jump to navigation

Kisah Mahasiswa (yang) Terlambat Ngumpulin Proposal 21 Oktober 2015

Posted by agfi68 in mindset, pendidikan.
Tags: , ,
trackback

mhsw: “maaf pak saya terlambat mengumpulkan proposal, apakah bisa diterima?”

admin: “TIDAK BISA! silahkan mengulang semester depan…”

mhsw: “waduch please dech pak… bukan-nya saya sengaja terlambat tapi kemarin siang tiba-tiba saja printer saya error…”

admin: “lha emang apa urusannya dengan terlambat?”

mhsw: “yach kan saya harus perbaiki dulu printernya pak, barusan selesai tadi malam…”

admin: “oke, kenapa kamu tidak mencoba mencetak di tempat lain? kalo inget kemarin itu hari terakhir? kan printer rusak bisa dipikir nanti setelah kumpul proposal?”

mhsw: … diam …

admin: “kenapa juga baru kemarin mencetak proposal jika tahu bahwa kemarin adalah hari terakhir??”

mhsw: … masih diam …

admin: “… tapi saya hargai usaha kamu hari ini mengumpulkan proposal padahal sudah terlambat, dan kamu satu2nya yang terlambat… tapi bukan begitu caranya… proposal ditolak dikumpulkan bukan juga akhir segalanya… tapi akan menjadi suatu pelajaran berharga bagi kamu dalam kehidupan ini…”

alternatif ending 1

mhsw: …. “iya pak, maaf… saya jadi belajar dari kejadian ini dan tidak akan mengulangi lagi hal yang serupa, terima kasih pak…”

alternatif ending 2

mhsw: (dalam hati, sambil ngeloyor pergi) “as*! malah saya dikata2in begini… baji***n tengik, cuman seonggok proposal begini malah disuruh ngulang semester depan… bener-bener as*…! dosen pembimbing dan penguji juga as**…. terlalu banyak yang harus direvisi….. ooo nasib nasib… gara-gara printer bobrok…!!”

[sudah begitu saja silahkan disimpulkan sendiri ya…]

Coba perhatikan hal ini…

“Jangan pernah menyalahkan hal-hal di luar diri kita akibat dari keputusan-keputusan yang telah kita ambil di masa lalu…” (aep)

Seringkali, dalam kasus ini, kita sudah tahu kapan deadline pengumpulan proposal… Masih saja ada saja alasan-alasan yang memang seringkali benar-benar tidak masuk akal hanya untuk sekedar menunda pekerjaan yang harusnya dikerjakan. Ketika merasakan akibat dari keputusan penundaan tersebut, justru malah menyalahkan orang lain, kondisi, dan lain sebagainya…

Artinya juga, proposal tersebut tidaklah begitu penting, bukan masuk dalam prioritas utama, prioritas utama-nya tentu lainnya…

  • “Lha pak saya kan juga nyambi kerja… masih susah bagi waktu…” — lha tahu susah bagi waktu kenapa gak belajar untuk segera mendapatkan kemudahan bagi waktu…??
  • “Lha pak saya sakit opname sampai 2 minggu… gimana coba” — lha kok gak ngasih tahu dosen? minta tolong sahabat ngasih tahu ke dosen atau bagian admin…? Atau gunakan surat dokter saat kumpulkan proposal?
  • “Lha pak saya kan masih gak paham revisi yang harus bagaimana menurut dosen pembimbing dan penguji… gimana coba” — lha kok nggak segera konsultasi, tanya-tanya, diskusi-diskusi atau gimana gitu biar semakin jelas…?
  • “lha dosen-nya sibuk pak… baru ketemu kemarin…” — lha tahu sibuk kok ya nggak hubungi beliau dengan cara yang sopan kapan bisa berkonsultasi atau gimana gitu… pastilah sesibuk2nya beliau ada waktu untuk berkonsultasi….
  • “Lha pak saya lupa…. barusan lembur untuk lomba… kan juga untuk prestasi prodi juga… gimana tu pak” — lha lomba dijadiin alesan… sudah basi mas/mbak! Sudah harus konsisten dengan pilihan menjadi bagian dari tim lomba bahwa ada konsekuensi2 yang harus disadari… ini apalagi dari pihak atas tidak ada surat keringanan… ya sudah…
  • “pak kalo proposal ini tidak diterima… saya mengundurkan diri jadi mahasiswa di prodi ini…!” — ooo sudah maen ancam ini rupanya, ya silahkan saja mengundurkan diri, selesai sudah masalah-nya… hehehe

Terus terang saja apa sich mau kita ini…? Mau enaknya sendiri, dan gak ngajak-ngajak orang lain, teman, sahabat juga merasakan yang enak-enak… weleh… weleh…

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: