jump to navigation

Bersabar, antara Konsep dan Realita! 16 Agustus 2010

Posted by agfi68 in DUIT, ikhlas, mindset.
Tags: , , ,
trackback

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Q.S. Az Zumar: 10)

Sabar adalah cahaya. Dia adalah penghibur hati yg sedih, kalut dan panik. Kesabaran adalah sifat yang terpuji dan mulia. Ia membuat seorang mukmin berjiwa teguh serta pantang mengeluh. Sabar begitu agung, sehingga Allah SWT menjanjikan pahala tanpa batas bagi orang yg mampu bersabar, sebagaimana firman-Nya…

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala (atas) mereka (dengan) tanpa batas” (Q.S.Az Zumar Ayat 10).

Rasulullah SAW bersabda, sungguh mempesona perkara orang beriman. Karena segala urusannya adalah dipandang baik bagi dirinya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia bersyukur, karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal erbaik bagi dirinya. (HR. Bukhari)

Sesungguhnya sabar ada 3 (tiga) macam…

  1. Sabar atas musibah yang menimpa. Meski pahit-getir terasa namun seorang mukmin maupun mukminah mampu melewati ujian dengan senyum dan kerelaan. Apalagi menyadari bahwa musibah itu bisa dipandang menjadi cobaan/ujian atau balasan/azab, baik untuk menguatkan keimanan dan ketakwaan serta menghapus dosa-dosa telah lalu.
  2. Sabar atas ketaatan kepada Allah SWT. Seperti bangun di malam hari untuk menunaikan sholatul lain atau tahajud saat orang lain sedang enak terlelap tidur. Juga seperti ibadah puasa di dalam bulan suci Romadlon maupun puasa-puasa sunnah lainnya. Tidak hanya itu, juga bersabar dalam menegakkan kalimat-kalimat Allah, walaupun diterpa banyak cobaan dan ujian. Namun bagaimana mungkin orang yang mengaku muslim, untuk melaksanakan sholat wajib 5 waktu saja tidak bisa, sehingga perlu dipertanyakan keimanan dan ketakwaan-nya.
  3. Sabar atas maksiat. Mampu bertahan dan menolak ajakan maksiat meski ia berkuasa untuk melakukannya. Sadarilah wahai saudara-saudaraku semua, bahwa selama 24 jam penuh kita dihadapkan dengan berbagai macam ajakan melakukan maksiat baik secara implisit maupun eksplisit, melalui berbagai macam media, mulai dari koran, TV, radio, lingkungan bahkan keluarga kita sendiri. Kesabaran terhadap kemaksiatan akhirnya benar-benar dibutuhkan dalam hal ini. Semoga Allah selalu menguatkan kita, amin…

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan menharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah kamu mengkuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (Q.S. Al Kahfi: 28)

Seorang wanita meratap di atas kubur anaknya. Rasulullah SAW menyuruhnya bersabar namun ia malah membentak dgn berkata, “Usah ikut campur!”. Wanita itu tidak tahu bahwa orang yang ia bentak adalah Rasulullah SAW. Ia malu lalu menemui Rasulullah SAW di rumahnya. Ia meminta maaf kepada beliau. Rasul berpesan kepadanya, “Sabar itu terlihat pada pukulan pertama!”. Maksudnya, manusia bisa terlihat sabar/tidak saat musibah menimpanya. Inilah realitanya, mudah mengucapkan sabar, namun tidak semudah menjalankannya. Tapi bisa kita lakukan dengan tetap memohon kekuatan dan bimbingan petunjuk dari Allah SWT untuk bersabar.

Allah berfirman..

Wahai orang yg beriman, bersabarlah dan perkuatlah kesabaran di antara kalian, dan siap-siagalah, serta bertakwalah kepada Allah, agar kamu sekalian memperolehi kemenangan. (Q.S. Ali Imran ayat 200).

Kekuatan sabar tidak serta merta begitu saja muncul dalam sifat-sifat kita. Jika kita benar-benar yakin akan pertolongan Allah, yakin bahwa Allah satu-satunya Tuhan yang Maha Kuasa, menciptakan, memiliki dan sekaligus menguasai alam semesta ini beserta isinya. Tentu sabar otomatis menjadi sifat seorang yang beriman!

Rasulullah SAW bersabda tentang kaitan ibadah puasa dengan kesabaran..

Puasa itu adalah separuh kesabaran. (HR Ibnu Majah).

Puasa bisa berperan menjadi pengawal bagi orang yang berpuasa. Maksudnya bagaimana? Dengan berpuasa, seorang muslim menghindari mengumpat, mencaci, memfitnah, marah, berkelahi dan lain sebagainya.

Hasil dari kesabaran akan kita lihat dari ganjaran yang telah Allah SWT siapkan. Allah menjanjikan hasil yang jauh lebih baik bisa diperoleh di dunia maupun di akhirat…

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. An Nahl: 96)

Proses bersabar seperti meniti jalan dalam lorong gelap yang begitu panjang. Andai saja tidak ada sinar terang diujung lorong, pasti hidup kita akan berkesudahan. Sinar terang itulah yang menjaga semangat tetap hidup, hingga kita menemukannya lalu digapailah kebahagiaan. Sebab itu Rasulullah SAW menyebut sabar dengan cahaya…

Dari Abu Malik, Al Harits bin Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Suci itu sebagian dari iman, (bacaan) alhamdulillaah memenuhi timbangan, (bacaan) subhaanallaah dan alhamdulillaah keduanya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu adalah nur, shadaqah adalah pembela, sabar adalah cahaya, dan Al-Qur’an menjadi pembela kamu atau musuh kamu. Setiap manusia bekerja, lalu dia menjual dirinya, kemudian pekerjaan itu dapat menyelamatkannya atau mencelakakannya”. (HR. Muslim)

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam “sabar adalah cahaya“, maksudnya sabar itu sifat yang terpuji dalam agama, yaitu sabar dalam melaksanakan ketaatan dan dalam menjauhi kemaksiatan. Demikian juga sabar menghadapi hal yang tidak disenangi di dunia ini. Maksudnya, sabar itu sifat terpuji yang selalu membuat pelakunya memperoleh petunjuk untuk mendapatkan kebenaran.

Ibrahim Al Khawash berkata : “Sabar yaitu teguh berpegang kepada Al Qur’an dan Sunnah”. Ada yang berkata : “Sabar yaitu teguh menghadapi segala macam cobaan dengan sikap dan perilaku yang baik”.

Abu ‘Ali Ad Daqqaq berkata : “Sabar yaitu sikap tidak mencela taqdir. Akan tetapi, sekedar menyatakan keluhan ketika menghadapi cobaan tidaklah dikatakan menyalahi sifat sabar”. Allah berfirman tentang kasus Nabi Ayyub:

Sungguh Kami mendapati dia seorang yang sabar, hamba yang sangat baik, dan orang yang suka bertobat. (Q.S. Shaad: 44)

Padahal Nabi Ayyub pernah mengeluh dengan berkata:

Sungguh bencana telah menimpaku dan Engkau (Ya Allah) adalah Tuhan yang paling berbelas kasih. (Q.S. Al Anbiya’: 83).

Mengeluh kepada Allah memang dibolehkan, namun tidak hanya mengeluh saja, fokus pada solusi, bagaimana mengatasi musibah, derita atau sakit, bagaimana untuk selalu taat kepada Allah SWT kapan dan dimana saja serta bagaimana tetap bertahan dalam kondisi godaan maksiat yang begitu hebatnya menyerang diri kita selama 24 jam terus menerus.

Sabar juga adalah salah satu ciri seorang pemimpin. Dengan kesabaran dan keteguhan, akan tercapai kepemimpinan yang sukses…

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (Q.S. As Sajdah: 24)

Selain itu ada pelajaran penting dari perjumpaan Musa dan Khidir adalah bahwa menuntut ilmu juga perlu banyak kesabaran…

Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” – Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku. (Q.S. Al Kahfi: 68-67)

Bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk bersabar dengan berbagai macam cara, termasuk berpuasa di dalamnya. Bersabar, samakan antara idealisme dan realita karena memang begitulah seharusnya kita bersikap selaku orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Nikmatilah kesabaran dan hasilnya. Insya Allah, Anda akan dapati Allah selalu bersama Anda.

Semoga bermanfaat…

Komentar»

1. Simpel saja, gak pake nanya! Doa Usaha Ikhlas dan Tawakkal! « Jurnal Sang Dosen… - 29 April 2012

[…] Bersabar, antara Konsep dan Realita! (klik disini); […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: