jump to navigation

Tugas Akhir dan Suster Ngesot 4 Februari 2018

Posted by agfi68 in mindset.
Tags: , , , , ,
trackback

Yup… tidak ada yang salah dengan judul tulisan saya kali ini. Perhatikan saja postingan FB saya di gambar sebelah yang saya kutip berikut ini..

Filosofi “suster ngesot” saya jelaskan tadi saat jadi moderator seminar mahasiswa S3 Ilmu Komputer… jangan sekali-kali pake filosofi “pocong”… perhatikan saja cara geraknya… ngesot vs lompat… untuk diterapkan saat mempertahankan semangat menyelesaikan disertasi… [FB Agfianto, 31 Januari 2018, 13:20 WIB]

Mengapa saya menggunakan analogi “suster ngesot” bukan “pocong” atau “kuntilanak” atau apa gitu. Yang jelas analogi menggunakan hantu made in Indonesia, so jangan harap saya pake filosofi “vampire” atau “drakula” atau “zombie”, hehehe…

novampireOke, lantas mengapa menggunakan analogi “suster ngesot” untuk mempertahankan semangat menyelesaikan tugas akhir atau disertasi atau thesis atau skripsi? Bukankah kalo pake “pocong” kan lebih cepat geraknya, karena melompat-lompat gitu, dibanding ngesot? Nah itu dia, karena melompat-lompat, maka pasti ada hal-hal yang seharusnya dilewati malah jadi dilewatin alias dilompatin, bukankah hal penting dalam sebuah tugas akhir tidak sekedar hasil tapi juga proses? Kalau Anda bagaimana??

Ibarat “suster ngesot”, tetap bergerak, walau hanya ngesot, paling tidak bergerak dan bergerak dengan kecepatan minimal, pokoknya tetap bergerak, bukan berhenti, bukan stop, bukan stagnan, bukan… Dengan ngesot, tetap bergerak, tetap bekerja menyelesaikan tugas akhir, walau dengan kecepatan sangat rendah DAN, nah ini, DAN tetap menjaga hal-hal yang harus dilalui, tidak melompat apalagi melarikan diri.

Lantas bagaimana jika selama menyelesaikan tugas akhir ada saja permasalahan dalam kehidupan? Permasalahan keluarga, permasalahan dengan pasangan, maupun permasalahan-permasalahan lainnya yang bukan terkait TA. Jawaban-nya tentu tidak sederhana, namun yang pasti, kita harus mengambil keputusan mana yang diprioritaskan? Dan prioritas kehidupan adalah berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, jika TA diputuskan merupakan prioritas, tentu akan beda ceritanya dengan permasalahan keluarga yang jadi prioritas utama. Namun ketika penyelesaian Tugas Akhir menjadi prioritas berapapun, tidak akan mengubah filosofi “suster ngesot” tadi! Karena TA sebagai prioritas nomor sekian, ya tentu progress-nya otomatis menjadi lebih lambat, wajar itu. Jalan progress-nya ngesot…

Lantas bagaimana sikap dosen pembimbing sebaiknya? Haha menurut saya gampang saja, ikuti saja irama mahasiswa bimbingan atau sekiranya ada yang mau mengikuti irama dosen silahkan, karena saya yakin tidak ada dosen yang menyulitkan mahasiswa-nya untuk lulus, kecuali mahasiswa itu sendiri… so saya seringkali berpesan kepada para mahasiswa bimbingan saya “Jangan pernah menyulitkan saya untuk segera meluluskan Anda, karena saya orang yang gak sabaran pengin melihat Anda wisuda, okay?!”

Lah mahasiwanya kan mengerjakan tugas akhir terkait penelitian dosen, gimana itu kalo jalannya saja lambat, padahal ada tenggat waktu yang harus dipenuhi? Kalo saya, sejak awal sudah saya tanya sanggup tidak menyelesaikan TA tepat waktu karena terkait dengan jalannya penelitian? Kalo toch dalam perjalanan ada kendala-kendala apapun itu, teknis maupun non-teknis, cari jalan keluar secepatnya, minimal ada rencana cadangan. Mengapa? Saya pernah mengalami hal ini, dan waktu itu saya sama sekali tidak punya rencana cadangan. Sungguh pengalaman yang sangat berharga… Pasti ada hikmahnya! — sudah baca bukunya? Klik saja disini!

Dah gitu saja dulu… semoga bermanfaat…

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: