jump to navigation

Bagaimana Meminta Maaf secara Efektif? 26 Juli 2010

Posted by agfi68 in ikhlas, mindset, ucapan.
Tags: , , , ,
trackback

Meminta maaf dan mengakui kesalahan bukanlah perkara yang mudah, perkara yang sulit tapi bisa kita lakukan, dan harus dilakukan. Tentu saja menghindari marah atau berbuat kesalahan adalah hal yang terbaik untuk dilakukan, ibarat berbuat kesalahan fatal atau memarahi seseorang atau sekelompok orang, apalagi ternyata mereka tidak bersalah sama sekali (yang salah aja kalo bisa jangan dimarahi apalagi tidak bersalah) adalah ibarat menancapkan paku pada sebuah kayu, ketika paku tersebut kita cabut (meminta maaf), apakah serta merta lubang bekas paku hilang (luka atau sakit hati korban kemarahan)?

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (al Baqarah (2): 263).

So berhati-hatilah dengan ucapan dan tingkah laku kita, apalagi yang berhubungan dengan orang lain.

Dengan demikian perlu kiranya kita belajar meminta maaf secara efektif. Pernyatan seperti “Maaf ya…” atau “Saya minta maaf…” tidak serta merta berlaku secara efektif (dan bahkan belum dapat diterima). Ada beberapa situasi yang sedemikian hingga membuat kita harus memohon maaf dengan cara-cara tertentu…

Tip #1: Meminta Maaf-lah dengan tulus dan ikhlas

Meminta maaf dengan terpaksa (nggrundel dalam bahasa jawanya) tidak ada gunanya. Justru akan berakibat semakin buruk. Terima-lah kenyataan bahwa kita memang melakukan kesalahan, akuilah kesalahan tersebut, sengaja maupun tidak sengaja kita lakukan. Minta maaf secara tulus dan ikhlas, hindari keterpaksaan.

Tip #2: Hindari Meminta Maaf Terus-terusan (berulang-ulang)

Tidak ada gunanya kita meminta maaf terus-menerus, berulang-ulang, apalagi terhadap atasan Anda. Seperti sebelumnya, bisa memperburuk akibatnya. Kok bisa? Ya kita seperti mengingatkan terhadap kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, apakah ini yang kita harapkan? Tentu tidak bukan?

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. (asy Syuura (42): 37).

Tip #3: Hindari Memberikan Penjelasan Panjang Lebar

Hindari memberikan penjelasan panjang lebar, jika Anda ingin meminta maaf secara efektif. Tidak ada gunanya Anda menghabiskan lebih dari separo waktu Anda untuk menjelaskan mengapa Anda melakukan kesalahan, bagaimana kronologis Anda melakukan kesalahan. Penjelasan singkat terasa cukup untuk kebanyakan situasi dan terkadang orang yang dimintai maaf tidak ingin Anda berpanjang lebar menjelaskan situasinya.

Tip #4: Bersegeralah Meminta Maaf

Jangan menunda-nunda dalam meminta maaf! Lakukan segera setelah Anda tahu bahwa Anda melakukan kesalahan (entah tahu dengan sendirinya atau diberitahu teman Anda). Dengan penundaan, orang yang menjadi korban Anda, akan menganggap Anda pengecut dan tidak layak dihormati. Jika Anda tidak bisa langsung bertemu fisik dengan dia, bisa kirim pesan terlebih dahulu (sms, email dan lain sebagainya) atau lakukan lewat telepon terlebih dahulu. Dan pastikan Anda meminta maaf saat bertemu langsung dengan korban Anda.

Tip #5: Jangan Mengharap Apapun

Jangan berharap akan mendapatkan maaf segera mungkin, bersiaplah untuk situasi terburuk sekalipun. Permintaan maaf bukanlah percakapan atau komunikasi yang nyaman, namun harus dilakukan agar akhirnya bisa nyaman, walaupun semuanya butuh proses, apalagi kalau luka itu sudah terlanjur dalam. Tetap lakukan permintaan maaf.

Oya, jika Anda sebagai orang tua melakukan kesalahan terhadap anak-anak Anda, tip-tip ini juga berlaku sama. Dengan demikian anak-anak kita juga akan belajar meminta maaf secara efektif, dengan kata lain, kita bisa memberikan pelajaran buat anak-anak kita langsung dengan contoh atau teladan yang baik dari orang tuanya…

Semoga bermanfaat…

(Diambil dari berbagai macam sumber dan pengalaman)

Komentar»

1. penuntut ilmu - 26 Juli 2010

Makasih pak atas ilmunya yang bermanfaat.🙂

2. iyin - 26 Juli 2010

ilmu yang bermanfaat, semoga bisa saya terapkan dalam kehidupan.amin
terima kasih sudah mau berbagi ilmu🙂

3. ian lite - 27 Mei 2012

mkasih udah mau brbagi ilmu ya pak.. mdah2an bermanfaat bagi sya,bpak,n smua.y

4. ian lite - 27 Mei 2012

makasih ya udah brbagi ilmu. smoga brmanfaat

5. vhia hanggoro - 5 November 2014

saya lagi galau nih pak.. pembimbing klinik saya ngamuk-ngamuk karena saya melakukan seminar makalah tanpa persetujuan dari beliau. dan juga saya lupa mengundang beliau untuk datang ke acara seminar tersebut..saya mau meminta maaf, tapi takut banget..kebayang wajah beliau yang murka dan kat-kata cercaan yang akan beliau sampaikan.. apa yang harus saya lakukan yaa pak? mohon bantuan ny pak

6. anita - 30 April 2016

Saya bermasalah dengan ketua prodi saya. Dan saya selalu disindir di ruangan. Saya sudah minta maaf tapi saya rasa hasilnya nihil. Minta tolong bantu saya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: