jump to navigation

Cukup sudah menyakiti diri! 5 Maret 2020

Posted by agfi68 in hikmah, mindset.
Tags: , , , ,
add a comment

Kawan, coba kita perhatikan quote dari Gus Candra Malik, “Tak perlu orang lain menyakiti hati ini. Kita melakukan sendiri berulangkali setiap hari”.
Nah kan…!

Jangan-jangan memang demikian adanya? Jangan-jangan tiada siapapun di dunia ini yang menyakiti hati kita kecuali diri kita sendiri? Kok Bisa? Ya bisa saja, karena seringkali kita menggunakan ‘asumsi’, ‘anggapan’ dan seterusnya, yang tentu saja belum benar kenyataan-nya.

Seringkali kita terjebak dengan situasi yang tidak mengenakkan hati, bisa jadi sebuah rasa yang tidak begitu nyaman. Coba ucapkan kata-kata berikut: cemburu, patah hati, tertipu, tersesat, dikhianati… Bagaimana? tidak nyaman kan? Atau, jangan-jangan kita jusru nyaman dalam ketidak-nyamanan tersebut? Nah loh…

Perasaan-perasaan tersebut muncul karena suatu sebab dan penyebab-nya adalah karena diri ini merasa … dengan tanda titik2 diisi dengan kata-kata yang telah disebutkan tadi. Dan bisa jadi itu hanya perasaan kita saja, bukan kondisi sesungguhnya, bukan realita sebenarnya! Inilah yang akhirnya menjebak diri kita pada suatu perasaan yang tidak nyaman. Oke, saya beri contoh, yang mungkin atau bisa jadi memang pernah kita alami…

(lebih…)

Menjalani dan menerima Kesedihan.. 3 Desember 2019

Posted by agfi68 in hikmah, mindset.
Tags: , , , ,
comments closed

Perjalanan kehidupan ini tidak terlepas dari kondisi bungah-susah atau senang-sedih. Manusia cenderung begitu saja menerima kondisi senang atau bungah, tapi tidak untuk kondisi sedih atau susah. Lantas bagaimana kita menghadapi kondisi kesedihan, kesusahan ini?

Berikut Lima langkah yang harus dijalani dan akhirnya bisa menerima kesedihan (grief) kita menurut dr. Elisabeth Kubler-Ross adalah:

  • Penyangkalan: Dalam upaya melarikan diri dari kehilangan yang tidak terhindarkan, kita mencoba berpura-pura bahwa peristiwa itu tidak benar-benar terjadi. “Pasti ada kesalahan”, “Ini akan mereda”, kata kuncinya avoidance, confusion, elation, shock dan fear (penghindaran, kebingungan, kegembiraan, kejutan dan ketakutan);
  • Kemarahan: Saat kenyataan situasi kita mulai meresap, kita mencaci maki dalam kemarahan dan kebencian,”ini tidak adil”, “mengapa saya?”, “saya tidak pantas mengalaminya”, kata kuncinya frustation, irritation dan anxiety (frustrasi, iritasi dan kecemasan);
  • Tawar-menawar: Saat kemarahan habis, kita mencoba bernegosiasi dengan kekuatan yang lebih tinggi atau semesta untuk memperoleh hasil yang berbeda. “Tolong perbaiki ini sekali ini saja dan saya tidak akan mengulanginya lagi.”, “yang saya minta hanya waktu enam bulan lagi”, kata kuncinya overwhelmed, helplessness, hostility dan flight (kewalahan, tidak berdaya, permusuhan dan melayang);
  • Depresi: Saat akhirnya sadar tidak bisa menghindar dari hasil negatif atau konsekuensi², kita kehilangan semua harapan, “Tidak ada gunanya melakukan apapun.”, “saya menyerah.”, “Mengapa repot repot?.”, kata kuncinya struggling to find meaning, reaching out to others dan telling one’s story (berjuang untuk menemukan makna, menjangkau orang lain dan menceritakan kisah seseorang);
  • Penerimaan: Akhirnya, kita dapat menerima kenyataan situasi kita dan menghadapinya dengan realistis dan sedikit keikhlasan, “Secara keseluruhan, saya bangga dengan apa yang telah saya alami. “Masih ada hal-hal yang bisa kulakukan.”, kata kuncinya exploring options, new plans dan moving on (menjelajahi opsi, rencana baru dan move-on);

Semoga bermanfaat untuk kita..

Kebahagiaan Semu, Kenyamanan Semu! 26 November 2019

Posted by agfi68 in hikmah, mindset.
Tags: , , , ,
add a comment

“Wah bahagia sekali pasangan itu, sangat serasi… wow!”

“Wah nyaman sekali dia dengan pekerjaan dia sekarang… alhamdulillah”

“Wah kamu sekarang sudah nyaman dan bahagia ya..?”

udah seringkali ucapan-ucapan itu saya dengar, bahkan saya sendiri juga Anda sering mengucapkan hal tersebut untuk sahabat-sahabat yang sedang (nampak) bahagia.

Bagi saya, itu bukan sekedar ucapan, tapi saya lebih suka dengan istilah doa/ Ya! Tepat sekali ucapan doa dari saya untuk sahabat-sahabat saya tersebut, tak lupa juga bersyukur alhamdulillahi robbil’alamiin…

Yang nampaknya bahagia, nyaman, ternyata tak berlangsung lama. Kejadian berikutnya membawa sang pelaku kebahagiaan tesebut tiba-tiba saja terpuruk. Nampaknya sukses ternyata tidak sama sekali, ya tentu saja tidak semuanya begitu, namun yang membuat saya penasaran, mengapa hal itu bisa terjadi? Ternyata… dan ternyata…

(lebih…)

Waktunya (memang) Tepat! 7 Oktober 2019

Posted by agfi68 in hikmah, mindset.
Tags: , , , , ,
add a comment

Segala sesuatu terjadi pada saat yang tepat. Boleh percaya boleh tidak, namun apa yang saya alami dan ceritakan berikut ini semoga bisa memberikan gambaran tentang Waktu Ilahi atau The Divine Timing.

Just like that, every action, every decision, and every event of your life has a PERFECT time which is known as the DIVINE TIME.

https://www.guardian-angel-reading.com/blog-of-the-angels/divine-timing/

Seperti kebetulan, keberuntungan, namun itu karena kita belum menemukan bagaimana hal-hal tersebut bisa terjadi dan pada saat yang tepat…

Bukankah everything happens for a reason? Kejadian-kejadian kecil, langkah-langkah kecil kita kelak akan menjadi penyusun suatu kejadian yang lebih besar, lebih hebat, lebih dahsyat..?? Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Pada saat yang tepat, pada saat yang sempurna?

Oke.. Saya berikan contoh dengan cerita berikut..

(lebih…)

Bercengkerama dengan Kekasihku.. 5 Oktober 2019

Posted by agfi68 in hikmah, ikhlas.
add a comment

Berdialog dengan sang kekasih itu sangat menyenangkan, bahkan sering waktu menjadi tiada, dan tiba-tiba tak terasa sudah sekian jam bercengkerama..

Bagaimana jika kekasihku itu adalah Dia Yang Maha Kasih, Yang Maha Cinta, Yang Maha Sayang? Bukankah saat berdialog dengan Nya menjadi hal yang paling dirindukan?

Memang tak ada dialog dua arah, tapi bukankah Dia Maha Mendengar? Dan bukankah kita memang ingin didengar?

Bahkan kita sebenarnya sadar bahwa musibah atau situasi buruk yang sedang menimpa kita merupakan skenario Nya bagi kita, disadari juga bahwa itu jalan terbaik untuk kita, namun masih saja kita berkeluh kesah dengan Nya, curhat kepada Nya…

Biarkan saja jika doa kita masih saja ada nada-nada protes, nada-nada tidak terima, nada-nada tidak ikhlas, dan seterusnya… Ya karena kita, manusia, sedang berproses menjadi hamba-Nya yang benar-benar tersadarkan kelak… Yang penting selalu mengadu kepada Yang Maha Kuasa…

Bahkan… Jika sebuah doa tak segera dikabulkan Nya, jangan-jangan Dia ingin kita terus meminta dan meminta dan meminta, dan sepertinya Dia suka ketika kita meminta, mengeluh mengadu nasib.. Dan pada suatu saat yang indah doa kita dikabulkan Nya.. Dan hanya terucap..

Alhamdulillahi robbil’alamiin..

Rute-Nya memang misterius…. tetap Bersyukur! 16 April 2019

Posted by agfi68 in hikmah, ikhlas, mindset.
Tags: , , ,
add a comment

Catatan Suatu ketika di Tahun 2009…

Ya Alloh…

Saat aku mulai berkeluh kesah terhadap rejeki-Mu…
Saat aku mulai ada masalah dengan keuanganku…
Saat aku mulai bertanya-tanya tentang doa-doaku…

Kau kirimkan seseorang di suatu pagi hari, saat aku sampai di kantor…
Yang ternyata lebih jauh membutuhkan dariku…
Sudah tersesat sampai Yogya, KTP hilang, duit bablas, tidur cuman di mushola-mushola dan terminal…
Hanya satu yang dia inginkan, pulang ke kota-nya di Jawa Timur, bertemu dengan istri dan anak-anaknya membuka kembali kios-nya yang selama ini bangkrut… krut…

Aku sangat bersyukur berada di posisiku saat ini…
ternyata masih ada saudara-saudara kita yang jauh lebih mengenaskan hidupnya…
Jauh lebih membutuhkan…

Justru pada kondisi seperti ini, Kau telah uji diriku untuk saling berbagi…
Alhamdulillah Kau berikan aku kesempatan untuk berbuat baik (lagi)…
Alhamdulillah telah Kau ingatkan aku dengan kesempatan dan peluang untuk berbagi…

(lebih…)

What a nice story to share 16 Maret 2019

Posted by agfi68 in hikmah, mindset.
Tags: , , , , ,
add a comment

An American man walked into a restaurant in London. As soon as he entered, he noticed an African man sitting in the corner. So he walked over to the counter, removed his wallet and shouted, “Waiter! I am buying food for everyone in this restaurant, except that black African guy over there!”

So the waiter collected the money from the man and began serving free food to everyone in the restaurant, except the African.

However, instead of becoming upset, the African man simply looked up at the American and shouted, “Thank you!” That infuriated the man.

So once again, the American took out his wallet and shouted, “Waiter! This time I am buying bottles of wine and additional food for everyone in this bar, except for that African man sitting in the corner over there!”

So the waiter collected the money from the man and began serving free food and wine to everyone in the bar except the African man.

(lebih…)

Kunci yang membawa SIAL… atau HIKMAH? 28 Februari 2018

Posted by agfi68 in hikmah, mindset.
add a comment

Secuplik kisah perjalanan kehidupan…

Kamis, tanggal 16 November 2017, selepas makan malam bersama istri yang begitu enak dan nikmat, apalagi saat itu kami dalam kondisi lapar… hehehe…

Ketika akan pulang, ternyata kunci motor tidak lagi bisa membuka tutup nya (yang bermagnet itu), dicoba berkali-kali dengan berbagai cara… dan berbagai alat yang tersedia saat itu tetap tidak bisa… aku mencoba untuk tetap netral… tetap tenang… tidak panik… tidak berkeluh kesah… karena yakin saja akan ada solusinya… entah bagaimana itu solusinya…

Kondisi yang awalnya netral dan tenang tersebut kemudian berubah menjadi emosi yang negatif, ketika istriku mulai ‘protes’ dengan apa yang kulakukan… begini salah… begitu salah… pikirku saat itu… bisa Anda bayangkan bagaimana menyelesaikan masalah dengan kondisi panik? dengan kondisi tidak nyaman? dengan kondisi marah? tentu makin parah kejadiannya…

namun alhamdulillah kembali berusaha menenangkan diri ini dengan memohon ampun pada-Nya… astaghfirullah… setelah dicoba-coba begitu rupa dan cara tetap tidak bisa, ya sudah, akhirnya tiba-tiba saja istriku ingat bahwa masih ada kunci cadangan yang disimpan (mantan) staff-nya… horeee… ya sudah pulang dulu saja, sambil kontak staff tersebut untuk membawakan kunci cadangan…

(lebih…)

Tugas Akhir dan Suster Ngesot 4 Februari 2018

Posted by agfi68 in mindset.
Tags: , , , , ,
add a comment

Yup… tidak ada yang salah dengan judul tulisan saya kali ini. Perhatikan saja postingan FB saya di gambar sebelah yang saya kutip berikut ini..

Filosofi “suster ngesot” saya jelaskan tadi saat jadi moderator seminar mahasiswa S3 Ilmu Komputer… jangan sekali-kali pake filosofi “pocong”… perhatikan saja cara geraknya… ngesot vs lompat… untuk diterapkan saat mempertahankan semangat menyelesaikan disertasi… [FB Agfianto, 31 Januari 2018, 13:20 WIB]

Mengapa saya menggunakan analogi “suster ngesot” bukan “pocong” atau “kuntilanak” atau apa gitu. Yang jelas analogi menggunakan hantu made in Indonesia, so jangan harap saya pake filosofi “vampire” atau “drakula” atau “zombie”, hehehe…

(lebih…)

Nrimo ing Pandum… 5 Desember 2017

Posted by agfi68 in ikhlas, mindset.
Tags: , , ,
add a comment

Weladalah!

Ada apa ini, setelah sekian lama absen nulis blog, tiba-tiba saja saya bikin judul seperti ini? Apa maksud dari “Nrimo ing Pandum”, bukankah itu salah satu falsafah Jawa? “Nrimo ing Pandum” kalau dibahasa-Indonesia-kan secara bebas menjadi “Menerima Segala Pemberian” dalam segala perjalanan kehidupan…

Untuk nglakoni falsafah Jawa ini ternyata tidak semudah mengucapkan… cukup berat… bahkan sangat berat… saya belajar melakukan-nya bukan sehari semalam, bukan sehari dua hari, bukan seminggu dua minggu, bukan sebulan dua bulan… namun bertahun-tahun… dan itu semua tidak mudah dilakukan, tapi tetap harus saya jalani…

Mengapa harus saya jalani falsafah ini… ya jujur saja… sudah seringkali saya mengalami, misalnya, uang tabungan bisa seperti roller coster… naik seperti roket… dan kemudian menurun dengan drastis… begitulah seterusnya… permasalahan muncul silih berganti.. satu selesai… muncul berikutnya… begitulah seterusnya… hal ini membuat saya banyak mengikuti segala macam petunjuk2 dari buku (hahaha harusnya dari Quran dan Sunnah ya), mengikuti kegiatan seminar terkait, mempraktekkan yang diajarkan dan seterusnya… ya memang ada perubahan… namun tidak terlalu signifikan… dan itu membuat saya menjadi kelelahan dan tidak sepenuhnya menikmati perjalanan kehidupan yang seharusnya indah ini…

(lebih…)