jump to navigation

Sesuai kapasitasnya! 19 Agustus 2011

Posted by agfi68 in DUIT, mindset.
Tags: , , ,
trackback

Sahabat yang baik hati, saat kita membeli BBM untuk kendaraan kita, kita memesan bisa dalam rupiah, bisa juga dalam liter. Untuk motor biasanya saya mengisi dengan satuan 10.000 rupiah, tidak peduli masih sisa berapa tangki bensin motor saya, ada pula orang yang minta full, atau mungkin 2 liter saja dan seterusnya. Intinya kita membeli dengan kerangka berpikir KAPASITAS , terserah, bisa rupiah bisa liter. Jika tangki BBM kita 10 liter, sedangkan kita bisa minta mengisikan 10 liter atau terbiasa dengan rupiah, 45.000 rupiah. Naik turunnya harga BBM tetap saja kita bicara 45.000 rupiah, jika harga BBM naik, bisa jadi 45.000 rupiah setara dengan kurang dari 10 liter, sedangkan jika harga turun (jarang sekali) tentu saja bisa lebih dari 10 liter, demikian seterusnya…

Ini analogi kehidupan kita, KAPASITAS! Bagaimana dengan KAPASITAS kita?? Jika kita merasa memiliki kapasitas digaji, misalnya, 10 juta per bulan, eh terlalu besar ya? Oke dech, 2 juta per bulan, maka tidak peduli laju inflasi minus maupun plus tetap saja kapasitas kita seperti itu. Tidak peduli harga barang sehari-hari naik, ya gajinya berkisar segitu saja. Akhirnya kita merasakan kesulitan, jika kesulitan ini tidak kemudian kita cari dan lakukan solusinya, tentu akhirnya menjadi zona ‘nyaman’ kita, believe it or not!

Coba ingat-ingat kembali dengan doa-doa kita, apakah kita sudah berupaya untuk menyesuaikan kapasitas diri kita dengan doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa?

Jika kita berdoa agar mendapatkan penghasilan 30juta per bulan, apakah kita sudah memulai dengan mencoba menyesuaikan diri dengan gaji tersebut, berupaya bekerja dan berusaha yang sesuai dengan ukuran gaji 30juta per bulan? Ataukah kita hanya berpangku-tangan dan berdiam diri saja…?

Sahabat yang baik hati, adakalanya kita lupa jika kita berdoa harus disertai dengan keyakinan dan usaha upaya untuk mewujudkan doa-doa tersebut. Jika, misalnya, setelah berdoa kemudian dalam waktu yang tidak terlalu lama ada peluang untuk mewujudkannya apakah akan kita biarkan saja? Tentu saja tidak…! Namun seringkali kita sendiri tidak menyadari akan peluang tersebut, karena kita jauh lebih banyak mengeluh dan mengeluh, sehingga hati kita menjadi tidak peka lagi…

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir…” (QS. Al Ma’arij (70): 19-21)

Marilah sahabat yang baik hati, kita berupaya untuk menjadi pribadi-pribadi, insan-insan yang berkualitas, baik dengan iptek maupun imtaq. Semoga kejayaan Umat Islam bisa kita raih bersama, amin…

Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi kita…

19 Romadlon 1432H – 19 Agustus 2011

Komentar»

1. Aicha Suhaemin - 14 September 2011

Bagus banget artikelnya Pak Afgi.
Banyak h!kmah yg bisa diambil.
Memaknai Ilmu Ihklas dan !khtiar xg disertai do’a.

agfi68 - 15 September 2011

Terimakasih mbak Echa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: