jump to navigation

SCOPUS: makhluk motivator aneh! 14 November 2015

Posted by agfi68 in mindset.
Tags: , ,
trackback

Makhluk yang bernama SCOPUS menjadi trend akhir2 ini di kampus (artikel ini saya tulis di Nopember 2015), ada yang menanggapi secara kurang bersahaja, biasa-biasa saja, bahkan tidak sedikit menanggapi dengan sangat antusias…

Lha ya kan kata MOTIVATOR bahwa segala kejadian NETRAL adanya… tingal kita masing-masing punya arti yang bisa berbeda-beda atau sama tergantung pengalaman kehidupan pribadi masing-masing…

coba gini misalnya… ada peluang dari kampus kalo diterima oleh makhluk SCOPUS dapet mengajukan insentif 10juta untuk tiap judul… lha kalo setahun bisa produktif, gak usah banyak2, 10 paper… ya asiik banget khan… jelas mungkin akan ada banyak dosen yang berlomba-lomba untuk menghasilkan paper diterima SCOPUS, mereka berusaha MERAIH penghargaan atau reward tersebut… lumayan 10 juta!

Atau saya kasih contoh lain, misalnya, jika seorang dosen tidak bisa menghasilkan artikel atau paper di SCOPUS minimal 1 paper/tahun, maka dari kebijakan kampus, dosen yang bersangkutan akan dipecat! Nah sekarang jadi berubah alasan motivasinya… yang tadinya MERAIH atau MENGGAPAI sekarang menjadi berusaha untuk MENGHINDARI kejadi pemecatan tersebut…

Mengapa bisa begitu.. ya simpel saja, bahwa manusia itu sebenarnya selalu berusaha MENGHINDARI hal-hal yang membuat sengsara atau beresiko dan berusaha untuk MERAIH atau MENGGAPAI hal-hal yang menyenangkan atau menenangkan, ini adalah insting dasarnya…

Baiklah kita coba lakukan looping atau pengulangan pada masing-masing kejadian tersebut, baik dalam konteks MENGHINDARKAN DIRI maupun MERAIH atau MENGGAPAI, dilakukan looping berkali-kali, berbulan-bulan, bertahun-tahun, dst, sehingga aktivitas menulis paper berkualitas tinggi di SCOPUS menjadi kebiasaan… dapet ilmu bagaimana menulis paper berkualitas… bahkan menjadi reviewer…

Nah jelas kan? apapun motivasi yang mendasari, jika kemudian suatu paksaan dilakukan berulang-ulang, dalam jangka waktu yang lama, akhirnya menjadi ketrampilan bawah sadar, kebiasaan otomatis… dan luar biasa dampaknya dalam perjalanan kehidupan kita masing-masing…

OK! Ya kalau itu contoh kebiasaan yang baik, bagaimana dengan kebiasaan buruk? Yaaa sama saja! So, pastikan bahwa apa yang kita lakukan memang merupakan suatu aktivitas kebaikan, khususnya bagi diri sendiri, apalagi kalo menyangkut orang lain… kita harus pandai-pandai memilih dan memilah kebiasaan yang jangan sampai menyakitkan atau merugikan orang lain…

“Luar biasa! Hidup ini sesungguhnya sederhana, namun seringkali untuk memahami kesederhanaan ini kita harus melewati yang rumit dulu, namun jika memang bisa memahami kesederhanaannya… mengapa tidak?” (agfianto, 2015)

Semoga bermanfaat…!

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: