jump to navigation

Harusnya bisa belajar dan menjadi lebih baik.. 10 Juli 2016

Posted by agfi68 in mindset.
Tags: , , ,
add a comment

imagesTelah usai bulan puasa 1437H… Tiga puluh hari menahan diri, menahan nafsu, berpuasa… Lantas apakah aku akhirnya bisa meraih ‘kemenangan’? Sebagaimana dalam firman-Nya? Al Baqarah (2) ayat 183…

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Kenyataan-nya bagaimana?

Barangkali kita memang tidak bisa belajar dari aktivitas berpuasa itu sendiri… Hanya sekedar menjalankan suatu kewajiban, yang barangkali justru sebanarnya terasa memberatkan, menyebalkan, menjengkelkan, dan seterusnya… namun yach… Terpaksa dilakukan… Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, terasa hambar…! Tidak ada rasa semangat berpuasa yang menyenangkan, karena hanya sekedar menjalankan kewajiban semata… Apakah yang demikian akan kita raih ‘kemenangan”…?

Saat santap sahur…

Tujuan-nya jelas…. Menyiapkan badan ini agar siap menjalankan ibadah puasa selama sekian puluh jam kedepan… Namun apa yang terjadi? Apa yang kita makan dan minum saat sahur? Lebih karena memenuhi unsur-unsur gizi untuk tubuh atau malah menuruti hawa nafsu lidah ini…? Sehingga justru kondisi buruk yang terjadi, baik saat menjelang shalat subuh, bahkan bisa sepanjang hari… Bukankah berpuasa itu merupakan ibadah komprehensif? Menyeluruh? Termasuk belajar untuk menundukkan nafsu lidah…

Makan sahurlah kalian, karena pada sahur itu ada barokah. (HR. al-Bukhari & Muslim).

Sahur itu seluruhnya adalah barokah, maka itu janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air. (HR. Ibnu Hibban dan ath-Thabrani).

(lebih…)

Yang Sakinah, mawaddah wa rahmah…. 4 Maret 2016

Posted by agfi68 in ikhlas, mindset.
add a comment

“Di antara tanda-tanda (kemahaan-Nya) adalah Dia telah menciptakan dari jenismu (manusia) pasangan-pasangan agar kamu memperoleh sakiinah disisinya, dan dijadikannya di antara kamu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya dalam hal yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kemahaan-Nya) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum:21)

SAKINAH MAWADDAHSakiinah itu… tenang, tentram…
Mawaddah itu… cinta, harapan…
dan Rahmah itu… kasih sayang…

Begitu doa yang diucapkan handai taulan, sahabat, rekan saat pernikahanku…

Aamiin yaa Robbal’alamiin…

Jujur saja… kondisiku saat itu belum terbilang 100% mapan… masih bekerja di “luar negeri” alias swasta dengan gaji lumayan alias cukup… alhamdulillahirobbil’alamiin…

Sementara itu…

Waktu berjalan dengan begitu cepat, akhirnya istriku hamil putri pertama…
dan luar biasanya…
pada saat kehamilan berjalan bulan ke 3 seingatku…
aku dipecat! ya dipecat tanpa alasan yang jelas!
(tapi sebenarnya aku tahu, karena perusahaan sedang mengalami kebangkrutan..)

tiada berani aku mengabarkan pemecatan diriku kepada istriku…
setiap hari masih saja aku pamit bekerja…
bekerja dalam arti mencari pekerjaan…
kesana kemari….

ya alhamdulillah akhirnya ada saja rejeki-Nya dalam bentuk apapun itu…
termasuk pekerjaan serabutan…

(lebih…)

Memutuskan Reaksi Berantai! 8 Desember 2015

Posted by agfi68 in mindset, pendidikan.
add a comment

Jika mendengar istilah “reaksi berantai” atau dalam bahasa asingnya “chain reaction”, maka tidak salah jika kemudian pikiran kita melayang pada pelajaran kimia, nuklir dan seterusnya. Namun saya tidak akan membahas masalah reaksi berantai yang terkait dengan hal-hal tersebut…

Perhatikan ilustrasi berikut ini….

Seorang mahasiswa sedang mengerjakan tugas akhir (TA) dengan semangat yang luar biasa…. hari berganti hari, minggu berganti minggu… hingga suatu saat ada masalah yang termasuk sulit untuk dicari solusinya… hasil diskusi dengan dosennya saat itu sebenarnya sudah mendapatkan sedikit pencerahan untuk mengatasi masalah tersebut, hingga beberapa hari kemudian mentok (lagi)… mahasiswa tersebut tetap berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri, rasanya JAIM (jaga image) jika harus diskusi lagi dengan dosennya… begitu seterusnya hingga berhari-hari… sama sekali tidak ada jalan keluar… mentok (lagi)…!

SMS dari dosen-nya pun masuk menanyakan kabar progress bagaimana?? Tapi dia ragu menjawab… alih-alih berusaha menemui dosen-nya… dia larut dalam kesuntukan cari solusi… akhirnya dia putuskan untuk cari hiburan dulu… kebetulan ada tetangga minta dibuatkan toko online, dan kebetulan lagi dia termasuk ‘ahli’ soal begituan… jadi dech dapet proyek yang sebenarnya tidak seberapa, namun daripada suntuk, dia putuskan untuk kerjakan proyek itu dulu… baru nanti dia coba lagi cari solusi untuk TA-nya…

Demikian hal tersebut berlanjut… puasnya tetangga akan hasil toko online mengakibatkan mahasiswa tersebut akhirnya mendapat pesanan yang lain… kemudian yang lainnya lagi… kemudian tambah lagi yang lain… dan hitungan income-nya sudah bisa dipake beli motor cash! Demikian seterusnya sehingga mahasiswa tersebut “lupa” dengan TA-nya, mau mengerjakan kembali… teringat masalah yang belum selesai… eh malah ada proyek dengan bayaran yang menggiurkan… demikian seterusnya…

Semester sudah berganti, sementara TA-nya tidak bergerak sama sekali, tidak ada kemajuan, mandeg… masalah yang harusnya dicari solusi-nya sudah terlupakan… dosen pembimbing-nya bahkan sudah ‘menyerah’ karena tidak merasa mampu memberikan motivasi… sementara itu mahasiswa yang bersangkutan sampe lupa harus mengurus registrasi semester, dan menghadapi aturan kedisiplinan dari fakultas… sementara di prodi ada ketentuan TA yang dikerjakan lebih dari satu semester untuk perpanjangan harus disertai progress report yang ditanda-tangani dosen pembimbing… mahasiswa tersebut sudah malu… takut untuk bertemu dengan dosen-nya… ingin minta tanda tangan selalu ditunda-tunda… begitu seterusnya…

(lebih…)

Terlalu Mudah menilai… 27 November 2015

Posted by agfi68 in mindset.
add a comment
Bersyukur itu… jangan selalu dengan acuan duit… duit… duit… duit dst… kesehatan juga perlu disyukuri… keberuntungan dalam bentuk apapun juga perlu disyukuri dan seterusnya… khususnya lagi adanya keimanan dan ketakwaan dalam diri…
Bisa jadi driver yang memilih menolak penumpang di suatu pagi hari itu karena sedang dalam kondisi capek karena seharian sebelumnya benar2 dalam kondisi menjemput setoran untuk menafkahi istrinya yang mungkin sedang sakit… atau barangkali anaknya yang SPP-nya sudah jatuh tempo… ditambah lagi bisa jadi tahajudnya luar biasa… dan pagi itu sedang bisa jadi tetap berusaha untuk menjemput rejeki… dia menolak mungkin karena duitnya sedikit dan tidak seimbang dengan capek nya dia… dst dst…
 
Atau barangkali seseorang yang belum ‘sempat’ maju ujian tugas akhirnya karena hal-hal yang bersifat non-teknis yang cukup menganggu dan memerlukan solusi yang prioritas dalam kehidupan-nya lebih tinggi dari ujian TA-nya… padahal dosen-nya pun barangkali sudah dengan rajin selalu menagih… kapan? kapan?

(lebih…)

SCOPUS: makhluk motivator aneh! 14 November 2015

Posted by agfi68 in mindset.
Tags: , ,
add a comment

Makhluk yang bernama SCOPUS menjadi trend akhir2 ini di kampus (artikel ini saya tulis di Nopember 2015), ada yang menanggapi secara kurang bersahaja, biasa-biasa saja, bahkan tidak sedikit menanggapi dengan sangat antusias…

Lha ya kan kata MOTIVATOR bahwa segala kejadian NETRAL adanya… tingal kita masing-masing punya arti yang bisa berbeda-beda atau sama tergantung pengalaman kehidupan pribadi masing-masing…

coba gini misalnya… ada peluang dari kampus kalo diterima oleh makhluk SCOPUS dapet mengajukan insentif 10juta untuk tiap judul… lha kalo setahun bisa produktif, gak usah banyak2, 10 paper… ya asiik banget khan… jelas mungkin akan ada banyak dosen yang berlomba-lomba untuk menghasilkan paper diterima SCOPUS, mereka berusaha MERAIH penghargaan atau reward tersebut… lumayan 10 juta!

(lebih…)

Sebuah Keputusan yang Tepat? 4 November 2015

Posted by agfi68 in mindset.
add a comment

Pagi itu cerah… eh sedikit mendung, dua mahasiswa sedang ujian pendadaran tugas akhir secara paralel…. diakhir ujian keduanya dinyatakan lulus dengan perbaikan dan waktu melakukan perbaikan hanya 30 hari kalendar, tepatnya berkas-berkas TA yang sudah direvisi dan ACC paling lambat tanggal 15 bulan depan harus diserahkan…

Pagi yang cerah dengan sedikit mendung…

MHS1 + MHS2: alhamdulillah ya Allah akhirnya selesai juga perjuangan-ku menggapai cita-cita… tinggal selangkah lagi…

MHS1: Gimana bro? lulus?

MHS2: alhamdulillah lulus bro… luar biasa!! elu gimana bro?

MHS1: wah lulus donk, alhamdulilah… tinggal selangkah lagi untuk melakukan perbaikan sebagaimana diminta… kalo bisa seminggu ini kelar bro!

MHS2: ach santai saja… capek rasanya kemarin ngerjain skripsi hingga maju sidang hari ini… kan 30 hari kalendar waktunya…

MHS1: iya bener 30 hari, cuman kalo aku bisa kejar lebih cepat kan sekalian saja capeknya, habis itu bisa rileks hingga menunggu yudisium dan wisuda, asik gak bro??

MHS2: ah males ach… aku rileks duluan ach, ngademin otak nich… mumpung kampus ada event bagus kan aku ikutan panitia duluan aja… sambil refreshing gitu…

MHS1: lha ntar kalo keteteran terus lupa gimana?

MHS2: ah gak bakalan lupa kok… yang penting revisi tetap dikerjakan…

MHS1: lha entar kalo dosen2nya sibuk minggu2 depan gimana? terus kan gak ada jaminan sekali revisi bisa diterima, kan kualitas tetap diutamakan…?

MHS2: ah guampang… bisa diatur itu… udah lah aku cabut dulu ya… mau nraktir temen2 nich… elu ikutan yuuk….

MHS1: maaf dech… aku ada urusan lain dulu… oke sampe jumpa lagi bro…!

MHS2: oke see u…!

15 Hari menjelang akhir pengumpulan revisi TA

MHS2: eh bro ketemu lagi, gimana sudah selesai revisi-nya?

MHS1: alhamdulillah sudah bro, wah luar biasa kerja keras nya, akhirnya selesai dan sudah aku kumpulkan ke sekretariat… sekarang tinggal urus yudisium… and then relax…! lha kamu gimana? dah selesai?

MHS2: ooo syukurlah kalo begitu… belum lach… kan event kampus baru selesai hari ini… nah besok baru aku mulai ngerjain revisinya, lumayan kan masih ada 15 hari lagi, bisa kelar dech…

MHS1: oya ya… oke dech selamat mervisi ya, semoga dimudahkan dan dilancarkan yaaa…

MHS2: aamiin… ooo makasih bro… sehat dan sukses buat elu juga ya…

MHS1: aamiin…

5 Hari menjelang akhir pengumpulan revisi TA

MHS2: waduuuuuh…. pusing nich…. revisi belum kelar-kelar juga… sudah begitu pak X minta lagi bagian kemarin diedit diperbaiki agar nampak analisisnya berbobot… belum juga pak A banyak keluar kota… belum juga pak Z minta ditambahin penjelasan…. waduh padahal tinggal 5 hari lagi nich…. ternyata susah juga ini revisinya… waduuuh…..

akhir cerita…

(lebih…)

Tidak BISA atau Tidak MAU? 31 Oktober 2015

Posted by agfi68 in mindset, pendidikan.
add a comment

3094949_20121221024957Di suatu ketika, pagi hari yang cerah di kampus… seorang mahasiswa sedang berdiskusi dengan dosen-nya…

MHSW: “maaf pak, saya mau ganti mikrokontroler-nya, yang sekarang ini saya BANYAK mengalami kesulitan di bagian komunikasi serial dan ADC-nya… sehingga saya TIDAK BISA melanjutkan lagi…”

DOSEN: “apakah sudah kamu cari kesana kemari bagaimana mengatasi kesulitan yang kamu katakan BANYAK itu tadi…?”

MHSW: “hmmm sudah pak… di website perusahaan-nya langsung malahan… kalo yang lain-lain belum sich… gimana ya pak, apakah ada solusi? Sepertinya saya mau ganti mikrokontroler lain saja pak yang lebih mudah…”

DOSEN: “oke begini…. cari solusi cuman di website perusahaan-nya saja, belum kamu cari via google atau forum-forum lain, juga belum kamu diskusikan panjang lebar dengan saya solusinya dan lain sebagainya… eh tiba2 saja mau ganti mikrokontroler laen, apakah itu akan menjadi solusi??”

MHSW: “semoga pak, soalnya mikrokontroler penggantinya sudah banyak contoh2-nya di internet…”

DOSEN: “ya itu artinya kamu itu TIDAK MAU berusaha lebih lanjut untuk mencari solusi terkait… baru satu macam usaha mencari info di website perusahaan sudah menyerah, dan itu bukan karena TIDAK BISA… bagaimana?”

MHSW: “hmmm bener juga ya pak…. oke lah pak saya akan coba lagi mencari solusi2-nya dengan BERUSAHA lebih GIAT lagi…”

DOSEN: “nah gitu donk…! tetap semangat ya…”

Bagaimana menurut Anda??

(lebih…)

Kisah Mahasiswa (yang) Terlambat Ngumpulin Proposal 21 Oktober 2015

Posted by agfi68 in mindset, pendidikan.
Tags: , ,
add a comment

mhsw: “maaf pak saya terlambat mengumpulkan proposal, apakah bisa diterima?”

admin: “TIDAK BISA! silahkan mengulang semester depan…”

mhsw: “waduch please dech pak… bukan-nya saya sengaja terlambat tapi kemarin siang tiba-tiba saja printer saya error…”

admin: “lha emang apa urusannya dengan terlambat?”

mhsw: “yach kan saya harus perbaiki dulu printernya pak, barusan selesai tadi malam…”

admin: “oke, kenapa kamu tidak mencoba mencetak di tempat lain? kalo inget kemarin itu hari terakhir? kan printer rusak bisa dipikir nanti setelah kumpul proposal?”

mhsw: … diam …

admin: “kenapa juga baru kemarin mencetak proposal jika tahu bahwa kemarin adalah hari terakhir??”

mhsw: … masih diam …

admin: “… tapi saya hargai usaha kamu hari ini mengumpulkan proposal padahal sudah terlambat, dan kamu satu2nya yang terlambat… tapi bukan begitu caranya… proposal ditolak dikumpulkan bukan juga akhir segalanya… tapi akan menjadi suatu pelajaran berharga bagi kamu dalam kehidupan ini…”

alternatif ending 1

mhsw: …. “iya pak, maaf… saya jadi belajar dari kejadian ini dan tidak akan mengulangi lagi hal yang serupa, terima kasih pak…”

alternatif ending 2

mhsw: (dalam hati, sambil ngeloyor pergi) “as*! malah saya dikata2in begini… baji***n tengik, cuman seonggok proposal begini malah disuruh ngulang semester depan… bener-bener as*…! dosen pembimbing dan penguji juga as**…. terlalu banyak yang harus direvisi….. ooo nasib nasib… gara-gara printer bobrok…!!”

[sudah begitu saja silahkan disimpulkan sendiri ya…]

(lebih…)

Analisis itu memang perlu…! 16 Agustus 2014

Posted by agfi68 in mindset.
Tags: , , ,
add a comment

Dalam beberapa kesempatan menjadi penguji dan juga menjadi pembimbing mahasiswa S1, S2 dan S3, banyak dijumpai kesalah-pahaman dalam melakukan analisis dan pembahasan…

Jika ada gambar atau grafik juga ada tabel atau diagram, yang namanya analisis atau pembahasan itu tidak sekedar menjelaskan atau sekedar memberikan keterangan pada gambar atau tabel tersebut. Kalo caranya seperti itu, maka siswa/i SMA (bahkan SMP)-pun juga bisa… Bukan sekedar memberikan keterangan… Namun berupa penjelasan secara ilmiah, mengapa terjadi gambar seperti itu atau mengapa hal itu nampak pada tabel, bahkan jika ada anomali apapun, bukankah itu juga akan sangat bagus jika bisa dijelaskan… Tentu saja…

“Pemahaman itu adalah kemampuan bisa menjelaskan dengan cara yang sederhana…” (agfianto)

So gunakan cara yang sederhana untuk bisa menjelaskan kerumitan, sehingga orang yang bukan pakar atau ahli dalam bidang tersebut -pun juga bisa menikmati ‘cerita’ Anda… Bukankah dengan cara demikian ini justru merupakan sumbangsih kita dalam dunia ilmiah sehingga bisa lebih banyak orang bisa memahami dan semoga saja mendapatkan manfaat-nya sekaligus, minimal ya paham tadi…

So, ada baiknya kebiasaan mampu be’cerita’ seperti ini dikembangkan sejak seseorang masuk bangku kuliah. Hal ini berlaku juga untuk pembuatan soal-soal ujian…

 “Lebih baik mengasah logika dan pengetahuan dibanding hanya menanyakan segala hal yang perlu dihafal…” (agfianto)

Ya dengan demikian mahasiswa sejak awal akan dilatih untuk selalu menggunakan kemampuannya (dalam hal ini bisa diwakili dengan otak kiri dan kanan). Memang awalnya menjawab pertanyaan yang harus dijawab dengan basis logika dan pengetahuan bukan merupakan hal yang mudah, namun seiring dengan waktu, tentu nantinya akan terbiasa dengan hal-hal yang demikian, dan tentunya tambah cerdas…

Saya masih ingat bagaimana saat dulu SMA, guru pelajaran biologi saya selalu memberikan pertanyaan yang tidak sekedar menuliskan hafalan2 saja, namun dilatih-lah kita untuk menggunakan basis logika dan pengetahuan dalam menjawab, agar lebih diperoleh pemahaman yang sesungguhnya.. Dan alhamdulillah saya beruntung sekali punya ibu guru yang suuper seperti itu… walaupun nilai-nilai ulangan saya waktu itu jelas-jelas tidak bisa dibanggakan, hehe…

Harapan-nya memang jelas, bahwa setiap orang tidak lagi melakukan pengambilan kesimpulan secara serampangan, harus bisa berpikir dan melakukan analisis secara obyektif dan jujur. Dan jika dimulai lebih dini tentu saja akan lebih baik. Ini juga berlaku pada saat mengajar, bagi guru dan dosen, agar bisa ditanamkan pemahaman dengan lebih optimal.

 “Mengajar itu tidak sekedar menyampaikan, tapi juga menanamkan pemahaman dan kebaikan… Itulah ilmu yang akan terus ditularkan…” (agfianto)

Semoga bermanfaat…🙂

Seminar dan Private 4 Langkah Dahsyat! Transformasi Diri 6 Juni 2014

Posted by agfi68 in bisnis, DUIT, ikhlas, mindset, pendidikan.
Tags: , , , , ,
add a comment

Sahabat-sahabatku yang luar biasa…

Dalam perjalanan kehidupan ini, mungkin kita pernah bertanya-tanya, atau mengalaminya…

  • Mengapa ada yang sudah berusaha keras, mati2an namun kesuksesan tak diraih?
  • Mengapa ada yang biasa-biasa saja, bahkan cenderung kelihatan malas, namun sukses selalu mudah diraih?
  • Mengapa mudah kehilangan motivasi? Susah mendapatkan semangat?
  • Mengapa kesulitan mendapatkan solusi berbagai masalah kehidupan?
  • Mengapa lebih mudah kehilangan harapan?
  • Mengapa merasa kurang atau bahkan tidak beruntung selama ini?
  • Mengapa?

Kita sangat berkepentingan mengetahui mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi, entah mengalaminya sendiri, atau dalam kapasitas sebagai pengamat perilaku manusia… Kita tentu juga ingin berubah untuk menjadi lebih baik, namun kesulitas bagaimana memulainya… nah dalam inhouse seminar ini, Insya Allah, kita akan belajar tentang…

  • Bagaimana meningkatkan motivasi, produktivitas dan kemampuan diri…
  • Bagaimana meningkatkan gairah dan optimisme dalam menjalani karir dan kehidupan…
  • Bagaimana meningkatkan kualitas sikap dan perilaku terhadap diri sendiri dan orang lain…
  • Bagaimana meningkatkan kemampuan dalam mengelola / mengendalikan pikiran dan emosi…
  • Mengapa kebanyakan orang mengalami demotivasi dan mengetahui secara tepat penyebabnya…
  • Bagaimana mendapatkan solusi segala permasalahan kehidupan…
  • Memahami kekuatan pikiran bawah sadar yang luar biasa dan bagaimana memanfaatkannya…
  • Memahami 4 Langkah dahsyat (Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakal disingkat DUIT) dalam mentransformasi diri menjadi pribadi luar biasa secara internal maupun eksternal, sukses secara holistik…
    • Bagaimana memahami dan menggunakan kekuatan The Prayer (DOA);
    • Bagaimana memahami dan melakukan Tindakan Terilhami (USAHA TERINSPIRASI);
    • Bagaimana memahami dan menjadi orang yang bersikap IKHLAS dan ber-SYUKUR;
    • Memahami dengan cara ber-TAWAKAL atau ber-SERAH DIRI dapat memudahkan jalan mewujudkan impian dan cita-cita;
  • Meningkatkan pemahaman ilmiah tentang prinsip alam semesta dan bagaimana hubungannya dengan sikap ikhlas, pasrah, mau memberi, melayani sepenuh hati, membantu orang lain dan mentalitas berkelimpahan…
  • Dan masih banyak lagi lainnya…

Catatan dan ketentuan penyelenggara (EO, pihak pengundang)

  • Seminar berlangsung selama 2-3 jam untuk UMUM dan sekitar 8 jam untuk PRIVATE (4 sesi, @ 2 jam, maks 6 orang);
  • EO menyediakan ruangan yang representatif sesuai dengan jumlah peserta;
  • EO menyediakan sistem suara / audio system yang memadai baik untuk penyampaian materi, video dan musik;
  • EO menyediakan LCD viewer untuk membantu tayangan selama seminar;
  • EO menyediakan konsumsi, khususnya yang PRIVATE (termasuk makan siang dan lain-lain)
  • Untuk biaya/honor pembicara undangan UMUM maupun PRIVATE silahkan hub IBU ANJAR dengan email ke anjar_agfi@yahoo.com;

agfianto 2014

Biodata pembicara seminar

Dr. Agfianto Eko Putra, Cert. of Neo NLP Pract., CTC adalah seorang Dosen sekaligus Ketua Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (atau yang terkenal dengan sebutan ELINS) periode 2011-2015. Beliau juga seorang penulis lebih dari 8 buah buku (ebook) yang salah satunya adalah sebuah buku motivasi dan sisanya merupakan buku-buku best seller dalam bidang Mikrokontroler, PLC dan Robotika serta masih terus berkarya hingga sekarang. Dilahirkan pada tahun 1968 dari seorang ayah fotografer (juga suka elektronika) dan sang ibu yang jago masak (saat ini memiliki usaha catering di Yogyakarta). Beliau telah berkecimpung dalam dunia elektronika, instrumentasi dan pengolahan sinyal serta motivasi pengembangan diri lebih dari 15 tahun. Salah satu buku motivasi beliau yang best seller adalah “Pasti Ada Hikmahnya…” terbitan Gava Media Yogyakarta (langsung pesan klik disini, terima kasih)

Beliau bisa dihubungi melalui agfi68@gmail.com.