jump to navigation

Memberi ARTI dalam setiap Kejadian! 3 Juli 2010

Posted by agfi68 in DUIT, mindset.
Tags: , , ,
trackback

Percaya atau tidak, kejadian yang kita hadapi sehari-hari, baik, buruk, menyenangkan, menyedihkan, kejutan dan seterusnya awalnya tidak ada artinya sama sekali. Kitalah yang memberikan arti pada setiap kejadian-kejadian tersebut sesuai dengan belief system, keyakinan atau paradigma yang sudah menyatu dengan diri kita. Hal inilah yang menyebabkan untuk setiap kejadian yang sama, respon antara satu orang dengan orang lainnya bisa berbeda.

Pernah suatu ketika, anak saya memberikan pernyataan pada saya, waktu itu seperti biasa saya (sebagai seorang ayah) sedang guyon-guyon, ternyata tanggapan anak saya “Jangan gitu yah… aku lagi sensi loch…”. Wow! kenapa bisa emosi mengendalikan kita? Sungguh kasihan… Kejadian ini tentu saja tidak membuat saya marah, karena disisi lain memberikan kesempatan kepada saya untuk memberikan pengarahan kepada anak saya agar kitalah yang mengendalikan emosi, bukan sebaliknya… Jika hal ini kita biarkan saja, tentu akan menggerogoti energi positif kita yang (kemungkinan) juga sudah hampir habis, he he he… bisa jadi minus loch!

Berhati-hatilah dan sekali lagi, Kitalah yang mengendalikan emosi, bukan sebaliknya.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Mekanisme perilaku kita disebabkan karena otak selalu menanyakan 3 hal terhadap suatu kejadian:

  1. Saya mau perhatian gak terhadap hal tersebut?
    Tentunya tergantung dengan kejadian itu sendiri apakah berarti buat Anda, misalnya saat saya kehilangan kucing kesayangan saya, tentu sedih dibuatnya, namun tetangga saya biasa-biasa aja tuch, bahkan istri dan anak-anak saya juga gak ambil peduli. Saya-pun juga tidak berlarut-larut dalam kesedihan, karena nanti suatu ketika Tuhan pasti mengganti dengan kucing yang lebih baik (dan ternyata memang dalam waktu gak lama dapet kucing yang lebih keren). Ini hanya contoh saja dan juga hanya masalah kucing, bagaimana dengan kejadian yang mungkin lebih heboh daripada kucing? Ya sama saja! Misalnya, beberapa saat yang lalu salah satu sahabat saya kehilangan laptop dan sekaligus HP-nya, padahal HP juga belum lunas baru nyicil berapa bulan, tas-nya juga sekalian sama laptop dan paspor (karena sebentar lagi ada dinas ke luar negeri). Ya saya sich biasa-biasa saja, namun dia sempat kelabakan. Tentu saya juga bisa merasakan bagaimana laptop dan HP-nya hilang, ya saya memberikan dukungan dan doa semoga laptop dan HP-nya digantikan dengan produk lain yang lebih luar biasa. Bagaimana dengan Anda?
  2. Apa artinya hal tersebut bagi diri saya?
    Lantas kejadian tersebut jika memang menyita perhatian saya, apa artinya? Misalnya, O memang sudah saatnya saya ganti kucing yang baru dan lebih keren entah kapan. Atau barangkali, O mungkin karena kurang sedekah, so laptop dan HP jadi pindah tangan. O barangkali inilah cara Tuhan ingin membuat saya lebih sukses dan bahagia, atau barangkali Anda akan merespon dengan respon yang negatif atau sangat negatif? O memang sedang sial, memang nasibku begini, memang tidak mudah dan tidak setiap apa yang kita impikan terwujud. Mengapa aku dilahirkan seperti ini? Mengapa? Dan seterusnya… Ini semua tergantung dari PARADIGMA KEHIDUPAN Anda sendiri dan setiap orang masing-masing punya paradigma-nya sendiri-sendiri dan percaya atau tidak, kebanyakan kita lebih banyak memiliki PARADIGMA NEGATIF dibanding POSITIF…
  3. Lalu saya mo ngapain?
    Kalo sudah perhatian, kemudian artinya begini atau begitu, apa yang harus saya lakukan? Tentu bisa bermacam-macam mulai dari mengambil tindakan yaitu diam (tidak melakukan apa-apa juga merupakan tindakan), sampai harus melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. O memang sudah nasib, ya sudah saya hentikan usaha ini. O memang gak mudah, gak usah aja dech, lainnya aja. Atau barangkali, o ini menunjukkan strategi yang saya gunakan ada yang gak beres, saya harus ganti strategi, ganti cara, keep learning – tetap belajar dan seterusnya. O barangkali saya tidak pernah sedekah, oke dech besok pagi saya akan nyumbang 1juta buat pondok pesantren deket rumah. Demikian seterusnya…

Intinya, apapun kejadiannya, apalagi di luar kontrol kita, kita tidak bisa merubah, namun kita bisa merubah respon terhadap kejadian tersebut, karena kita punya kontrol terhadap diri kita dan itu pasti!

Lain kali jika Anda menghadapi sebuah kejadian, terutama yang muncul pertama adalah hal-hal yang negatif, Anda bisa melakukan pengubahan haluan pikiran menjadi lebih positif dan berenergi, dengan memberikan 3 pertanyaan seperti di atas.

Saya bisa dan Andapun juga PASTI BISA! Yess!

Komentar»

1. Simpel saja, gak pake nanya! Doa Usaha Ikhlas dan Tawakkal! « Jurnal Sang Dosen… - 29 April 2012

[…] Memberi ARTI dalam setiap Kejadian! (klik disini); […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: