jump to navigation

Bagaimana Saya bisa ke Jepang? Gratis lagi…! 1 Desember 2011

Posted by agfi68 in DUIT, mindset, pendidikan.
Tags: , , ,
trackback

Jepang atau Negeri Sakura merupakan salah satu negara impian tujuan saya setelah saya pernah melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa, baik dalam rangka tugas belajar maupun mengikuti pelatihan 9-10 tahun yang lalu… Yeaah… sangat lama berselang…

Memang saat saya mengimpikan bisa ke Jepang saya sedang terlibat sebuah bisnis yang sebenarnya sangat menjanjikan dan melihat para senior dalam bisnis tersebut bisa meraih impian jalan-jalan ke luar negeri (termasuk Jepang) membuat saya memiliki impian untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri (lagi), salah satunya ke Jepang. Usaha dan upaya pun dilakukan, kerja keras pun dimulai, namun setelah beberapa tahun tidak banyak memberikan hasil yang diharapkan, saya memutuskan bahwa bisnis tersebut mungkin memang tidak cocok dengan saya. Allah Yang Maha Kuasa menunjukkan bahwa saya tidak pas dengan bisnis tersebut. Inilah salah satu bentuk kasih sayang-Nya kepada saya… Alhamdulillah…

Setelah berjalan beberapa tahun, saya tidak terlalu memusingkan maupun memikirkan impian saya ke Jepang, walaupun beberapa teman sahabat sempat jalan-jalan ke Jepang dan memberikan saran agar saya juga bisa kesana. Akhirnya, saya disibukkan untuk menyelesaikan S3, melakukan riset, menulis buku dan lain sebagainya. Pemaksaan untuk selesai S3 juga merupakan tanda atau Life Sign dari Yang Maha Memiliki Jagat ini. Sebelum menyelesaikan S3, awal tahun 2008, saya diajak sahabat saya seangkatan sewaktu kuliah untuk mengerjakan riset bahkan sampai membuat satelit. Dalam batin saya tertawa, ha ha apa bisa? Yang bener? Tapi karena yang mengajak adalah sahabat saya sendiri, why not? Kita buat saja proposal dengan melibatkan rekan-rekan lain dari perguruan tinggi yang berbeda. Dengan penuh semangat kita buat proposal penelitian tersebut dan kita ajukan agar bisa didanai…

Luar biasa hasilnya… ternyata proposal kita DITOLAK! Ya ditolak! Dan pada tahun 2009 akhir, entah ada angin dari mana, saya diundang untuk memberikan presentasi tentang desain kontrol satelit menggunakan mikrokontroler ARM di Surabaya. Pada saat itulah beberapa orang dari ITB, ITS, PENS, UGM serta LAPAN ditambah dengan beberapa mahasiswa TU Delft bertemu untuk membentuk INSPIRE (Indonesian Nano Satellite Platform for Research and Education) yang akhirnya mencoba mengusulkan pendanaan ke Kementerian Pendidikan Nasional pada waktu itu (akhir 2009).

Alhamdulillah tahun 2010 gayung bersambut, INSPIRE akhirnya mendapatkan kucuran dana dari DIKTI, hingga tahun 2011. Dan pada tahun itulah saya menyelesaikan S3 saya, alhamdulillahirobbil’alamin. Inilah yang saya sering tulis di status facebook, agar kita selalu berjalan di belakang-Nya, menyesuaikan dengan segala petunjuk-Nya.

Akhirnya waktu berjalan hingga tahun 2011, dan waktu itu saya sebenarnya saya sudah agak lupa dengan impian jalan-jalan ke Jepang. Pertengahan tahun saya mendapatkan tugas menjadi Ketua Umum Komurindo 2011 yang diakhiri dengan penuh pengalaman. Dan yang penting lagi, ada tawaran mengikuti pelatihan selama 35 hari di Jepang dalam rangka sosialisasi pembuatan Satelit (CLTP2) di bulan Nopember-Desember 2011. Aha! Saya jadi ingat kembali impian tersebut, dan barangkali inilah cara saya bisa pergi ke Jepang, gratis lagi! Oke, saya langsung menyatakan kesanggupan, saya langsung take action! Mengikuti beberapa serangkaian tes, akhirnya, dengan ijin dan kebesaran Allah SWT, saya diterima! Alhamdulillahirobbil’alamin…

Akhirnya tanggal 11 Nopember 2011 saya berangkat ke Jepang (memakan waktu sekitar total 9 jam dari Yogyakarta hingga Narita, Chiba, Jepang) dan mengikuti CLTP2 (termasuk jalan-jalan di Jepang, he he). Pengalaman menjadi ketua di Komurindo 2011 juga menyiapkan diri saya dalam mengikuti CLTP2, karena inti dari kegiatan ini adalah terlibat langsung dalam pelatihan membuat payload untuk balon maupun roket dalam kerangka pendidikan persatelitan… Semua berjalan dengan pas dan selaras… Alhamdulillahirobbil’alamin…!

105 1086

Berfoto bersama partisipan lainnya di CLTP2 (ada 10 negara peserta, termasuk Indonesia) di Nihon University, Japan

Coba Anda perhatikan sekelumit kisah hidup saya tersebut, ada beberapa yang saya garis bawahi, memang membutuhkan waktu sekitar 7-8 tahun untuk mewujudkan impian tersebut. Dan jika kita bisa tahu ‘rumus‘-nya atau ‘pola‘-nya, tentu saja prosesnya bisa dipercepat… Insya Allah.

Bagaimana dengan Anda? Share pengalaman Anda melalui komentar di artikel ini… Semoga bisa membawa manfaat bagi sesama… amin…

ditulis di Katsutadai, Chiba, Jepang – 01 Desember 2011.

Komentar»

1. zigan - 1 Desember 2011

so inspiring, thanks for share…

impian terbesar saya adalah belajar keluar negeri. cita2 yang udah saya impikan sejak masih sma,, terus berusaha menggapainya

waktu baru lulus kuliah liat orang2 yang kerja d BUMN sempat guyonan ama temen,, “enak ya kerja d BUMN, kerja nyante bayaran oke :p “.. waktu itu di bayangan saya kalo kerja d bumn banyak waktu luang,, jadi bisa sambil melakukan hobi saya ngoprek mikro, plc dll… kerja sambilan gitu hehehehe,,

lha kok sekarang malah guyonan saya yg kesampaiann,,,sedangkan hal yg saya cita2kan belum terwujud,,,

mencoba menerapkan “rumus” dari Pak Agfi, mudah2an impian saya juga bisa tembus .. Aminnnn…..

2. gus pur - 13 Desember 2011

mimpi yang menjadi kenyataan walau butuh waktu yang puanjang (lebay). saya dulu juga cita-cita s2 dengan kriteria gratis dengan tempat terserah dimana saja, mengingat orang tua sudah pensiun. selain itu juga karena nilai pas-pasan alias mepet dan dengan kemampuan bahasa yang pas-pasan juga. mkn karena sudah rejeki, ada temen yang sekolah di taiwan dan dia cerita banyak bagaimana cara daptar sekolah di sana. akhirnya nyoba daptar di 2 sekolah yang ada ditaiwan dan hasilnya DITOLAK :D . tanpa dikira dan disangka, calon istri bimbingan s2 dikampus (ugm-red) dan ketemu orang yang mau bimbingan juga dan dia bilang ada kampus ditaiwan yang skr nyari mahasiswa sebanyak-banyaknya. akhirnya dengan modal nama uni yang didapat oleh calon istri, kemudian mendaptar online dan alhamdulillah ketrima. semester kedua alhamdulillah lagi yg dulu calon skr sudah jadi Istri :) .
jadi curhat. salam kenal pak Agfi

taufik adi sanjaya - 17 Januari 2012

Apakah ini ustadz Agoes Poernomo Mangkoe Wijaya ?

http://www.facebook.com/#!/goes.p.mangkoewidjaya?

ada impian tersebut pak jalan saya masih terlalu pelan mungkin tapi satu keyakinan Allah akan memberikan kesempatan juga kepada saya..

3. taufik adi sanjaya - 17 Januari 2012

@ Pak Agfi… Inspiratif sekali

4. whiteofdream - 17 Januari 2012

Saya terharu pak T_T, saya juga pengen ke sana, meraih sertifikat Aikido Suginami Aikikai

5. arif santoso - 29 Januari 2012

alhmdulillah mas..semoga semakin banyak orang yang mudah mengenali pola dan rumusnya…saya melihat di diri saya juga demikian. Ketika tahun 2005-6 sering ketemu tetangga dan ditanyain “pak mboten kepingin dados RT?” saya hampir selalu menjawab wah pak saya akan sering banget keluar kota bahkan keluar pulau (waktu itu saya baru saja selesai kontrak dengan salah satu program dari AusAID). Eeh…selama tahun 2006 – sekarang saya hampir bisa dipastikan keliling ke luar pulau di Indonesia sebagai trainer untuk para guru setidaknya 1-2 bulan sekali). yaa Allah terima kasih untuk keMaha baikanMu, semoga aku LEBIH PANDAI mensyukurinya amiin. terima kasih mas ceritanya….


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.