melemahkan sistem kekebalan dan pertahanan tubuh. Dan tidak diragukan lagi dapat menurunkan perlindungan aura dan memungkinkan semua jenis kotoran astral masuk, termasuk virus.

Virus adalah semi-kesadaran astral, larva astral dengan tujuan yang sangat tepat.
Ada virus yang lebih buruk daripada yang lain karena beberapa diilhami oleh entitas dimensi bawah seperti Coronavirus yang terinspirasi oleh entitas bayangan yang sama. Oleh karena itu, semakin mereka menyebarkan ketakutan dan psikosis di Bumi, semakin banyak virus akan menyebar karena frekuensi planet ini akan sangat menguntungkan untuk perkembangannya.

Semua di Alam ini adalah getaran, dari partikel terkecil atom sampai ke kosmos (baca the Divine Matrix). Molekul air yang komposisinya adalah 65% dalam tubuh kita itu bergetar, seperti juga halnya pada kristal dan batu. Partikel molekul air tersebut ada di setiap sel kita dan mempertahankan bentuk heliks DNA kita.

Setiap gelombang getaran yang kita terima dari segala sesuatu di sekitar kita mengubah frekuensi internal dari sel kita, seperti yang ditunjukkan oleh Masaru Emoto melalui eksperimen kristalisasi, karena air menyimpan memori akan apa yang dialaminya.

Kita juga berhutang terkait penemuan ini kepada dokter imunologi Jacques Benveniste, Peneliti di CNRS (“Memori Air” 1988). Sayangnya, penemuan yang terlalu modern tersebut membuatnya ditolak oleh komunitas ilmiah saat itu. Penelitiannya kemudian diambil alih oleh Profesor Luc Montagnier yang terkenal akan penemuan HIV dan beliau meraih Nobel. Seseorang dapat menularkan virus dari jarak jauh, yang hanya tersisa jejak getaran dalam air setelah pengenceran, melalui berkas audio setelah merekam “memori”.

Jika kita peka terhadap lingkungan negatif yang menghasilkan kekacauan dalam sel kita, maka sebaliknya, kita juga dapat berkontribusi untuk “memandikan” tubuh dengan gelombang yang dapat “menyelaraskan” imunitas bagi tubuh. Manfaatnya sangat besar bagi kesehatan, keseimbangan emosi dan mental.

Hewan dapat mengetahui hal ini dengan baik, karena mereka dapat mengenali apakah suatu tempat dapat secara instingtif aman bagi mereka atau tidak, dan juga mendeteksi arus energi yang mereka rasakan untuk bergerak.

Peradaban Megalitik kuno juga tahu bagaimana mengenali energi dan vibrasi di alam ini. Tempat-tempat tertentu memiliki energi getaran yang sangat besar dan antara lain bisa berfungsi untuk menyembuhkan. Titik-titik khusus ini ditandai dengan bangunan-bangunan kuno yang dapat terlihat oleh mata telanjang, seperti berbagai piramida, candi, dan menhir yang terkenal, monumen-monumen terestrial yang sangat besar, dan sisa-sisa bangunan yang masih ditemukan di banyak tempat di Planet ini.

Tidak ada unsur alam di Semesta yang tidak memancarkan frekuensi. Kristal menghasilkan frekuensi, pohon, Bintang, Bulan, meteor, Matahari juga Bumi. Tidak ada bagian dari kita yang tidak berada di bawah pengaruh medan frekuensi ini, karena tidak ada ruang hampa energi. Oleh karena itu segala sesuatu terkait dengan segala sesuatu.

Dunia manusia modern telah menghasilkan banyak frekuensi berbahaya. Sebuah sel yang sakit tidak dapat bergetar secara harmonis seperti sel yang sehat secara alami.
Getarannya akan kacau dan terbatas dalam amplitudo tertentu dan tidak akan lagi dapat menghasilkan sel-sel yang layak. Saat ini di mana-mana ketakutan, kekerasan, dominasi, pikiran negatif, emosi yang kuat menyebabkan tekanan mematikan bagi sel-sel kita dan tubuh fisik manusia dan mahluk lain.

Pikiran, emosi, makanan, air dan udara yang kita hirup menghasilkan frekuensi dalam tubuh, yang akan bertindak secara positif atau negatif tergantung pada keadaan “kemurnian” mereka dan menurut keadaan vitalitas kita dan sebaliknya. Kita akan memancarkan keluar, gelombang frekuensi positif atau negatif tergantung pada keadaan fisik, emosi dan mental kita saat ini.

Hal ini menunjukkan keterikatan partikel kuantum, bahwa kita terhubung dengan segala sesuatu di alam ini dan lebih khususnya dalam pengaruh timbal balik dengan unsur-unsur yang dengannya kita memiliki hubungan spesifik (cinta, pribadi, keluarga, pekerjaan).

Satu-satunya obat untuk virus adalah Love of Life, Cinta paling murni yang bergetar pada frekuensi sangat tinggi. Jantung memiliki radiasi elektromagnetik 5.000 kali lebih banyak daripada otak. Chakra hati yang disesuaikan dengan frekuensi Cinta akan mempengaruhi apa pun yang di dekatnya dalam jarak beberapa meter!

Seseorang yang menebarkan frekuensi Cinta (yang merupakan frekuensi penyembuhan), dapat melindungi orang-orang di sekitarnya hanya dengan pancaran hatinya! Frekuensi 528 Hz dianggap sebagai Getaran Cinta Universal. Frekuensi ini digunakan oleh ahli biokimia genetik untuk memperbaiki dan memprogram ulang DNA yang rusak.

Bahkan suatu eksperimen telah dilakukan untuk membersihkan bagian polutif dari Teluk Meksiko akibat tumpahan minyak, melalui Tim Peneliti yang dipimpin oleh Dr Leonard Horowitz, lulusan Universitas Harvard, dengan memancarkan gelombang 528Hz melalui suara.

“Frekuensi 528Hz berasal dari ungkapan ‘mi-gestorum ra‘ yang berarti ‘keajaiban’.
Serangkaian suara yang dipancarkan dalam air yang tercemar minyak dari Teluk Meksiko telah secara ajaib memurnikan sampel uji elemen petrokimia”, ujar Dr Horowitz.

Menurut John Hutchinson, Pakar Energi elektromagnetik dari Vancouver, BC, Kanada, pilihan “musik” membantu memurnikan air yang terkontaminasi. Frekuensi yang dimaksud adalah “Gelombang Suara Planet Jupiter” yang baru-baru ini direkam oleh NASA, yang bergetar di sekitar frekuensi 528Hz. Gelombang energi suara 528Hz ini telah didefinisikan dengan warna hijau zamrud (Rainbow Green) yang juga dikenal di dunia Botani, menurut Dr. Leonard Horowitz, yang telah banyak menulis tentang nada murni ini. Di alam, hal ini pun nampak pada pigmen klorofil yang menghasilkan oksigen dan energi yang diperlukan untuk kehidupan.

Menurut Dr. Horowitz, hasil penelitian Hutchinson sangat menjanjikan, dan telah disertifikasi oleh Analytical Chemical Testing Laboratory, Inc. Mobile, Alabama, dengan studi penemuan paling maju dalam matematika, fisika dan biofisika.

Frekuensi 528Hz, adalah suatu “Keajaiban” dari sembilan “Frekuensi Kreatif” dalam “Lingkaran Suara Sempurna” yang mempengaruhi realitas fisik, seperti teknologi dari energi atom, dengan menggunakan elektron yang berputar yang bergetar dengan resonansi elektro.

Semoga Cinta dapat dipancarkan lebih kuat dalam diri kita di masa-masa sulit ini.

Jangan menyampaikan informasi lebih lanjut tentang virus corona. Kaum Cabal mencapai tujuannya dengan fakta bahwa setiap orang mentransmisikan ketakutan di jejaring sosial!

Jadilah CINTA! Becoming LOVE!

Komentar»

1. Woro Yudyastuti - 4 April 2020

Benar2 nambsh wawasan Pak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: