jump to navigation

Yang ujian anaknya, yang stress orang tuanya…! 12 Maret 2010

Posted by agfi68 in DUIT, pendidikan.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Sudah beberapa kali saya mengalami kejadian, yang ujian anak saya, yang stress malah saya, mengapa hal ini terjadi?

Hidup ini adalah pilihan, begitu kata seorang ustadz kepada saya, jadi mo stress mo kagak tergantung saya sebagai orang tuanya. Coba gimana gak stress, kalo menjelang UASBN, anak saya masih tenang-tenang saja sementara nilai-nilai tiga mata pelajaran tidak terlalu bagus. Bagaimana kalo nanti tidak diterima di sekolah negeri yang notabene NEM-NEM pendaftar-nya tahun lalu cukup mengerikan (maksudnya lumayan tinggi-tinggi…), bagaimana kalo nanti gak dapet sekolah, bagaimana nanti kalo diterima di sekolah swasta yang biaya pendidikannya mengalahkan biaya saya waktu kuliah…. aduh biyung… pusiiiing…!

Okey, kalo gini terus caranya, apa yang saya fokus itulah yang akan terjadi! So, saya fokus saja pada kemungkinan terbaik buat anak saya, persis seperti anak saya yang pertama, bukankah pengalaman adalah guru terbaik? Kemungkinan yang bisa saya lakukan adalah fokus untuk terus memberikan bimbingan dan tutorial, khususnya, terhadap tiga mata pelajaran yang menjadi NEM saat ini, terus melakukan latihan-latihan terhadap mata pelajaran tersebut dan akhirnya…

Saya mendapatkan pencerahan untuk memungkinkan anak saya mendapatkan nilai tinggi pada saat UASBN nanti, jelas disini Yang Maha Kuasa memberikan jalan dan kemudahan bagi saya jika saya tetap berusaha fokus pada hal-hal positif (demikian juga jika kita fokus pada hal-hal negatif), sungguh luar biasa pelajaran hidup kali ini, Insya Alloh tidak akan saya lupakan…

Untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan dan pencerahan tersebut tentu saja ada usaha yang harus kita lakukan. Sebagaimana saya ulas dalam buku PASTI ADA HIKMAHNYA, bahwa kita harus tahu apa yang kita inginkan, BUKAN pada apa yang tidak kita inginkan. Kita berdoa penuh dengan keyakinan, tidak lupa untuk melakukan usaha atau aksinya. Bukan sembarang aksi atau usaha, tetapi inspired action, usaha atau aksi yang terinspirasi, barangkali, dalam kasus saya ini, harus membeli sebuah buku dan kebetulan lagi yang kemudian membeli justru anak saya sendiri, dengan uang sakunya, luar biasa! Mengapa? Karena dari buku tersebut saya menemukan jawaban atas masalah UASBN anak saya, dahsyat dan luar biasa! Alhamdulillah ya Alloh, sekarang terbuka kemungkinan untuk mendapatkan NEM bagus buat anak saya.

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS40. Al Mu’min ayat 60)

Inilah contoh nyata dari inspired action, kita berdoa dan Alloh memberikan jalan keluar melalui ide anak saya untuk membeli buku tersebut (harganya sangat murah cuman 10ribu perak), bahkan jika orang tua yang sama-sama membeli buku tersebut tidak jeli maka informasi berharga akan terlewat begitu saja. Intinya, anak saya beli buku dan saya mendapatkan pencerahan saat membaca buku tersebut, inilah BENANG MERAH antara doa dan petunjuk pengabulan doa tersebut!

Okey, setelah melakukan usaha terinspirasi, kita harus ingat untuk selalu Ikhlas, bersyukur kepada Alloh – seakan-akan – anak saya sudah mendapatkan NEM tinggi dan apa yang telah Alloh berikan kepada kita selama ini. Juga tawakal kepada-Nya, karena Dia (pasti) memberikan jalan terbaik. Inilah proses yang selama ini saya lakukan dan alhamdulillah sudah berhasil dengan baik, ya karena sudah menjadi sunatullah!

Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
(QS. Al Jumu’ah (62):10)

Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya.
(HR. Abu Dawud)

Barangsiapa memurkakan Allah untuk meraih keridloan manusia, maka Allah murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridloinya menjadi murka kepadanya. Namun barangsiapa meridlokan Allah (meskipun) dalam kemurkaan manusia, maka Allah akan meridloinya dan meridlokan kepadanya orang yang pernah memurkainya, sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapannya dan perbuatannya dalam pandangan-Nya.
(HR. Ath Thabarani)

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
(QS. An Nahl (16):78)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(QS14. Ibrahim ayat 7)

Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”
(QS. At Taubah (9):51)

Tidak ada suatu rejeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.
(HR. Al Hakim)

Ada 3 (tiga) hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh.
(HR Ath Thabarani)

Bismillahirrohmaanirohiim, ya Alloh berikanlah kekuatan dan kemudahan bagi-ku dan anakku dalam menghadapi UASBN tahun ini, semoga Kau berikan yang terbaik bagi kami, amin!

Komentar»

1. alice pngen ..... - 13 Maret 2010

kunjungi blogku y4h d http://www.mlyuk.tk

2. can87 - 13 Maret 2010

kendalikan emosi, kesabaran, dan perkuat iman adalah kunci utama kita dalam menjalani berbagai masalah…

salam kenal… visit my blog at
http://dunianakal.wordpress.com

3. Tomy Meilando - 13 Maret 2010

ketika kita memfokuskan sesuatu terhadap hal yang tidak kita inginkan maka hal tersebutlah yang akan terjadi. so, fokuslah terhadap apa yang di inginkan, pada impian dan visi, ^^ salam kenal

4. delia4ever - 13 Maret 2010

Aminnn.. semoga anaknya lulus ya pak…🙂
dulu saya juga pura2 tenang pak waktu ujian…..maksudnya biar orang tua percaya anaknya udah bisa..
padahal dalam hati udah resah tak menentu..apalagi membayangkan kalo sampai gak lulus….gak ada sedikitpun niat untuk mengecewakan orang tua…

Saya yakin anak Bapak juga begitu…^_^
Wassalam

agfi68 - 15 Maret 2010

Amin, terimakasih… salam kenal.

5. nyanyi.info - 13 Maret 2010

🙂 semoga tidak stress lagi pak…. ttp semangat…

6. agfi68 - 14 Maret 2010

terima kasih atas komen2-nya dalam salam kenal juga…

7. Iqbal - 14 Maret 2010

kebetulan adik saya jg insya Allah mau ujian SMP Pak, memang betul, yg stress ortunya, padahal yg anaknya enjoy aja, he65.536x

untuk do’anya di penutup: insya Allah, amiin ya robbal alamiiin…

btw Pak, punya account twitter g Pak?barangkali bisa share ilmu, pengalaman, atau apa saja yg baik2 via twitter, yg lbh mudah diupdate & di-follow orang, he256x

trimakasih Pak…

agfi68 - 15 Maret 2010

Wah maaf belum punya account di twitter, cuman Facebook dulu http://www.facebook.com/agfianto, silahkan add friends, terima kasih…

8. iwank - 18 Mei 2010

tetap semangat pak, mana sekolah2 negeri sudah pada RSBI lah namanya..mahaaal…buanget….seprtinya sekolah negeri kok banyak diswastakan,,,..mahal bung…

9. andi suprianto - 20 Juni 2016

izin share artikel2 yg ada di web ini,,trims.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: