jump to navigation

Belajar dari Sakit Gigi! 17 Juni 2010

Posted by agfi68 in ikhlas, mindset.
Tags: , , , ,
trackback

sakitgigiSubhanallah! Bagaimana rasanya Anda sakit gigi? Sungguh sangat tidak nyaman, sampe pusing segala macem, gak bisa mikir, dan seterusnya…

Lantas kalo Anda diberi pilihan antara Sakit hati dengan Sakit gigi pilih yang mana? Ya gak semuanya donk… gimana sich…!

Yang terpikir pertama kali tentunya adalah mencoba dan berusaha untuk mengurangi bahkan menghliangkan rasa sakit tersebut, entah apapun penyebabnya (gigi berlubang, tumbuh gigi baru dan lain sebagainya). Anda segera mencari solusi tersebut, entah pergi ke dokter gigi atau langsung ke apotek untuk mencari obat pereda rasa sakit dan lain sebagainya…

Namun, pernahkah Anda menyadai bahwasanya sakit gigi tersebut merupakan peringatan untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan sekaligus berguna untuk menghapus dosa-dosa kita selama ini! Sekaligus Anda bisa menyadari begitu nikmatnya menjadi orang sehat (sama sekali tidak sakit gigi), telah begitu banyak nikmat yang diberikan kepada-Nya. Sehingga sudah sewajarnya jika kita bersyukur kepada-Nya, bukankah Alloh sudah berfirman…

Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. (az Zumar (39):66)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim (14):7)

Lho gimana tho? Sakit gigi kok disuruh bersyukur? Ya itu dia, paradigma atau cara berpikir kita yang membatasi cara pandang yang lebih luas daripada cara pandang sempit sekedar sakit gigi. Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, kita harus menyadari bahwa sakit gigi ini merupakan peringatan sekaligus balasan atau azab atas dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini. That’s it!

Sudah seharusnya kita bersyukur bahwa Alloh masih sayang dengan kita, Dia mengelus-elus kita dengan kasih sayang yang berupa pemberian sakit gigi, sehingga kita bisa menjadi lebih berkembang dalam kehidupan karena kita bisa belajar dari segala macam kejadian kehidupan (baik diri sendiri maupun orang lain). Memang tidak mudah untuk merubah paradigma yang telah mengakar kuat seperti ini, tapi Anda bisa melatih dan melakukannya.

Ingat juga, Anda harus langsung beristighfar karena setumpuk-tumpuk dosa-dosa kita. Ingat juga untuk tetap ikhlas.

Sehingga sudah seharusnya (juga) jika yang teringat pertama kali adalah Alloh, berdoa mohon kesembuhan diiringi dengan memohon ampun atas dosa-dosa baik sengaja maupun tidak disengaja. Barulah kita menjemput solusi-solusi yang diberikan-Nya, termasuk pergi ke dokter gigi, beli obat pereda sakit gigi dan lain sebagainya. Ada DOA, ada USAHA!

Begitu mudah dan sederhananya kita menjalani kehidupan dan setiap hari diharapkan kita bisa berkembang berkehidupan secara holistik, menuju sukses dunia dan akhirat. Amin!

Semoga bermanfaat…

Catatan:

  • Tulisan ini saya tulis dalam kondisi sedang sakit gigi, rasanya luar biasa!
  • Apakah setelah menulis kemudian berkurang? ya nggak juga, karena saya juga belum menjemput solusinya…
  • Bagaimana dengan Anda?
  • Pereda sakit gigi bisa menggunakan PONSTAN atau sejenisnya.

Komentar»

1. iyo - 17 Juni 2010

Wah terima kasih pak atas inspirasinya.. kebetulan saya juga lagi sakit gigi..

2. Baju Kebaya Modern - 26 Juli 2010

Baru sempat mampir nih!
Liat-liat dulu….
Situsnya bagus nih!
apalagi artikelnya, menarik banget!
Saya seperti disuguhi makan enak!
hehehehehhehehe

Oia Kunjungan balik ya sob, ini blog saya
http://modelkebayamodern.blogspot.com
http://kecantikanwajahkulit.blogspot.com
http://obat-sakitgigi.blogspot.com
Salam kenal….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: