jump to navigation

Saya tidak percaya dengan TESTIMONIAL! 25 Mei 2010

Posted by agfi68 in Buku, DUIT, mindset.
Tags: , , , , ,
trackback

testimonialsTepat! Testimonial memang merupakan senjata hebat dalam pemasaran, artinya pinjem “mulut” orang untuk ngomongin produk kita, sedemikian hingga orang percaya dengan produk-produk kita (apapun itu, produk, layanan maupun informasi), inipun saya gunakan untuk memasarkan buku saya yang luar biasa “Pasti Ada Hikmahnya”.

Namun, seberapa tuluskah orang yang menulis testimonial tersebut atau dengan kata seberapa besarkah rasa percaya kita terhadap testimonial tersebut?

Saya akui bahwa pemasaran dari mulut ke telinga merupakan pemasaran luar biasa yang bisa Anda gunakan hingga saat ini. Bagaimana tidak? Ongkos pemasaran bisa kita pangkas serendah-rendahnya dan (insya Alloh) kita bisa mendapatkan umpan balik yang luar biasa.

Lantas mengapa saya tidak percaya dengan TESTIMONI, bahkan saya (terus terang) sangat bersyukur saat ketika saya minta, jelas-jelas minta, testimonial terhadap buku-buku saya, malah tidak ada satupun yang memberikan! Loch kok malah bersyukur? Ya karena akhirnya saya mendapatkan testimonial tanpa diminta, tulus, ikhlas ditulis dari orang-orang yang telah mendapatkan manfaat dari apapun yang saya berikan.

Jadi, ketika saya membaca suatu testimonial pada suatu produk, yang langsung muncul di benak saya adalah “Ach yang bener…”, “Mosok sich….”, “Mmmm coba ada lagi testimonial lainnya gak…” dan percaya atau tidak, sebuah testimonial yang ditulis dengan tulus ikhlas sudah bisa Anda rasakan ketika Anda membaca…

Adakalanya Anda kemudian menjadi penasaran, mencari informasi yang lebih banyak dan/atau lebih akurat, atau bahkan coba dulu dech toch ada garansi-nya, tetapi intinya sama saja, awalnya TIDAK PERCAYA PADA TESTIMONIAL. Namun ketika Anda benar-benar merasakan manfaat-nya, tentu Anda tidak sabar lagi untuk bercerita, Anda memiliki GAIRAH untuk bercerita, dan akhirnya anda PERCAYA dengan testimonial yang ada di surat penawaran produk yang pernah Anda baca sebelumnya, atau minimal cerita dengan orang-orang yang dekat Anda dulu. Artinya dengan senang hati Anda akan menuliskan testimonial atau menceritakan pengalaman Anda yang luar biasa dengan produk yang baru saja Anda beli tadi…

Bagaimana kalau yang memberikan testimonial adalah orang-orang yang menjadi public figure? Ya bisa jadi Anda LANGSUNG PERCAYA, atau barangkali juga Anda TIDAK LANGSUNG PERCAYA, “Mosok sich si A aktor keren bisa ngomong kayak gitu, yang bener aja…”. Tetapi percaya atau tidak, teknik ini digunakan, paling tidak orang sudah mulai AGAK PERCAYA dibandingkan yang memberikan testimonial adalah orang yang sama sekali bukan public figure.

Jadi intinya adalah bukan pada testimonial-nya tetapi pada ketulusan dan keikhlasan orang-orang yang memberikan testimonial, apalagi datang dari orang-orang yang sudah menjadi public figure, wah kekuatannya jadi luar biasa! Jadi berikan saja banyak manfaat kepada orang-orang, Insya Alloh, mereka akan memberikan ‘kesaksian’ atas manfaat-manfaat yang mereka rasakan kepada orang lain, tanpa Anda minta, dan perhatikan bagaimana penjualan Anda bisa meningkat!

“Saya sangat berterima kasih sekali kepada Tuhan karena mengenalkan saya dengan pak Agung Webe (Recollection), pak Erbe Sentanu (Quantum Ikhlas dan Zona Ikhlas) maupun mr. Joe “fire” Vitale (The Attractor Factor, dll) dengan buku-bukunya yang luar biasa, saya mendapatkan pencerahan, ilmu, kesadaran diri yang selama ini sedang saya cari-cari. Alloh begitu sayang dengan saya karena menghadirkan orang-orang tersebut dalam kehidupan saya…” – Agfianto Eko Putra, Penulis buku-buku BEST SELLER, termasuk buku PASTI ADA HIKMAHNYA (http://www.klikdisini.com/agfianto).

Bagaimana? Apa yang muncul dalam benak Anda? Langsung TIDAK PERCAYA? Atau bagaimana? Apakah saya menulis dengan tulus dan ikhlas?

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: