jump to navigation

Harusnya bisa belajar dan menjadi lebih baik.. 10 Juli 2016

Posted by agfi68 in mindset.
Tags: , , ,
trackback

imagesTelah usai bulan puasa 1437H… Tiga puluh hari menahan diri, menahan nafsu, berpuasa… Lantas apakah aku akhirnya bisa meraih ‘kemenangan’? Sebagaimana dalam firman-Nya? Al Baqarah (2) ayat 183…

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Kenyataan-nya bagaimana?

Barangkali kita memang tidak bisa belajar dari aktivitas berpuasa itu sendiri… Hanya sekedar menjalankan suatu kewajiban, yang barangkali justru sebanarnya terasa memberatkan, menyebalkan, menjengkelkan, dan seterusnya… namun yach… Terpaksa dilakukan… Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, terasa hambar…! Tidak ada rasa semangat berpuasa yang menyenangkan, karena hanya sekedar menjalankan kewajiban semata… Apakah yang demikian akan kita raih ‘kemenangan”…?

Saat santap sahur…

Tujuan-nya jelas…. Menyiapkan badan ini agar siap menjalankan ibadah puasa selama sekian puluh jam kedepan… Namun apa yang terjadi? Apa yang kita makan dan minum saat sahur? Lebih karena memenuhi unsur-unsur gizi untuk tubuh atau malah menuruti hawa nafsu lidah ini…? Sehingga justru kondisi buruk yang terjadi, baik saat menjelang shalat subuh, bahkan bisa sepanjang hari… Bukankah berpuasa itu merupakan ibadah komprehensif? Menyeluruh? Termasuk belajar untuk menundukkan nafsu lidah…

Makan sahurlah kalian, karena pada sahur itu ada barokah. (HR. al-Bukhari & Muslim).

Sahur itu seluruhnya adalah barokah, maka itu janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air. (HR. Ibnu Hibban dan ath-Thabrani).

Saat berpuasa…

Ada hadits Nabi SAW yang menyebutkan berapa banyak orang yang menjalankan puasa hanya mendapatkan lapar, dahaga dan bahkan pusing semata…? Berpuasa, menahan lapar, menahan dahaga… Namun nafsu diri tetap saja tidak dapat kita kendalikan… Tetap saja tiada kemampuan bersabar, tiada kemampuan menahan diri, tiada kemampuan menahan arogansi dst… Dst…

“Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR. Ibnu Majah no.1690 dan Syaikh Albani berkata, ”Hasan Shahih.”)

Juga dalam hadits lainnya…

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan selalu mengamalkannya, maka Allah Ta’ala tidak butuh kepada puasanya.” (HR. Al-Bukhari no.1804)

“Bukanlah puasa itu sebatas menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi puasa adalah menjauhi perkara yang sia-sia dan kata-kata kotor.” (HR. Ibnu Khuzaimah no.1996 dan tahqiq Syaikh Al-A’zami berkata, ”Shahih”)

Saat berbuka…

Kembali kita memanjakan nafsu lidah kita… Bukankah dengan segelas air hangat dan beberapa biji kurma, sungguh luar biasa rasa berbuka ini… Namun, telah terhidang di meja makan kita, berbagai macam lauk-pauk dengan segala aneka rasa, yang kenyataan-nya akhirnya tidak termakan semua… Mubazir… Betul-betul kita “muntab” (b.jawa, artinya melepaskan hawa nafsu) memuaskan rasa lapar dan dahaga kita dengan makan sepuas2nya… Tidak peduli sehat, bergizi atau tidak sama sekali… Bahkan tidak jarang pula rasa emosi dan amarah pun ikut serta ke dalam aktivitas berbuka tersebut… Astaghfirullah al ‘azhim…

Begitulah… Akhirnya kita tidak mampu belajar… Karena tidak mampu belajar ya tidak dapat apa-apa… Kembali lagi puasa tahun ini, sama seperti sebelum2nya… Terasa hambar, terasa terpaksa… Ketika datang hari RAYA, rasa syukur kita luar biasa, kadang kita sertai dengan drama2 kecil seolah2 kita bersedih meninggalkan bulan puasa… padahal kenyataan nya kita bergembira dengan berlalunya bulan puasa…

Ketika hari raya, rasanya plong, terbebas dari suatu masa ‘penjara’ penuh dengan aturan menahan ini menahan itu… Dan barangkali, setan saat terbelenggu di bulan puasa tetap saja tersenyum dan tertawa penuh ‘kemenangan’ melihat tingkah laku manusia seperti itu… di rumah, di kampung, di kampus… dimana saja… bahkan saat mudik…

Lantas akhirnya siapa yang menang??

Yogyakarta, 4 Syawal 1437H

Diriku yang berbahagia karena tibanya hari Raya, hahaha…. Introspeksi diri…

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: