jump to navigation

Nimat Tuhan-mu Manakah yang Kamu Dustakan? 25 Juli 2010

Posted by agfi68 in DUIT, ikhlas.
Tags: , , , ,
trackback

Nikmat Allah, jika dihitung tidak akan pernah terhitung. Namun bukan berarti kita tidak bisa menyebutkan sebagian dari nikmat Allah tersebut. Kita masih bisa menyebutkan sebagian nikmat-nikmat tersebut alih-alih kita malah melupakan nikmat-nikmat yang sangat banyak tersebut. Sering
kali kita malah melupakan nikmat Allah yang telah kita berikan kepada kita. Salah satunya ialah dengan mengeluh.

“Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).” (QS An Naml:73)

Melupakan nikmat sering terjadi karena kita selalu memikirkan apa yang belum atau tidak kita punya ketimbang memikirkan apa yang sudah kita miliki dan nikmati. Melupakan nikmat bisa juga terjadi karena kita terlalu arogan (sombong), seolah-olah apa yang kita dapatkan adalah hasil upaya kita semata tanpa pernah terbesit dalam pikiran akan pertolongan Allah. Penyebab lain bisa jadi karena kita kurang atau bahkan tidak bisa mengingat Allah sehingga kita juga lupa bahwa apa yang kita miliki adalah atas kehendak Allah.

Melupakan nikmat akan merusak mental kita. Hal yang paling mudah kita rasakan adalah perasaan kita yang tidak enak jika kita mengeluh, atau setidaknya kita tidak memiliki perasaan bahagia. Sebaliknya jika kita bersyukur perasaan kita akan enak dan bahagia karena begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Perasaan yang enak (feel good) dan perasaan bahagia akan membentuk mental kemenangan bagi kita, kita akan lebih semangat menjalani hidup ini. Bersyukur akan membentuk pola pikir terbuka, sehingga akan terbuka untuk nikmat-nikmat berikutnya.

Bersyukur bukan berarti hanya mengingat nikmat yang telah diberikan kepada kita dan melupakan yang kita inginkan. Bukan, justru bersyukur sebagai sarana untuk menambah nikmat-nikmat selanjutnya, sehingga wajar saat kita bersyukur kita juga berusaha dan berdoa untuk nikmat
selanjutnya, bukankah Allah sendiri yang akan menambah nikmat jika kita bersyukur?

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim:7)

Semoga bermanfaat.

Komentar»

1. Simpel saja, gak pake nanya! Doa Usaha Ikhlas dan Tawakkal! « Jurnal Sang Dosen… - 29 April 2012

[…] Nikmat Tuhan-mu Manakah yang Kamu Dustakan? (klik disini); […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: